alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Binrohtal 1.346: Tanda Ahli Ibadah

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang,Senin (24/1), KH Mohammad Khairil Anam Denanyar (Gus Anam), menjelaskan tanda ahli ibadah. ’’Abu Bakar Assiddiq menyampaikan, tanda-tanda orang yang ahli ibadah ada tiga,’’ tuturnya.

Pertama, merasa dirinya lemah, tidak punya kekuatan apa-apa. Sehingga dengan demikian akan selalu ingat dan mendekat kepada Allah. Karena Allah lah yang maha segala-galanya.

Gus Anam menjelaskan, Allah sangat sayang kepada manusia. Sehingga Allah selalu mengingatkan, agar selama di dunia, hidupnya digunakan untuk melakukan ibadah. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Adzariyat 56. Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar menyembah kepadaKu.

 Ini semata agar manusia menjadi bahagia dan mulia, baik di dunia maupun akhirat. Namun kadang manusia malas bahkan ada yang tidak mau melakukan ibadah. Padahal tujuan diperintahkannya ibadah itu hanya semata-mata demi kebaikan manusia itu sendiri.

Baca Juga :  Tujuh Desa Tak Siap Anggaran untuk Menyelenggarakan Pemilihan KDAW

Agar bisa kuat ibadah, kita tak boleh sombong. Kita harus merasa lemah dihadapan Allah SWT. Kita bisa ibadah semata-mata karena pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.

Makanya kita dianjurkan banyak membaca hauqalah; La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim. Tidak ada daya menghindari dosa dan tidak ada daya kuat ibadah kecuali semata-mata atas pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.

Kedua, ahli ibadah selalu merasa sedikit amal kebaikannya. Sehingga akan selalu berusaha menambah dan memperbanyak amal kebaikan. Inilah yang akan mengantarkan manusia menuju gerbang kebahagiaan yang hakiki.

Seperti dicontohkan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Tiap malam nabi menghabiskan waktu untuk ibadah. Padahal nabi sudah tak punya dosa dan sudah dijamin masuk surga. Ini karena nabi merasa kebaikannya lebih sedikit dibanding banyaknya nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Baca Juga :  Bupati Jombang Dorong Perumdam Kembangkan Produk Air Minum Kemasan

Ketiga, ahli ibadah merasa banyak amal jeleknya. Sehingga akan selalu bertobat dan beristigfar. Serta tidak berani malakukan perbuatan dosa.

Orang biasa tobat dari dosa dan maksiat. Orang khusus tobat dari setiap waktu yang tidak dipakai ibadah dan amal saleh. Orang khususnya khusus, tobat dari setiap detik yang terlewat tanpa zikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

- Advertisement -

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang,Senin (24/1), KH Mohammad Khairil Anam Denanyar (Gus Anam), menjelaskan tanda ahli ibadah. ’’Abu Bakar Assiddiq menyampaikan, tanda-tanda orang yang ahli ibadah ada tiga,’’ tuturnya.

Pertama, merasa dirinya lemah, tidak punya kekuatan apa-apa. Sehingga dengan demikian akan selalu ingat dan mendekat kepada Allah. Karena Allah lah yang maha segala-galanya.

Gus Anam menjelaskan, Allah sangat sayang kepada manusia. Sehingga Allah selalu mengingatkan, agar selama di dunia, hidupnya digunakan untuk melakukan ibadah. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Adzariyat 56. Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar menyembah kepadaKu.

 Ini semata agar manusia menjadi bahagia dan mulia, baik di dunia maupun akhirat. Namun kadang manusia malas bahkan ada yang tidak mau melakukan ibadah. Padahal tujuan diperintahkannya ibadah itu hanya semata-mata demi kebaikan manusia itu sendiri.

Baca Juga :  Suasana Klenteng Hong San Kiong Gudo Jombang 1984

Agar bisa kuat ibadah, kita tak boleh sombong. Kita harus merasa lemah dihadapan Allah SWT. Kita bisa ibadah semata-mata karena pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.

Makanya kita dianjurkan banyak membaca hauqalah; La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim. Tidak ada daya menghindari dosa dan tidak ada daya kuat ibadah kecuali semata-mata atas pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.

- Advertisement -

Kedua, ahli ibadah selalu merasa sedikit amal kebaikannya. Sehingga akan selalu berusaha menambah dan memperbanyak amal kebaikan. Inilah yang akan mengantarkan manusia menuju gerbang kebahagiaan yang hakiki.

Seperti dicontohkan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Tiap malam nabi menghabiskan waktu untuk ibadah. Padahal nabi sudah tak punya dosa dan sudah dijamin masuk surga. Ini karena nabi merasa kebaikannya lebih sedikit dibanding banyaknya nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Baca Juga :  Bank Jatim Cabang Jombang Serahkan 660 Paket Perlengkapan Bayi

Ketiga, ahli ibadah merasa banyak amal jeleknya. Sehingga akan selalu bertobat dan beristigfar. Serta tidak berani malakukan perbuatan dosa.

Orang biasa tobat dari dosa dan maksiat. Orang khusus tobat dari setiap waktu yang tidak dipakai ibadah dan amal saleh. Orang khususnya khusus, tobat dari setiap detik yang terlewat tanpa zikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/