Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (11/3), Pengasuh PP Sunan Ampel 3 Gudo, HM Fauzi, menjelaskan pentingnya melawan hawa nafsu. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Surga dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai oleh hawa nafsu. Sedangkan neraka dikelilingi oleh syahwat yang menyenangkan nafsu,’’ tuturnya.
Jalan menuju kebahagiaan abadi sering menuntut kesabaran, pengorbanan, dan perjuangan melawan hawa nafsu.
Allah Ta’ala berfirman di QS An-Nazi'at 40-41. Orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsu, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya.
Beberapa perjuangan menuju surga yang sering terasa berat di dunia.
Pertama, menjalankan kewajiban secara istiqamah. Seperti salat tepat waktu, bangun subuh, atau menunaikan ibadah ketika badan lelah.
Allah Ta’ala berfirman di QS Albaqarah 45. Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
Rasulullah bersabda: Salat yang paling berat bagi orang munafik adalah salat Isya dan Subuh.
Dikisahkan, seorang wali dari kalangan tabi'in selalu bangun untuk salat malam. Suatu hari ia berkata: ’’Aku melawan diriku selama 20 tahun untuk bangun malam, lalu aku menikmati manisnya selama 20 tahun berikutnya.’’
Awalnya berat, tetapi setelah istiqamah, ibadah menjadi kenikmatan rohani.
Kedua, meninggalkan maksiat yang disukai nafsu. Banyak dosa tampak indah di mata manusia. Seperti pandangan haram, gibah, harta haram, dan berbagai syahwat dunia.
Allah berfirman di QS Ali Imran 14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada syahwat.
Rasulullah bersabda: Mujahid adalah orang yang berjihad melawan dirinya untuk taat kepada Allah Ta’ala.
Diceritakan seorang pemuda saleh diajak zina oleh wanita cantik. Pemuda itu menolak dan berkata: ’’Aku takut kepada Allah.’’
Ia lalu keluar dari rumah itu sambil menangis. Ulama mengatakan; ’’Pemuda seperti ini termasuk dalam tujuh golongan yang mendapat naungan Allah di hari kiamat.’’
Ketiga, bersabar dalam ujian hidup. Jalan menuju surga juga sering melalui ujian, kesedihan, dan kesabaran.
Allah Ta’ala berfirman di QS Albaqarah 214. Apakah kalian mengira akan masuk surga padahal belum datang kepada kalian cobaan seperti orang-orang sebelum kalian?
Rasulullah bersabda: Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian.
Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata: Barang siapa bersabar di dunia sebentar, maka ia akan beristirahat di akhirat selamanya.
Imam Ahmad bin Hanbal pernah dipenjara dan disiksa karena mempertahankan kebenaran. Ketika ditanya mengapa tetap sabar, beliau menjawab: ’’Antara aku dan surga hanya satu kematian.’’
Karena kesabaran itu, beliau menjadi imam besar yang dikenang hingga sekarang.
Keempat, mengutamakan akhirat daripada dunia. Manusia sering mencintai dunia, padahal dunia hanya sementara. Allah berfirman di QS Al A’la; Akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
Rasulullah bersabda: Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto