23.6 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Binrohtal 1.568, Baru terasa Setelah Tiada

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (22/11), Pengasuh PP Al Aziziyyah Denanyar, Gus Muiz Aziz, menjelaskan pentingnya mengingat lima hal. ’Lima hal itu, disebutnya baru akan terasa setelah tiada.

“Yaitu Nikmatnya masa muda baru akan terasa setelah tua. Nikmatnya sehat baru akan terasa setelah sakit. Nikmatnya kaya baru akan terasa setelah miskin. Nikmatnya waktu longgar baru akan terasa setelah sibuk. Nikmatnya hidup baru akan terasa setelah mati,” tutur Gus Muiz.

Makanya Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. Pertama, waktu mudamu sebelum datang masa tuamu. Kedua, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Ketiga, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu. Keempat, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Kelima, hidupmu sebelum datang matimu.

Suatu hari, malaikat maut datang mengunjungi Nabi Yakub alaihissalam. Nabi Yakub bertanya; Wahai malaikat maut, engkau datang untuk mencabut nyawaku atau hanya sekedar berkunjung? ’’Aku datang hanya untuk berkunjung saja,’’ jawab malaikat maut.

Baca Juga :  Binrohtal 1.537, Berzakat untuk Mensucikan Harta

Dalam percakapan selanjutnya, Nabi Yakub menyampaikan permintaan. ’’Jika sudah tiba waktunya ajalku nanti, tolong berilah tanda kepadaku sebelumnya!’’. ’’Baiklah,’’ jawab malaikat maut menyanggupi permintaan Nabi Yakub.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun. Malaikat maut datang kembali dan bertemu Nabi Yakub. Seperti biasa, Nabi Yakub bertanya, ’’Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku atau sekedar berkunjung?’’

’’Kali ini aku diutus untuk mencabut nyawamu.’’
’’Bukankah engkau telah berjanji untuk memberi tanda sebelum saat ini terjadi?’’ kata Nabi Yakub.
’’Benar, dan aku telah melakukan itu. Hanya saja kamu tak menyadarinya. Bukankah kemarin aku datang menjemput keponakanmu, sementara engkau berada di sana?’’

Malaikat maut kemudian melanjutkan; Aku pun telah mengirim utusan kepadamu. Rambutmu yang dulu hitam kini telah memutih. Tubuhmu yang dulu kekar dan kuat kini melemah. Dulu kamu berjalan dengan tubuh tegak sekarang menjadi bungkuk. Tidakkah kau sadar, semua itu adalah utusanku pada anak Adam sebelum ajal menjemputnya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.385: Malam Super Istimewa

Agar bisa mensyukuri hidup, kita harus banyak mengingat kematian. Mengingat mati membuat kita semakin giat dalam beribadah. Mengingat mati mendorong kita segera bertobat. Membuat kita merasa cukup atas apa yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala.

Mengingat mati menghilangkan sifat hasud, menjernihkan hati dan menghapus dosa-dosa. Serta menjauhkan kesusahan, dan mengendalikan diri dari perbuatan hura-hura. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Mengingat kematian hingga 20 kali dalam sehari semalam akan membuat kita mati husnul khatimah dan dibangkitkan bersama para syuhada pada hari kiamat. (jif/naz/riz)

 

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (22/11), Pengasuh PP Al Aziziyyah Denanyar, Gus Muiz Aziz, menjelaskan pentingnya mengingat lima hal. ’Lima hal itu, disebutnya baru akan terasa setelah tiada.

“Yaitu Nikmatnya masa muda baru akan terasa setelah tua. Nikmatnya sehat baru akan terasa setelah sakit. Nikmatnya kaya baru akan terasa setelah miskin. Nikmatnya waktu longgar baru akan terasa setelah sibuk. Nikmatnya hidup baru akan terasa setelah mati,” tutur Gus Muiz.

Makanya Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. Pertama, waktu mudamu sebelum datang masa tuamu. Kedua, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Ketiga, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu. Keempat, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Kelima, hidupmu sebelum datang matimu.

Suatu hari, malaikat maut datang mengunjungi Nabi Yakub alaihissalam. Nabi Yakub bertanya; Wahai malaikat maut, engkau datang untuk mencabut nyawaku atau hanya sekedar berkunjung? ’’Aku datang hanya untuk berkunjung saja,’’ jawab malaikat maut.

Baca Juga :  Toriqoh 225, Penyebab Rasa Berat Melakukan Ibadah

Dalam percakapan selanjutnya, Nabi Yakub menyampaikan permintaan. ’’Jika sudah tiba waktunya ajalku nanti, tolong berilah tanda kepadaku sebelumnya!’’. ’’Baiklah,’’ jawab malaikat maut menyanggupi permintaan Nabi Yakub.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun. Malaikat maut datang kembali dan bertemu Nabi Yakub. Seperti biasa, Nabi Yakub bertanya, ’’Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku atau sekedar berkunjung?’’

’’Kali ini aku diutus untuk mencabut nyawamu.’’
’’Bukankah engkau telah berjanji untuk memberi tanda sebelum saat ini terjadi?’’ kata Nabi Yakub.
’’Benar, dan aku telah melakukan itu. Hanya saja kamu tak menyadarinya. Bukankah kemarin aku datang menjemput keponakanmu, sementara engkau berada di sana?’’

Malaikat maut kemudian melanjutkan; Aku pun telah mengirim utusan kepadamu. Rambutmu yang dulu hitam kini telah memutih. Tubuhmu yang dulu kekar dan kuat kini melemah. Dulu kamu berjalan dengan tubuh tegak sekarang menjadi bungkuk. Tidakkah kau sadar, semua itu adalah utusanku pada anak Adam sebelum ajal menjemputnya.

Baca Juga :  Student Journalism: Ilmu Tak Tertandingi

Agar bisa mensyukuri hidup, kita harus banyak mengingat kematian. Mengingat mati membuat kita semakin giat dalam beribadah. Mengingat mati mendorong kita segera bertobat. Membuat kita merasa cukup atas apa yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala.

Mengingat mati menghilangkan sifat hasud, menjernihkan hati dan menghapus dosa-dosa. Serta menjauhkan kesusahan, dan mengendalikan diri dari perbuatan hura-hura. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Mengingat kematian hingga 20 kali dalam sehari semalam akan membuat kita mati husnul khatimah dan dibangkitkan bersama para syuhada pada hari kiamat. (jif/naz/riz)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/