26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Masjid Klasik di Jalur Wisata Wonosalam ini Kerap Jadi Jujugan Musafir

JOMBANG – Masjid Al Hasanah yang terletak di Jl Anjasmoro, Dusun Pucangrejo, Desa/Kecamatan Wonosalam memiliki gaya klasik dengan ciri khas atap tumpang khas Masjid Demak. Pembangunan masjid ini dimulai sekitar 1997 dan baru diresmikan pada 1999 oleh Bupati Jombang Affandi kala itu.

Lokasi Masjid Al Hasanah cukup strategis di pinggir jalan kabupaten. Tak ayal masjid ini sering kali jadi jujukan wisatawan yang berkunjung ke Wonosalam. Masjid Al Hasanah memiliki halaman depan yang cukup luas dan asri. Bangunan masjid yang didominasi warna hijau putih serta atap tumpang yang menjulang tinggi menjadi ciri khas masjid.

Sumari, 78, salah satu pengurus masjid menceritakan Masjid AL Hasanah mulai dibangun sejak 1997-1998. Kemudian pembangunan selesai pada 1999. ”Selesai dibangun kemudian diresmikan pak bupati Affandi,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang usai salat Duhur kemarin (22/12).

Baca Juga :  Binrohtal 1.295: Empat Hiasan

Dijelaskan, masjid ini dibangun keluarga Ridwan Syah dari Jakarta. Kala itu, Ridwan membeli tanah yang berada di Dusun Pucangrejo milik keluarga Yatin Sunarto yang tak lain mertuanya. ”Kemudian dibangunlah masjid ini oleh pak Ridwan Syah,’’ tambahnya.

Begitu selesai dibangun pada 1999, masjid langsung diwakafkan ke masyarakat setempat yang ditandai dengan peresmian oleh Bupati Jombang Affandi kala itu. ”Kemudian sampai sekarang masjid ini dirawat masyarakat sini. Termasuk pengurus masjid juga dari masyarakat sini,” tuturnya.

Pria yang sehari-hari bertugas menjadi imam masjid Al Hasanah ini menerangkan, sejak dibangun 1997 silam, tidak banyak mengelami perubahan. Artinya, seluruh bangunan dan gedung masih asli. Mulai lantai, atap, hingga bedug masih asli. ”Hanya menambahkan beberapa kanopi bagian depan ini,’’ terangnya.

Baca Juga :  Ada Masjid Unik di Jombang, Bangunannya di Atas Bukit, Dikelilingi Galian C

Masjid Al Hasanah memiliki dua lantai. Lantai bawah berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan masjid. Sedangkan, bangunan kedua di lantai atas sebagai tempat utama masjid. hal ini karena menyesuaikan, kondisi geografis di Wonosalam wilayah perbukitan. ”Kalau salat Jumat ini bisa muat 100 jamaah,’’ jelas dia.

Selain kegiatan jamaah salat lima waktu rutin, saat sore hari juga digunakan tempat anak anak mengaji. ”Mengaji, belajar terbangan hingga kegiatan keagamaan lain juga di sini,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)

JOMBANG – Masjid Al Hasanah yang terletak di Jl Anjasmoro, Dusun Pucangrejo, Desa/Kecamatan Wonosalam memiliki gaya klasik dengan ciri khas atap tumpang khas Masjid Demak. Pembangunan masjid ini dimulai sekitar 1997 dan baru diresmikan pada 1999 oleh Bupati Jombang Affandi kala itu.

Lokasi Masjid Al Hasanah cukup strategis di pinggir jalan kabupaten. Tak ayal masjid ini sering kali jadi jujukan wisatawan yang berkunjung ke Wonosalam. Masjid Al Hasanah memiliki halaman depan yang cukup luas dan asri. Bangunan masjid yang didominasi warna hijau putih serta atap tumpang yang menjulang tinggi menjadi ciri khas masjid.

Sumari, 78, salah satu pengurus masjid menceritakan Masjid AL Hasanah mulai dibangun sejak 1997-1998. Kemudian pembangunan selesai pada 1999. ”Selesai dibangun kemudian diresmikan pak bupati Affandi,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang usai salat Duhur kemarin (22/12).

Baca Juga :  Masjid Al Karim, Masjid Berarsitektur Perpaduan Jawa Timur dan Jawa Tengah

Dijelaskan, masjid ini dibangun keluarga Ridwan Syah dari Jakarta. Kala itu, Ridwan membeli tanah yang berada di Dusun Pucangrejo milik keluarga Yatin Sunarto yang tak lain mertuanya. ”Kemudian dibangunlah masjid ini oleh pak Ridwan Syah,’’ tambahnya.

Begitu selesai dibangun pada 1999, masjid langsung diwakafkan ke masyarakat setempat yang ditandai dengan peresmian oleh Bupati Jombang Affandi kala itu. ”Kemudian sampai sekarang masjid ini dirawat masyarakat sini. Termasuk pengurus masjid juga dari masyarakat sini,” tuturnya.

Pria yang sehari-hari bertugas menjadi imam masjid Al Hasanah ini menerangkan, sejak dibangun 1997 silam, tidak banyak mengelami perubahan. Artinya, seluruh bangunan dan gedung masih asli. Mulai lantai, atap, hingga bedug masih asli. ”Hanya menambahkan beberapa kanopi bagian depan ini,’’ terangnya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.312: Keutamaan Bekerja

Masjid Al Hasanah memiliki dua lantai. Lantai bawah berfungsi sebagai tempat penyimpanan peralatan masjid. Sedangkan, bangunan kedua di lantai atas sebagai tempat utama masjid. hal ini karena menyesuaikan, kondisi geografis di Wonosalam wilayah perbukitan. ”Kalau salat Jumat ini bisa muat 100 jamaah,’’ jelas dia.

Selain kegiatan jamaah salat lima waktu rutin, saat sore hari juga digunakan tempat anak anak mengaji. ”Mengaji, belajar terbangan hingga kegiatan keagamaan lain juga di sini,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/