alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Binrohtal 1.462, Kemanapun Niat Silaturahmi

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (23/6), Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya silaturahmi.

’’Pergi kemanapun, sebaiknya kita niati silaturahmi,’’ tuturnya. Agar tidak termasuk orang-orang yang memutuskan silaturahmi.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda;  Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi,’’ terangnya. Nabi juga bersabda: Orang yang memutus tali silaturahmi akan mendapat laknat dari Allah, walaupun dia mati di dalam Kakbah.

Dalam Alquran juga disebutkan perintah silaturahmi. Diantaranya dalam QS Annisa 36. Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah SWT tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.

Gus Fahmi lalu menyampaikan cerita. Ada seorang yang kaya raya berangkat haji. Sebelum berangkat, ia menitipkan uangnya sebesar 10.000 Dinar kepada seseorang yang sudah terbiasa dipercaya untuk menitipkan barang atau uang. Setelah selesai melaksanakan haji, orang kaya itu mendatangi rumah orang yang diberi amanah menyimpan uangnya tersebut.

Ternyata orang itu telah wafat.Orang kaya itupun bertanya kepada ahli warisnya. Namun tidak satupun di antara ahli warisnya mengetahui perihal uang titipan tersebut. Orang kaya itupun bertanya-tanya dalam hatinya, di manakah uangnya disimpan oleh orang yang diberi amanat?

Baca Juga :  Polres Jombang Segera Gelarkan Kasus Dugaan Penipuan Migor

Orang kaya itu lantas minta saran orang alim di Kota Makkah. Orang alim itu berkata: Di sepertiga malam akhir nanti, pergilah kamu ke Sumur Zamzam. Panggil nama temanmu yang kau titipi uang di bibir sumur. Jika temanmu orang baik yang termasuk ahli Surga, maka dia pasti akan menjawab panggilanmu.

Pada akhir malam, orang kaya itupun pergi mendatangi Sumur Zamzam . Di bibir sumur ia memanggil nama temannya yang ia titipi uang. Hingga tiga kali ia panggil, namun tidak ada jawaban sama sekali. Orang kaya itu pun kembali mendatangi orang alim tersebut.

Orang alim itu kaget dan berkata: Jika memang temanmu tidak menjawab, aku takut dia termasuk golongan ahli neraka. Jika demikian pergilah kamu ke Yaman, disana ada sebuah sumur yang bernama Barhut. Sumur itu ada di bibir neraka Jahannam. Datangilah di sepertiga malam akhir, dan panggil nama temanmu.

Orang kaya itu pun pergi ke Yaman, lalu mendatangi Sumur Barhut di sepertiga malam akhir. Ia panggil nama temannya yang ia titipi uang. Baru sekali panggilan, tiba-tiba terdengar jawaban dari dalam sumur. Orang kaya itu pun merasa prihatin dengan keadaan temannya itu.

Baca Juga :  Spirit Karate 60: Karateka Pasti Bisa Berpuasa

Ia lalu bertanya: Di manakah engkau menyimpan uangku? Dari dalam sumur terdengar jawaban: Aku menyimpan uangmu di sini dan di sini, di dalam rumahku, pergilah dan katakan kepada anak-anakku. Kamu akan mendapati uangmu kembali. Orang kaya itupun bertanya: Bagaimana bisa engkau tergolong sebagai orang yang ahli neraka? Bukankah kau adalah orang yang baik dan memiliki sifat amanah?

Orang itupun bercerita: Sesungguhnya aku mempunyai seorang saudari perempuan yang fakir miskin. Lama kami tidak saling tegur sapa, sampai aku meninggal. Inilah yang menyebabkan aku tergolong sebagai ahli neraka. Jika kau mau menolongku, datangilah saudariku tersebut, dan mintakan maaf kepadanya.

Ceritakan padanya, bagaimana keadaanku sekarang ini yang merasakan siksaan, karena putus tali silaturahmi dengannya. Orang kaya itupun segera pergi ke rumah ahli waris temannya itu, lalu mengambil harta yang dia titipkan.

Ia lantas pergi ke rumah saudari perempuan temannya tersebut. Setelah bertemu, ia pun menceritakan apa yang dialami saudaranya di alam kubur.  Mendengar cerita itu, perempuan tadi menangis dan memaafkan saudaranya. Lalu ia memohon ampun dan mulai menyambung tali silaturahmi dengan anak-anak saudaranya. (jif/riz)

 

- Advertisement -

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (23/6), Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya silaturahmi.

’’Pergi kemanapun, sebaiknya kita niati silaturahmi,’’ tuturnya. Agar tidak termasuk orang-orang yang memutuskan silaturahmi.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda;  Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi,’’ terangnya. Nabi juga bersabda: Orang yang memutus tali silaturahmi akan mendapat laknat dari Allah, walaupun dia mati di dalam Kakbah.

Dalam Alquran juga disebutkan perintah silaturahmi. Diantaranya dalam QS Annisa 36. Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah SWT tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.

Gus Fahmi lalu menyampaikan cerita. Ada seorang yang kaya raya berangkat haji. Sebelum berangkat, ia menitipkan uangnya sebesar 10.000 Dinar kepada seseorang yang sudah terbiasa dipercaya untuk menitipkan barang atau uang. Setelah selesai melaksanakan haji, orang kaya itu mendatangi rumah orang yang diberi amanah menyimpan uangnya tersebut.

Ternyata orang itu telah wafat.Orang kaya itupun bertanya kepada ahli warisnya. Namun tidak satupun di antara ahli warisnya mengetahui perihal uang titipan tersebut. Orang kaya itupun bertanya-tanya dalam hatinya, di manakah uangnya disimpan oleh orang yang diberi amanat?

Baca Juga :  Bukber Lintas Agama, Sinta Nuriyah: Silaturrahmi dan Dialog itu Penting
- Advertisement -

Orang kaya itu lantas minta saran orang alim di Kota Makkah. Orang alim itu berkata: Di sepertiga malam akhir nanti, pergilah kamu ke Sumur Zamzam. Panggil nama temanmu yang kau titipi uang di bibir sumur. Jika temanmu orang baik yang termasuk ahli Surga, maka dia pasti akan menjawab panggilanmu.

Pada akhir malam, orang kaya itupun pergi mendatangi Sumur Zamzam . Di bibir sumur ia memanggil nama temannya yang ia titipi uang. Hingga tiga kali ia panggil, namun tidak ada jawaban sama sekali. Orang kaya itu pun kembali mendatangi orang alim tersebut.

Orang alim itu kaget dan berkata: Jika memang temanmu tidak menjawab, aku takut dia termasuk golongan ahli neraka. Jika demikian pergilah kamu ke Yaman, disana ada sebuah sumur yang bernama Barhut. Sumur itu ada di bibir neraka Jahannam. Datangilah di sepertiga malam akhir, dan panggil nama temanmu.

Orang kaya itu pun pergi ke Yaman, lalu mendatangi Sumur Barhut di sepertiga malam akhir. Ia panggil nama temannya yang ia titipi uang. Baru sekali panggilan, tiba-tiba terdengar jawaban dari dalam sumur. Orang kaya itu pun merasa prihatin dengan keadaan temannya itu.

Baca Juga :  Binrohtal 1.420, Fokus Memperbanyak Ibadah

Ia lalu bertanya: Di manakah engkau menyimpan uangku? Dari dalam sumur terdengar jawaban: Aku menyimpan uangmu di sini dan di sini, di dalam rumahku, pergilah dan katakan kepada anak-anakku. Kamu akan mendapati uangmu kembali. Orang kaya itupun bertanya: Bagaimana bisa engkau tergolong sebagai orang yang ahli neraka? Bukankah kau adalah orang yang baik dan memiliki sifat amanah?

Orang itupun bercerita: Sesungguhnya aku mempunyai seorang saudari perempuan yang fakir miskin. Lama kami tidak saling tegur sapa, sampai aku meninggal. Inilah yang menyebabkan aku tergolong sebagai ahli neraka. Jika kau mau menolongku, datangilah saudariku tersebut, dan mintakan maaf kepadanya.

Ceritakan padanya, bagaimana keadaanku sekarang ini yang merasakan siksaan, karena putus tali silaturahmi dengannya. Orang kaya itupun segera pergi ke rumah ahli waris temannya itu, lalu mengambil harta yang dia titipkan.

Ia lantas pergi ke rumah saudari perempuan temannya tersebut. Setelah bertemu, ia pun menceritakan apa yang dialami saudaranya di alam kubur.  Mendengar cerita itu, perempuan tadi menangis dan memaafkan saudaranya. Lalu ia memohon ampun dan mulai menyambung tali silaturahmi dengan anak-anak saudaranya. (jif/riz)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/