alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Binrohtal 1.436, Sedekah Tak Laku di Akhir Zaman

SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (23/5), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan tanda kiamat. Diantaranya yakni semua orang hartanya banyak sehingga tak ada yang mau menerima sedekah.

“Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang berkeliling dengan membawa harta sedekah berupa emas, kemudian dia tidak mendapati seorang pun yang mau menerimanya. Di masa itu juga, jumlah seorang laki-laki setara 40 perempuan,’’ tuturnya.

Gus Anam menjelaskan, gambaran masa depan yang disampaikan Rasulullah itu bukanlah dari nabi sendiri. Melainkan dari Allah subhanahu wa ta’ala. ’’Sehingga informasi tentang masa depan yang disampaikan Rasulullah pasti benar. Karena bersumber dari Allah subhanahu wa ta’ala,’’ terangnya.

Nah, dari hadis itu, ada dua tanda tanda akhir zaman. Pertama, orang ingin sedekah emas namun tak ada yang mau menerimanya. Karena pada akhir zaman nanti, semua orang sudah kaya. Semua sudah punya harta. Sehingga tidak butuh harta dari orang lain.

Baca Juga :  Masjid Annaim di Jogoroto ini Ada Sejak 1900an, Dirintis Prajurit Diponegoro

’’Semakin lama, manusia memang semakin kaya,’’ jelasnya. Dulu mayoritas warga makan nasi jagung karena tak mampu beli beras. Sekarang semua warga sudah makan beras. ’’Dulu di kampung yang punya motor hanya satu atau dua orang,’’ ucapnya. Namun sekarang, semua rumah sudah punya motor.

Dulu yang punya mobil sedikit. Sekarang yang punya mobil banyak. ’’Jalan dibangun seperti apapun, pasti tak akan muat menampung kendaraan. Karena jumlah yang punya  kendaraan terus bertambah banyak,’’ bebernya. Dibangun banyak jalan tol sekalipun, kelak pasti tak mampu menampung kendaraan. Karena yang punya kendaraan terus bertambah.

Nah, sekarang ini, orang sedekah nasi bungkus masih ada yang mau menerima. ’’Kelak jangankan sedekah nasi bungkus, sedekah emas pun tak ada yang mau menerima. Karena semua sudah kaya,’’ paparnya.

Ditengah kondisi ekonomi yang terus meningkat, kita harus semakin bersyukur. Kita harus banyak sedekah. Mumpung masih ada orang yang mau menerima sedekah. Sebelum kelak tak ada lagi orang yang mau menerima sedekah.

Baca Juga :  Binrohtal 1.373: Mengimani Isra Mikraj

Kedua, jumlah seorang laki-laki setara dengan 40 perempuan. ’’Sekarang ini, jumlah perempuan sudah lebih banyak dibanding laki-laki,’’ urainya. Mayoritas bayi yang lahir perempuan. ’’Saya sendiri punya empat anak, semuanya perempuan,’’ ucapnya.

Berdasarkan sensus penduduk Indonesia 2020,  jumlah penduduk laki-laki 136,66 juta atau 50,58 persen. Sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 133,54 juta, atau 49,42 persen. 102 penduduk laki-laki berbanding 100 penduduk perempuan.

Namun angka harapan hidup perempuan lebih tinggi. Perempuan 73,46 tahun, sedangkan laki-laki 69,59 tahun.Selama pandemi Covid-19 kemarin, laki-laki lebih banyak yang meninggal dibanding perempuan.

Gus Anam berpesan, berada di zaman akhir, kita harus tetap berpegang teguh dengan ajaran agama meskipun berat. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barangsiapa yang berpegang dengan sunahku, ketika merata kerusakan pada umatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid. ’’Satu orang mati syahid saja langsung masuk surga, apalagi seratus mati syahid,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)

- Advertisement -

SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (23/5), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan tanda kiamat. Diantaranya yakni semua orang hartanya banyak sehingga tak ada yang mau menerima sedekah.

“Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang berkeliling dengan membawa harta sedekah berupa emas, kemudian dia tidak mendapati seorang pun yang mau menerimanya. Di masa itu juga, jumlah seorang laki-laki setara 40 perempuan,’’ tuturnya.

Gus Anam menjelaskan, gambaran masa depan yang disampaikan Rasulullah itu bukanlah dari nabi sendiri. Melainkan dari Allah subhanahu wa ta’ala. ’’Sehingga informasi tentang masa depan yang disampaikan Rasulullah pasti benar. Karena bersumber dari Allah subhanahu wa ta’ala,’’ terangnya.

Nah, dari hadis itu, ada dua tanda tanda akhir zaman. Pertama, orang ingin sedekah emas namun tak ada yang mau menerimanya. Karena pada akhir zaman nanti, semua orang sudah kaya. Semua sudah punya harta. Sehingga tidak butuh harta dari orang lain.

Baca Juga :  Masjid Annaim di Jogoroto ini Ada Sejak 1900an, Dirintis Prajurit Diponegoro

’’Semakin lama, manusia memang semakin kaya,’’ jelasnya. Dulu mayoritas warga makan nasi jagung karena tak mampu beli beras. Sekarang semua warga sudah makan beras. ’’Dulu di kampung yang punya motor hanya satu atau dua orang,’’ ucapnya. Namun sekarang, semua rumah sudah punya motor.

Dulu yang punya mobil sedikit. Sekarang yang punya mobil banyak. ’’Jalan dibangun seperti apapun, pasti tak akan muat menampung kendaraan. Karena jumlah yang punya  kendaraan terus bertambah banyak,’’ bebernya. Dibangun banyak jalan tol sekalipun, kelak pasti tak mampu menampung kendaraan. Karena yang punya kendaraan terus bertambah.

- Advertisement -

Nah, sekarang ini, orang sedekah nasi bungkus masih ada yang mau menerima. ’’Kelak jangankan sedekah nasi bungkus, sedekah emas pun tak ada yang mau menerima. Karena semua sudah kaya,’’ paparnya.

Ditengah kondisi ekonomi yang terus meningkat, kita harus semakin bersyukur. Kita harus banyak sedekah. Mumpung masih ada orang yang mau menerima sedekah. Sebelum kelak tak ada lagi orang yang mau menerima sedekah.

Baca Juga :  Student Journalism: Keutamaan Surat Al Ikhlas

Kedua, jumlah seorang laki-laki setara dengan 40 perempuan. ’’Sekarang ini, jumlah perempuan sudah lebih banyak dibanding laki-laki,’’ urainya. Mayoritas bayi yang lahir perempuan. ’’Saya sendiri punya empat anak, semuanya perempuan,’’ ucapnya.

Berdasarkan sensus penduduk Indonesia 2020,  jumlah penduduk laki-laki 136,66 juta atau 50,58 persen. Sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 133,54 juta, atau 49,42 persen. 102 penduduk laki-laki berbanding 100 penduduk perempuan.

Namun angka harapan hidup perempuan lebih tinggi. Perempuan 73,46 tahun, sedangkan laki-laki 69,59 tahun.Selama pandemi Covid-19 kemarin, laki-laki lebih banyak yang meninggal dibanding perempuan.

Gus Anam berpesan, berada di zaman akhir, kita harus tetap berpegang teguh dengan ajaran agama meskipun berat. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barangsiapa yang berpegang dengan sunahku, ketika merata kerusakan pada umatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid. ’’Satu orang mati syahid saja langsung masuk surga, apalagi seratus mati syahid,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/