alexametrics
29.2 C
Jombang
Monday, September 26, 2022

Binrohtal 1.528, Belajar dari Katak

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (21/9), Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan pentingnya berbuat baik sesuai kemampuan.

’’Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan,’’ tuturnya mengutip QS Attaubah 105.

Mbah Bolong lalu cerita saat Nabi Ibrahim alaihissalam dibakar Raja Namrud. ’’Abi yang membakar Nabi Ibrahim sangat besar, sebesar bukit,’’ terangnya.

Nah, kala itu katak merasa kasihan kepada Nabi Ibrahim. Katak lalu berusaha memadamkan api yang  membakar Nabi Ibrahim. Katak mengambil air di sungai dimasukkan mulutnya. Lalu mendekati api dan menyemprotkannya agar api padam. ’’Karena apinya sangat besar, tentu sedikit air yang dibawa katak itu tak mampu memadamkan,’’ jelasnya. Meskipun katak bolak-balik mengambil air dan menyemprotkannya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.443, Amal Saleh Sesuai Kemampuan

’’Walaupun katak tidak mampu memadamkan api, namun Allah SWT tetap menghargai perjuangannya,’’ tegas Mbah Bolong. Rasulullah Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Berilah keamanan bagi kodok (jangan dibunuh), karena sesungguhnya suaranya yang kalian dengar adalah tasbih, takdis dan takbir. Sesungguhnya hewan-hewan meminta izin kepada Rabb-nya untuk memadamkan api dari Nabi Ibrahim, maka diizinkanlah bagi kodok.

Terkadang, kita berpikir untuk memperbaiki Indonesia. Bahkan memperbaiki dunia. ’’Lakukanlah sesuai kemampuan. Kerjakan apa yang di depan mata. Laksanakan tugas kita dengan profesional. Nanti Allah SWT pasti memberikan balasannya,’’ terangnya.

Orang yang diberi ilmu, berjuanglah dengan ilmunya. ’’Saya yang mubalig, maka perbaikilah kondisi dengan menjalankan tugas sebagai mubalig,’’ urainya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.468, Keutamaan Bulan Zulhijah

Orang yang diberi Allah banyak harta, maka berjuanglah dengan harta. Perbanyak sedekah, santuni yatim, sekolahkan dan pondokkan anak yang tidak mampu. Bangun masjid, bangun sekolah dan bangun pesantren. Nanti Allah SWT pasti memberikan balasannya.

Orang yang diberi Allah SWT kekuatan dan kekuasaan. ’’Seperti anda yang diberi Allah SWT anugerah menjadi polisi, laksanakanlah tugas dengan profesional dan amanah. Nanti dampaknya pasti bisa ke seluruh Indonesia bahkan dunia,’’ tegasnya. Allah SWT pasti akan memberikan balasan yang terbaik.

’’Satu katak yang mencoba memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim, semua katak dilarang dibunuh,’’ bebernya. Satu polisi yang berbuat baik, semua polisi seluruh Indonesia bisa ikut dipuji baik. (jif/naz/riz) 

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (21/9), Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan pentingnya berbuat baik sesuai kemampuan.

’’Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan,’’ tuturnya mengutip QS Attaubah 105.

Mbah Bolong lalu cerita saat Nabi Ibrahim alaihissalam dibakar Raja Namrud. ’’Abi yang membakar Nabi Ibrahim sangat besar, sebesar bukit,’’ terangnya.

Nah, kala itu katak merasa kasihan kepada Nabi Ibrahim. Katak lalu berusaha memadamkan api yang  membakar Nabi Ibrahim. Katak mengambil air di sungai dimasukkan mulutnya. Lalu mendekati api dan menyemprotkannya agar api padam. ’’Karena apinya sangat besar, tentu sedikit air yang dibawa katak itu tak mampu memadamkan,’’ jelasnya. Meskipun katak bolak-balik mengambil air dan menyemprotkannya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.392: Rahmat Allah

’’Walaupun katak tidak mampu memadamkan api, namun Allah SWT tetap menghargai perjuangannya,’’ tegas Mbah Bolong. Rasulullah Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Berilah keamanan bagi kodok (jangan dibunuh), karena sesungguhnya suaranya yang kalian dengar adalah tasbih, takdis dan takbir. Sesungguhnya hewan-hewan meminta izin kepada Rabb-nya untuk memadamkan api dari Nabi Ibrahim, maka diizinkanlah bagi kodok.

Terkadang, kita berpikir untuk memperbaiki Indonesia. Bahkan memperbaiki dunia. ’’Lakukanlah sesuai kemampuan. Kerjakan apa yang di depan mata. Laksanakan tugas kita dengan profesional. Nanti Allah SWT pasti memberikan balasannya,’’ terangnya.

Orang yang diberi ilmu, berjuanglah dengan ilmunya. ’’Saya yang mubalig, maka perbaikilah kondisi dengan menjalankan tugas sebagai mubalig,’’ urainya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.499, Ramalan dan Petunjuk Mimpi

Orang yang diberi Allah banyak harta, maka berjuanglah dengan harta. Perbanyak sedekah, santuni yatim, sekolahkan dan pondokkan anak yang tidak mampu. Bangun masjid, bangun sekolah dan bangun pesantren. Nanti Allah SWT pasti memberikan balasannya.

Orang yang diberi Allah SWT kekuatan dan kekuasaan. ’’Seperti anda yang diberi Allah SWT anugerah menjadi polisi, laksanakanlah tugas dengan profesional dan amanah. Nanti dampaknya pasti bisa ke seluruh Indonesia bahkan dunia,’’ tegasnya. Allah SWT pasti akan memberikan balasan yang terbaik.

’’Satu katak yang mencoba memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim, semua katak dilarang dibunuh,’’ bebernya. Satu polisi yang berbuat baik, semua polisi seluruh Indonesia bisa ikut dipuji baik. (jif/naz/riz) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/