alexametrics
24.5 C
Jombang
Friday, June 24, 2022

Binrohtal 1.460, Dicintai Malaikat dan Manusia

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (21/6), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan resep agar dicintai malaikat dan manusia.

’’Sayidina Utsman bin Affan radiyallahu anhu berkata; Barang siapa meninggalkan dosa maka dicintai malaikat, dan barangsiapa meninggalkan tamak (berharap pada manusia) maka dicintai manusia,’’ tuturnya.

Gus Anam menjelaskan, namanya dicintai tentu sesuatu yang istimewa. Karena akan mendapatkan perlakuan yang istimewa. ’’Beda dengan mencintai, maka harus memperlakukan dengan istimewa,’’ terangnya.

Ketika seseorang dicintai atasannya, maka akan diberi kemudahan-kemudahan bahkan karirnya cepat naik. ’’Tentu bisa dicintai itu tidak dengan tangan kosong,’’ ucapnya. Namun ada prestasi yang diraih. Misalnya, kinerjanya bagus, disiplin, tanggung jawab, inovatif, kreatif dan sebagainya.

Demikian juga halnya dengan dicintai malaikat. Jika manusia ingin dicintai malaikat, tentu harus ada prestasi yang ditorehkan. Diantaranya adalah meninggalkan perbuatan dosa.

Malaikat itu tidak pernah berbuat dosa. Jika ada manusia tidak berbuat dosa maka ada kesamaan. ’’Adanya unsur kesamaan inilah yang membuat malaikat cinta,’’ tegasnya. Kalau dicintai malaikat, kok malaikat Mikail yang tugasnya membagi rejeki, bisa jadi diberi lebih banyak. Dicintai malaikat Munkar Nakir, bisa jadi kelak tidak ditanyai di alam kubur.

Baca Juga :  Binrohtal 1.385: Malam Super Istimewa

Agar tidak mudah berbuat dosa, kita harus berupaya selalu suci atau punya wudu. Tiap batal, langsung wudu lagi. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berpesan kepada Sayidina Ali karramallahu wajhah agar selalu dalam kondisi suci punya wudu. Ini karena malaikat selalu mendoakan orang yang punya wudu.

Cara lain agar tidak mudah dosa yakni dengan mengonsumsi makanan minuman halal. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Seseorang akan terus dicatat dalam kebaikan selama makan minumnya halal.

’’Begitu juga jika ingin dicintai manusia, jangan banyak bergantung dan berharap pada manusia, tetapi berharaplah kepada Allah subhanahu wa ta’ala,’’ terangnya. Termasuk tamak yakni berharap pemberian manusia. Orang seperti ini hidupnya tidak mandiri. Tidak mau mengeluarkan zakat dan sedekah kepada fakir miskin.

Sebagaimana yang dikisahkan dalam QS.Al-Qalam17-33. Kisah ini terjadi di sebuah desa bernama Dharwan. Di desa ini hidup seorang laki-laki saleh yang memiliki sebuah kebun. Setiap panen, laki-laki saleh selalu membagi hasilnya menjadi tiga. Sepertiga ditanam lagi. Sepertiga dimakan untuk dirinya dan keluarga. Sepertiga disedekahkan pada fakir miskin. Selama itu dilakukan, hasil panen di kebunnya selalu bagus.

Baca Juga :  Student Journalism:: Memeluk untuk Melepas

Setelah orang ini wafat, kebun pindah tangan ke orang yang tamak. Mereka tidak mau mengeluarkan hasil panen untuk zakat dan sedekah. Sehari jelang panen, mereka melihat tanaman di kebunnya sangat subur. Mereka berkata, hasil panennya esok hari pasti melimpah ruah. Saat panen, orang-orang fakir miskin biasanya berbondong-bondong datang minta bagian.

Si pemilik tidak mau memberikan hak fakir miskin. Mereka akhirnya bersiasat. Mereka akan memanen pada pagi buta. Sebelum para fakir miskin datang. Sehingga begitu fakir miskin datang, panen sudah selesai.

Allah subhanahu wa ta’ala tidak mendiamkan rencana buruk mereka. Allah SWT membinasakan kebun-kebun mereka. Sehingga begitu pagi-pagi buta ingin panen, mereka mendapati tanamanya di kebun tak tersisa sama sekali. (jif/naz/riz)

- Advertisement -

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (21/6), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan resep agar dicintai malaikat dan manusia.

’’Sayidina Utsman bin Affan radiyallahu anhu berkata; Barang siapa meninggalkan dosa maka dicintai malaikat, dan barangsiapa meninggalkan tamak (berharap pada manusia) maka dicintai manusia,’’ tuturnya.

Gus Anam menjelaskan, namanya dicintai tentu sesuatu yang istimewa. Karena akan mendapatkan perlakuan yang istimewa. ’’Beda dengan mencintai, maka harus memperlakukan dengan istimewa,’’ terangnya.

Ketika seseorang dicintai atasannya, maka akan diberi kemudahan-kemudahan bahkan karirnya cepat naik. ’’Tentu bisa dicintai itu tidak dengan tangan kosong,’’ ucapnya. Namun ada prestasi yang diraih. Misalnya, kinerjanya bagus, disiplin, tanggung jawab, inovatif, kreatif dan sebagainya.

Demikian juga halnya dengan dicintai malaikat. Jika manusia ingin dicintai malaikat, tentu harus ada prestasi yang ditorehkan. Diantaranya adalah meninggalkan perbuatan dosa.

Malaikat itu tidak pernah berbuat dosa. Jika ada manusia tidak berbuat dosa maka ada kesamaan. ’’Adanya unsur kesamaan inilah yang membuat malaikat cinta,’’ tegasnya. Kalau dicintai malaikat, kok malaikat Mikail yang tugasnya membagi rejeki, bisa jadi diberi lebih banyak. Dicintai malaikat Munkar Nakir, bisa jadi kelak tidak ditanyai di alam kubur.

Baca Juga :  Spirit Halalbihalal
- Advertisement -

Agar tidak mudah berbuat dosa, kita harus berupaya selalu suci atau punya wudu. Tiap batal, langsung wudu lagi. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berpesan kepada Sayidina Ali karramallahu wajhah agar selalu dalam kondisi suci punya wudu. Ini karena malaikat selalu mendoakan orang yang punya wudu.

Cara lain agar tidak mudah dosa yakni dengan mengonsumsi makanan minuman halal. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Seseorang akan terus dicatat dalam kebaikan selama makan minumnya halal.

’’Begitu juga jika ingin dicintai manusia, jangan banyak bergantung dan berharap pada manusia, tetapi berharaplah kepada Allah subhanahu wa ta’ala,’’ terangnya. Termasuk tamak yakni berharap pemberian manusia. Orang seperti ini hidupnya tidak mandiri. Tidak mau mengeluarkan zakat dan sedekah kepada fakir miskin.

Sebagaimana yang dikisahkan dalam QS.Al-Qalam17-33. Kisah ini terjadi di sebuah desa bernama Dharwan. Di desa ini hidup seorang laki-laki saleh yang memiliki sebuah kebun. Setiap panen, laki-laki saleh selalu membagi hasilnya menjadi tiga. Sepertiga ditanam lagi. Sepertiga dimakan untuk dirinya dan keluarga. Sepertiga disedekahkan pada fakir miskin. Selama itu dilakukan, hasil panen di kebunnya selalu bagus.

Baca Juga :  Binrohtal 1.377: Mensyukuri Hidayah

Setelah orang ini wafat, kebun pindah tangan ke orang yang tamak. Mereka tidak mau mengeluarkan hasil panen untuk zakat dan sedekah. Sehari jelang panen, mereka melihat tanaman di kebunnya sangat subur. Mereka berkata, hasil panennya esok hari pasti melimpah ruah. Saat panen, orang-orang fakir miskin biasanya berbondong-bondong datang minta bagian.

Si pemilik tidak mau memberikan hak fakir miskin. Mereka akhirnya bersiasat. Mereka akan memanen pada pagi buta. Sebelum para fakir miskin datang. Sehingga begitu fakir miskin datang, panen sudah selesai.

Allah subhanahu wa ta’ala tidak mendiamkan rencana buruk mereka. Allah SWT membinasakan kebun-kebun mereka. Sehingga begitu pagi-pagi buta ingin panen, mereka mendapati tanamanya di kebun tak tersisa sama sekali. (jif/naz/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/