26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Toriqoh 233, Penyebab Nikmat Jadi Azab

JOMBANG – Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya mensyukuri nikmat.

Menurut Kiai Cholil, nikmat wajib hukumnya untuk disyukuri. ’’Nikmat yang tidak kita syukuri akan berubah menjadi azab,’’ tuturnya.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ibrahim 7.  Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memaklumkan; ’’Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Suatu ketika, Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bertemu dengan seorang pengemis. Nabi memberinya sebiji kurma, tetapi si pengemis tidak mau menerimanya.  Kemudian Nabi bertemu dengan pengemis lainnya, Nabi memberikan sebiji kurma itu kepadanya. Si pengemis itu mau menerimanya seraya berkata, ’’Betapa berharganya sebiji kurma dari Rasulullah Muhammad SAW.’’ Maka Rasulullah memerintahkan agar si pengemis itu diberi uang sebanyak empat puluh dirham.

Kiai Cholil cerita, ada orang makan nasi lauk sambal dan tahu. Dia sangat bersyukur atas rezeki yang diberikan kepadanya. ’’Makan nasi lauk sambal dan tahu pun akhirnya terasa sangat nikmat,’’ terangnya. Sebaliknya, ada orang makan sate yang harusnya lebih nikmat. Namun karena tidak bersyukur, justru makanan itu jadi penyakit. Setelah makan sate kena darah tinggi, kolesterol dan lainnya.

Baca Juga :  Masjid Nurul Jannah, Metamorfosa Musala Kecil jadi Masjid Jamik

Tanda bersyukur yakni menggunakan nikmat untuk ibadah. ’’Setelah makan apapun membaca Alquran 200 ayat, pasti tidak jadi penyakit. Justru makanannya menjadi obat,’’ jelasnya.

Agar nikmat benar-benar terasa, kita tak boleh berlebihan. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam memberi teladan, tidak makan sebelum lapar dan tidak tidur sebelum mengantuk. Jika lapar, kita makan apapun akan terasa nikmat. Jika ngantuk, tidur di lantai pun akan terasa nikmat. ’’Santri yang bersyukur, pasti akan merasakan nikmat di pondok,’’ tegasnya.

Rezeki tidak ikut mikir, karena sudah dipikirkan orang tua. Makanan tidak ikut masak, karena sudah disiapkan oleh tukang masak. Bisa ngaji dan sekolah melaksanakan kewajiban mencari ilmu. ’’Santri yang bersyukur, mulai bangun tidur sampai tidur lagi akan selalu merasakan nikmat,’’ urainya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.334: 3 Macam Orang Ibadah

Nikmat apapun, jika dikufuri akan menjadi azab. Firaun adalah contoh orang yang diberi Allah SWT nikmat berupa kekuasaan. Tapi Firaun kufur, sehingga akhirnya nikmat itu berubah menjadi azab. Qorun adalah contoh orang yang diberi nikmat berupa harta. Tapi karena dia kufur, akhirnya nikmat itu berubah menjadi azab.

Kaum Nabi Luth contoh orang yang diberi nikmat berupa fisik yang bagus. Tapi karena kufur, akhirnya nikmat itu berubah menjadi azab. Banyak orang diberi nikmat berupa jabatan, namun karena kufur nikmat sehingga korupsi, akhirnya masuk bui. Nikmat pun berubah menjadi azab.  Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati. Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka apapun yang diterima dari Allah SWT akan disyukuri sehingga menjadi nikmat. (jif/naz/riz)

 

 

JOMBANG – Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya mensyukuri nikmat.

Menurut Kiai Cholil, nikmat wajib hukumnya untuk disyukuri. ’’Nikmat yang tidak kita syukuri akan berubah menjadi azab,’’ tuturnya.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ibrahim 7.  Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memaklumkan; ’’Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Suatu ketika, Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bertemu dengan seorang pengemis. Nabi memberinya sebiji kurma, tetapi si pengemis tidak mau menerimanya.  Kemudian Nabi bertemu dengan pengemis lainnya, Nabi memberikan sebiji kurma itu kepadanya. Si pengemis itu mau menerimanya seraya berkata, ’’Betapa berharganya sebiji kurma dari Rasulullah Muhammad SAW.’’ Maka Rasulullah memerintahkan agar si pengemis itu diberi uang sebanyak empat puluh dirham.

Kiai Cholil cerita, ada orang makan nasi lauk sambal dan tahu. Dia sangat bersyukur atas rezeki yang diberikan kepadanya. ’’Makan nasi lauk sambal dan tahu pun akhirnya terasa sangat nikmat,’’ terangnya. Sebaliknya, ada orang makan sate yang harusnya lebih nikmat. Namun karena tidak bersyukur, justru makanan itu jadi penyakit. Setelah makan sate kena darah tinggi, kolesterol dan lainnya.

Baca Juga :  Ini Penyebab Kecelakaan Truk yang Tabrak Mapolsek Diwek

Tanda bersyukur yakni menggunakan nikmat untuk ibadah. ’’Setelah makan apapun membaca Alquran 200 ayat, pasti tidak jadi penyakit. Justru makanannya menjadi obat,’’ jelasnya.

Agar nikmat benar-benar terasa, kita tak boleh berlebihan. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam memberi teladan, tidak makan sebelum lapar dan tidak tidur sebelum mengantuk. Jika lapar, kita makan apapun akan terasa nikmat. Jika ngantuk, tidur di lantai pun akan terasa nikmat. ’’Santri yang bersyukur, pasti akan merasakan nikmat di pondok,’’ tegasnya.

Rezeki tidak ikut mikir, karena sudah dipikirkan orang tua. Makanan tidak ikut masak, karena sudah disiapkan oleh tukang masak. Bisa ngaji dan sekolah melaksanakan kewajiban mencari ilmu. ’’Santri yang bersyukur, mulai bangun tidur sampai tidur lagi akan selalu merasakan nikmat,’’ urainya.

Baca Juga :  Selamatkan Aset Daerah, BPKAD Berhasil Terbitkan 1.263 Buku Sertifikat

Nikmat apapun, jika dikufuri akan menjadi azab. Firaun adalah contoh orang yang diberi Allah SWT nikmat berupa kekuasaan. Tapi Firaun kufur, sehingga akhirnya nikmat itu berubah menjadi azab. Qorun adalah contoh orang yang diberi nikmat berupa harta. Tapi karena dia kufur, akhirnya nikmat itu berubah menjadi azab.

Kaum Nabi Luth contoh orang yang diberi nikmat berupa fisik yang bagus. Tapi karena kufur, akhirnya nikmat itu berubah menjadi azab. Banyak orang diberi nikmat berupa jabatan, namun karena kufur nikmat sehingga korupsi, akhirnya masuk bui. Nikmat pun berubah menjadi azab.  Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati. Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka apapun yang diterima dari Allah SWT akan disyukuri sehingga menjadi nikmat. (jif/naz/riz)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/