26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Binrohtal 1.907, Orang Beriman Hidupnya Terarah

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (24/1), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan ciri orang beriman.

’’Orang-orang yang beriman hidupnya untuk ibadah, terarah, tidak ngawur, taat dan bermanfaat bagi siapa saja. Intinya, orang yang hidupnya baik,’’ tuturnya.

Ketika mereka mati, keluar meninggalkan dunia, diibaratkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, seperti bayi yang keluar meninggalkan alam kandungan menuju alam dunia.

’’Bayi yang keluar ke alam dunia merasa; Oh, ternyata di dunia itu enak ya. Tempatnya luas, bebas, indah, menyenangkan. Makanan apa saja ada, rawon sate, gule kare,’’ bebernya.

Tidak seperti di kandungan, sempit, sumpek, tidak bisa bergerak bebas. Makanannya hanya darah haid. Itu sama dengan orang mukmin ketika di akhirat. ’’Mereka merasakan bahwa terrnyata di akhirat itu enak, luas, bisa merasakan apa saja,’’ paparnya.

Tidak seperti di dunia yang ruwet, sumpek, banyak urusan, banyak masalah dan macam-macam problem. ’’Oleh karena itu, mumpung kita masih diberi banyak kesempatan, diberi hidup, sehat, kuat dan yang lain, mari kita gunakan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal kebaikan agat jadi orang yang bahagia,’’ bebernya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.430, Persiapan Masa Depan

Kebahagiaan orang mukmin diawali ketika masuk kuburan. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Apabila selamat di kubur maka tempat setelahnya akan menjadi lebih mudah. Sebaliknya jika di alam kubur tidak selamat, maka di setelahnya akan lebih sulit.

Orang mukmin dalam kubur, ketika diperlihatkan surga oleh Allah SWT, akan berkata: ’’Ya Allah, segerakanlah terjadinya kiamat.’’ Sebaliknya dengan orang kafir, ketika diperlihatkan azab pedih yang sudah dipersiapkan Allah, ia akan berkata: ’’Ya Allah, jangan kau datangkan kiamat.’’

Di alam kubur ada kenikmatan kubur bagi orang mukmin. Tapi ia meminta untuk disegerakan hari kiamat karena nikmatnya lebih besar. Sedang orang durhaka karena siksaan di hari kiamat jauh lebih pedih dan menakutkan daripada yang sedang dirasakannya di alam kubur, maka ia minta tidak disegerakan.

Baca Juga :  Fashahah Bacaan Tartil Dinilai Bagus

Rasulullah bersabda; Apabila ada seorang hamba diletakan di kuburnya maka datang malaikat dengan penampilan yang menakutkan. Dua malaikat hitam dan kebiru-biruan, Munkar dan Nakir.

Keduanya akan bertanya, apa pendapatmu tentang Muhammad)? Makai ia akan menjawab sebagaimana di dunia. Orang mukmin menjawab; Dia Abdullah dan Rasulullah, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Kedua malaikat berkata; Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu. Kemudian kuburannya diperluas 70×70 hasta dan diberi penerangan dan dikatakan tidurlah!

Sebaliknya, orang kafir menjawab; Aku mendengar orang mengatakan aku pun mengikutinya dan saya tidak tahu. Kedua malaikat berkata; Kami berdua sudah mengetahui bahwa kamu dahulu mengatakan itu. Dikatakan kepada bumi himpitlah dia, maka dihimpitlah jenazah tersebut sampai tulang rusuknya berserakan. Ia akan selalu merasakan azab sampai Allah SWT membangkitkan dari tempat tidurnya. (jif/naz/riz)

 

 

 

 

 

 

 

 

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (24/1), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan ciri orang beriman.

’’Orang-orang yang beriman hidupnya untuk ibadah, terarah, tidak ngawur, taat dan bermanfaat bagi siapa saja. Intinya, orang yang hidupnya baik,’’ tuturnya.

Ketika mereka mati, keluar meninggalkan dunia, diibaratkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, seperti bayi yang keluar meninggalkan alam kandungan menuju alam dunia.

’’Bayi yang keluar ke alam dunia merasa; Oh, ternyata di dunia itu enak ya. Tempatnya luas, bebas, indah, menyenangkan. Makanan apa saja ada, rawon sate, gule kare,’’ bebernya.

Tidak seperti di kandungan, sempit, sumpek, tidak bisa bergerak bebas. Makanannya hanya darah haid. Itu sama dengan orang mukmin ketika di akhirat. ’’Mereka merasakan bahwa terrnyata di akhirat itu enak, luas, bisa merasakan apa saja,’’ paparnya.

Tidak seperti di dunia yang ruwet, sumpek, banyak urusan, banyak masalah dan macam-macam problem. ’’Oleh karena itu, mumpung kita masih diberi banyak kesempatan, diberi hidup, sehat, kuat dan yang lain, mari kita gunakan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal kebaikan agat jadi orang yang bahagia,’’ bebernya.

Baca Juga :  Binrohtal 1575, Keutamaan Salat Jamaah

Kebahagiaan orang mukmin diawali ketika masuk kuburan. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Apabila selamat di kubur maka tempat setelahnya akan menjadi lebih mudah. Sebaliknya jika di alam kubur tidak selamat, maka di setelahnya akan lebih sulit.

Orang mukmin dalam kubur, ketika diperlihatkan surga oleh Allah SWT, akan berkata: ’’Ya Allah, segerakanlah terjadinya kiamat.’’ Sebaliknya dengan orang kafir, ketika diperlihatkan azab pedih yang sudah dipersiapkan Allah, ia akan berkata: ’’Ya Allah, jangan kau datangkan kiamat.’’

Di alam kubur ada kenikmatan kubur bagi orang mukmin. Tapi ia meminta untuk disegerakan hari kiamat karena nikmatnya lebih besar. Sedang orang durhaka karena siksaan di hari kiamat jauh lebih pedih dan menakutkan daripada yang sedang dirasakannya di alam kubur, maka ia minta tidak disegerakan.

Baca Juga :  Binrohtal 1.544, Ilmu Manusia Mengalahkan Malaikat

Rasulullah bersabda; Apabila ada seorang hamba diletakan di kuburnya maka datang malaikat dengan penampilan yang menakutkan. Dua malaikat hitam dan kebiru-biruan, Munkar dan Nakir.

Keduanya akan bertanya, apa pendapatmu tentang Muhammad)? Makai ia akan menjawab sebagaimana di dunia. Orang mukmin menjawab; Dia Abdullah dan Rasulullah, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Kedua malaikat berkata; Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu. Kemudian kuburannya diperluas 70×70 hasta dan diberi penerangan dan dikatakan tidurlah!

Sebaliknya, orang kafir menjawab; Aku mendengar orang mengatakan aku pun mengikutinya dan saya tidak tahu. Kedua malaikat berkata; Kami berdua sudah mengetahui bahwa kamu dahulu mengatakan itu. Dikatakan kepada bumi himpitlah dia, maka dihimpitlah jenazah tersebut sampai tulang rusuknya berserakan. Ia akan selalu merasakan azab sampai Allah SWT membangkitkan dari tempat tidurnya. (jif/naz/riz)

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/