Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Binrohtal 1.295: Empat Hiasan

23 November 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Binrohtal 1.295: Empat Hiasan

KH Khairil Anam Denanyar

Share this      

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (22/11), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan pentingnya hiasan. ’’Dalam kitab Nashoihul Ibad, Sayyidina Abu Bakar RA menyampaikan pentingnya hiasan dalam kehidupan manusia,’’ tuturnya.

Hiasan itu fungsinya, agar yang dihiasi menjadi lebih baik dan lebih menarik. Bahkan lebih berharga. Diantara hiasan-hiasan kehidupan itu yang pertama, menjaga diri dari meminta minta, merupakan hiasan bagi orang fakir.

’’Manusia di dunia ini dalam kondisi apapun, apakah itu kaya atau miskin, konglomerat atau melarat, pejabat atau rakyat, penguasa atau orang biasa, semua bisa berpotensi menjadi baik,’’ terangnya. Yang kaya bisa jadi baik. Yang miskin pun juga bisa menjadi baik. Tergantung bagaimana menyikapi dan mengelolanya.

Baca juga: Binrohtal 1.294: Taubat Sejati

Jika miskin, tidak meminta-minta, bekerja dengan cara yang halal, tidak meninggalkan ibadahnya dan sabar menghadapi kehidupannya. ’’Miskin yang seperti ini adalah miskin yang baik dan kelak di akhirat malah masuk surga lebih dulu dari pada yang kaya,’’ urainya. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda, orang miskin masuk surga lebih dulu dengan selisih 500 tahun.

’’Jika kaya, kok malah foya-foya saja, tiap hari melakukan dosa, maka ini bukan tipe orang kaya yang baik,’’ bebernya.

Kedua, syukur merupakan hiasan untuk nikmat. ’’Nikmat akan menjadi baik apabila dihiasi dengan syukur, namun bila tidak disyukuri justru nikmat itu menjadi laknat,’’ paparnya. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ibrahim 7. Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu. Dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Ketiga, sabar hiasan untuk musibah. ’’Musibah yang menimpa manusia di dunia ini bukan hal yang jelek, justru itu menjadi ladang pahala yang besar dan menjadi pelebur dosa bagi yang tertimpa manakala dihiasi dengan sabar,’’ urainya. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda, sakit panas satu hari melebur dosa satu tahun.

Allah subhanahu wa ta’ala juga menegaskan dalam QS Albaqarah 155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Orang sabar akan mendapatkan ganti dari musibah yang dialami. Baik ganti di surga maupun di akhirat kelak.

Keempat, tawaduk merupakan hiasan untuk kedudukan. ’’Tawaduk itu merasa bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, dan apa saja yang ada pada dirinya, bisa punya apa-apa dan menjadi siapa-siapa, itu semua anugerah pemberian dari Allah yang maha kuasa,’’ jelasnya. Sehingga ketika punya jabatan atau kedudukan tidak akan sombong. Karena dia tahu kalau itu hanya titipan saja dari yang kuasa. Dan titipan itu tidak pantas untuk disombong-sombongkan.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang tawadul derajatnya akan diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Sedangkan orang yang sombong akan dihinakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Saking pentingnya tawaduk, sampai-sampai Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan dalam QS Alhijr 88. Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.

(jo/jif/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia