Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Santri Tebuireng ini Sukses Jadi Pengusaha di Mesir, Kini Menetap di Malaysia

Achmad RW • Sabtu, 14 Januari 2023 | 12:42 WIB
Ali saat berada di Jabal Uhud Madinah
Ali saat berada di Jabal Uhud Madinah
JOMBANG - Cukup banyak santri yang sukses mengenyam pendidikan tinggi, hingga mengembangkan bisnis di luar negeri. Salah satunya, Ari Trimahno santri Ponpes Tebuireng Jombang. Tak hanya kuliah dan berbisnis di Kairo, ia juga mengembangkan usaha di negeri Jiran.

”Saya tinggal di Malaysia sejak 2012 sampai sekarang,” kata Ali, sapaan akrabnya, kemarin. Keputusannya untuk tinggal di Negeri Jiran itu setelah ia jatuh cinta kepada Kamariah, gadis berkebangsaan Malaysia yang sama-sama berkuliah di Universitas Al Azhar Kairo Mesir.

Ya, Ali sendiri menjadi santri Tebuireng selama tiga tahun (2000-2003) lalu. Ia menempuh pendidikan di SMA A Wahid Hasyim Tebuireng. Setelah lulus, mengikuti seleksi penjaringan mahasiswa ke Universitas Al Azhar Mesir di Kemenag RI. Serangkaian tes mampu dijalaninya dengan baik hingga dinyatakan lolos.

Di tahun pertama menempuh pendidikan di Kairo Mesir, ia berhasil mendapat nilai bagus. Sehingga mendapat beasiswa dari kampus. ”Awal masuk memang mandiri, tapi tahun pertama, setelah nilai bagus, baru dapat beasiswa,” katanya dengan logat Malaysia.

Lulus 2009, ia kemudian membuka usaha restoran masakan Asia. Termasuk pembuatan tahu, tempe dan tauge yang memang banyak penggemarnya. Setelah melihat peluangnya cukup bagus, ia kemudian menjajal produksi sendiri tahu tempe secara mandiri di Mesir.

Menurutnya, tahu tempe tidak hanya dikonsumsi masyarakat Indonesia yang berada di Mesir, tapi juga masyarakat Malaysia dan Singapura. ”Saya juga kirim sebagai bahan makanan ke hotel-hotel bintang lima di Mesir,” kenangnya.

Untuk memenuhi semua permintaan yang masuk kepadanya, ia memanfaatkan tenaga dari kalangan mahasiswa Tebuireng, untuk bisa ambil part time di resto miliknya. ”Agar mahasiswa memiliki penghasilan tambahan, sebagian ada yang dari Cilacap, Tebuireng atau Jombang,” kata pria asli kelahiran Cilacap Jawa Tengah ini.

Tiga tahun menjalani usaha, pandangan pertamanya tertuju kepada sosok Kamariah, gadis berkebangsaan Malaysia yang juga menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Mesir. Setelah menikah 2012 lalu, ia memutuskan tinggal di Malaysia sampai sekarang.

Ali tergolong getol menimba ilmu. Merasa tak cukup dengan ijazah S1, di Malaysia, dia kemudian melanjutkan studi di Universitas Malaya dengan mengambil Pendidikan Bahasa Arab. Pendidikan pascasarjana ini dijalaninya sejak 2014-2018.

Kini, Ali dan istri bertempat tinggal di Malaysia. Kendati demikian, ia banyak menghabiskan banyak waktunya di Makkah dan Madinah. Maklum, selain mendirikan lembaga pendidikan Islam di Selangor. Ia juga memiliki usaha travel pemberangkatan ibadah haji dan umrah di Denai Alam, Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Bahkan, usaha lain yang turut berkembang saat ini toko aksesoris motor gede, yang seluruh pekerjanya berasal dari Indonesia. Ali sendiri terakhir bersilaturahmi ke Ponpes Tebuireng 2021 lalu. Saat itu, ia sempat bertemu dengan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq atau Gus Fahmi pengasuh Ponpes Putri Tebuireng.

Dalam silaturahmi tersebut, ia mendapat amanah cukup berat untuk mendirikan Ma’had Tebuireng di Selangor. Amanah tersebut diberikannya secara langsung. “Tapi sampai saat ini belum melaksanakan, sebab masih terkendala lahan dan SDM,” pungkasnya. (wen/bin/riz) Editor : Achmad RW
#cerita sukses #SUkses di luar negeri #santri Jombang #Alumni Pesantren #Jombang #pondok tebuireng