Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.546, Ngaji Harus Ingat Mati

Rojiful Mamduh • Kamis, 27 November 2025 | 13:27 WIB

 

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

SAAT ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (26/11), Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, sekaligus Rois Syuriyah MWCNU Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong),  menjelaskan pentingnya ingat mati. ’’Ngaji atau ibadah kalau tidak ingat mati maka tidak ada bekasnya,’’ tuturnya.

 

Abu Bakar Ash-Shiddiq radiyallahu ‘anhu berkata: Masuk akhirat tanpa sangu (bekal) ibarat mengarungi lautan tanpa perahu.

Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu berkata: Di dunia kemuliaan karena harta. Di akhirat kemuliaan karena bagusnya amal.

 

Harta—sekalipun banyak—tidak memiliki nilai jika tidak digunakan untuk kebaikan. Kemuliaan sejati bukan pada apa yang kita miliki, tetapi pada apa yang kita amalkan.

’’Utsman bin Affan radiyallahu ‘anhu berkata: Mikir dunia menggelapkan hati. Mikir susahnya akhirat menjadikan hati terang,’’ terangnya.

Hati menjadi bersih ketika seseorang banyak mengingat mati, hisab, surga, neraka, dan kemurahan Allah kepada hamba-Nya yang taat.

 

Ilmu tanpa ingat mati tidak akan berbekas. Orang yang mengaji tetapi hatinya tidak pernah tersentuh oleh kesadaran akan akhirat, ilmunya sulit mengubah perilaku. ’’Ngaji sambil ingat mati seperti merobohkan kayu sambil membawa kapak. Cepat tumbang, cepat menundukkan hawa nafsu, cepat memperbaiki hati,’’ urainya.

 

Allah Ta’ala berfirman di QS Ali Imran 185. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Sedangkan di QS Al-Hasyr 18; Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok (akhirat).

 

Abu Hurairah radiyallahu anhu pernah bertanya kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam: Siapa orang yang paling beruntung mendapatkan syafaatmu pada hari kiamat? Nabi menjawab: Orang yang membaca La ilaha illallah dengan ikhlas dari hatinya.

 

’’Islam sangat adil. Yang punya uang bisa bolak-balik haji dan umrah.

Yang tidak mampu tetap bisa meraih pahala haji melalui sejumlah amalan,’’ ungkapnya.

Istri yang melayani suami dengan baik, seakan-akan dia berhaji 200 kali.

Nabi bersabda: Siapa yang salat Subuh berjamaah, lalu duduk berzikir sampai matahari terbit, kemudian salat dua rakaat (Duha), maka ia mendapat pahala haji yang sempurna.

Nabi juga bersabda: Barang siapa keluar menuju masjid untuk salat, ia mendapatkan pahala haji. Barang siapa keluar untuk salat Duha, ia mendapatkan pahala umrah.

 

’’Mayit setiap malam minta tolong kepada keluarganya di dunia seribu kali,’’ ucapnya.

 

Mayit menjerit; Wahai keluargaku, wahai anak-anakku, wahai orang yang kucintai. Ambillah pelajaran dari kami! Harta kami untuk kalian, tetapi amal kami, kami tanggung sendiri. Maka siapkanlah bekal sebelum kalian datang seperti kami. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal