Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang: Nikmat Umur  

Rojiful Mamduh • Jumat, 9 Januari 2026 | 07:36 WIB

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

SAAT khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (2/1), Ustad Hasanudin menjelaskan pentingnya mensyukuri nikmat umur. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sebaik-baik manusia yang panjang umurnya dan baik amalnya,’’ tuturnya.

Allah Ta’ala menjelaskan di Alquran, perjalanan umur manusia bukanlah sekadar bertambahnya angka tahun, melainkan sebuah proses yang sarat dengan hikmah dan peringatan. Seperti disebutkan di QS Yasin 68.

Siapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada proses penciptaannya (dari kuat menjadi lemah). Maka, apakah mereka tidak mengerti?

 

Ayat ini mengingatkan, umur panjang pasti diiringi dengan perubahan fisik dan kemampuan. Kekuatan berubah menjadi kelemahan, ketajaman ingatan menjadi kepikunan. Semua itu tanda kekuasaan Allah agar manusia sadar, berpikir, dan kembali kepada-Nya.

 

Rasulullah tidak memandang panjang umur sebagai keutamaan mutlak, kecuali jika disertai dengan kebaikan amal. Umur yang baik, umur yang diberkahi. Bukan sekadar lama hidup, tetapi diisi dengan amal saleh, ketaatan, dan manfaat bagi sesama.

 

Umur yang diberkahi, umur yang Allah sertai dengan taufik, yakni pertolongan dan kemudahan untuk melakukan kebaikan. Baik kebaikan yang bersifat umum maupun khusus.

Kebaikan umum seperti akhlak yang baik, menolong orang lain, berkata lembut, dan memberi manfaat di mana pun berada.

Kebaikan khusus, seperti menjaga salat, memperbanyak zikir, tilawah Alquran, puasa sunah, sedekah, serta istiqamah dalam ketaatan.

 

Dikisahkan, seorang ulama saleh telah lanjut usia. Suatu hari muridnya berkata,

’’Wahai guru, engkau telah tua dan lemah, mengapa masih bersungguh-sungguh dalam ibadah?’’

 

Sang ulama menjawab dengan tenang, ’’Anakku, dahulu aku beramal dengan tenaga, sekarang aku beramal dengan harapan. Dulu aku takut mati sebelum tobat, sekarang aku takut hidup tanpa ketaatan.’’

 

Abdullah bin Umar radiyallahu anhu sahabat Nabi yang diberi umur panjang dan dikenal sangat menjaga sunah hingga usia tua. Beliau wafat pada usia 84 tahun.

 

Di usia senjanya, Ibnu Umar tetap keluar ke masjid, memperbanyak salat malam, sedekah, dan sangat mengikuti sunah Rasulullah.

Kisah Ibnu Umar menunjukkan bahwa umur panjang menjadi kemuliaan ketika diisi dengan ketaatan, bukan kelalaian.

 

Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu sahabat Nabi yang paling lama hidup. Rasulullah pernah mendoakannya: Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang Engkau berikan kepadanya.

Doa ini dikabulkan Allah. Anas bin Malik hidup lebih dari 100 tahun. Di usia tuanya ia masih mengajarkan hadis, berzikir, dan menangis karena takut kepada Allah Ta’ala.

 

Imam Ahmad bin Hanbal hidup hingga usia 77 tahun. Di usia tua, tubuhnya lemah dan sering sakit, namun beliau tetap menulis dan mengajarkan hadis. Ketika ditanya alasannya dia menjawab; ’’Bersama tinta hingga ke kubur.’’ (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Kota Santri #polres jombang #Binrohtal