26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Binrohtal 1.905, Komunikasi Terbaik

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (19/1), Pengasuh Pesantren Putri Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya komunikasi yang baik.

’’Bahkan terhadap penguasa yang jahat pun, kita tetap harus berkomunikasi secara baik,’’ tuturnya.

Gus Fahmi cerita, Allah SWT mengabadikan kisah Nabi Musa alaihissalam salah satunya di surat Thaha. Allah SWT memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk menghadap penguasa Mesir di masa itu, Firaun.

Allah SWT Tuhan Penguasa seluruh manusia termasuk penguasa dan pencipta Firaun menjelaskan, Firaun merupakan penguasa yang melampaui batas. ’’Pergilah kamu berdua kepada Firaun, karena dia benar-benar telah melampaui batas,’’ perintah Allah SWT kala itu kepada Nabi Musa dan Nabi Harun. Kisah ini terekam di dalam Alquran surat Thaha 43.

Baca Juga :  Bapak Lari Usai Tabrak Anak, Dihajar Warga Saat Tertangkap

Allah SWT juga memberikan arahan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun terkait cara bersikap dan berucap kepada penguasa dengan karakter seperti Firaun. ’’Maka bicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut,’’  lanjut Allah SWT dalam QS Thaha 44.

Nabi Musa dan Nabi Harun merupakan warga biasa yang lahir dari keturunan Bani Israil. Atas pengaturan Allah SWT, Nabi Musa dan Nabi Harun terikat tali persaudaraan. Kemudian keduanya diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghadap seorang penguasa negeri yang tentu secara derajat sosial jauh berbeda.

Allah SWT mengajarkan, apabila ada seorang pemimpin atau penguasa yang melampaui batas atau melakukan kesalahan, maka rakyat perlu mengingatkan. Kenyataanya, memang cukup sulit bagi rakyat biasa mengingatkan seorang pemimpin atau penguasa. Jika pun ada rakyat yang hendak mengingatkan pemimpinnya, cenderung suaranya tidak didengar.

Baca Juga :  Toriqoh 211, Lisan Adalah Daratan Hati Adalah Lautan

Tapi tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT sudah menghendaki. Seperti Nabi Musa dan Nabi Harun yang dengan kuasa Allah SWT dihantarkan menghadap Firaun, hal tersebut pun sangat mungkin terjadi pada kita.

’’Jika kesempatan tersebut Allah SWT berikan kepada kita, maka cara berkomunikasi yang baik dengan penguasa adalah dengan cara lemah lembut, bukan dengan cara sebaliknya,’’ tegasnya. Setelah itu, panjatkan doa dan harapan pada Allah SWT, agar penguasa atau pemimpin yang kita ingatkan diberikan kesadaran oleh Allah SWT. (jif/naz/riz)

 

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (19/1), Pengasuh Pesantren Putri Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya komunikasi yang baik.

’’Bahkan terhadap penguasa yang jahat pun, kita tetap harus berkomunikasi secara baik,’’ tuturnya.

Gus Fahmi cerita, Allah SWT mengabadikan kisah Nabi Musa alaihissalam salah satunya di surat Thaha. Allah SWT memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk menghadap penguasa Mesir di masa itu, Firaun.

Allah SWT Tuhan Penguasa seluruh manusia termasuk penguasa dan pencipta Firaun menjelaskan, Firaun merupakan penguasa yang melampaui batas. ’’Pergilah kamu berdua kepada Firaun, karena dia benar-benar telah melampaui batas,’’ perintah Allah SWT kala itu kepada Nabi Musa dan Nabi Harun. Kisah ini terekam di dalam Alquran surat Thaha 43.

Baca Juga :  Bapak Lari Usai Tabrak Anak, Dihajar Warga Saat Tertangkap

Allah SWT juga memberikan arahan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun terkait cara bersikap dan berucap kepada penguasa dengan karakter seperti Firaun. ’’Maka bicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut,’’  lanjut Allah SWT dalam QS Thaha 44.

Nabi Musa dan Nabi Harun merupakan warga biasa yang lahir dari keturunan Bani Israil. Atas pengaturan Allah SWT, Nabi Musa dan Nabi Harun terikat tali persaudaraan. Kemudian keduanya diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghadap seorang penguasa negeri yang tentu secara derajat sosial jauh berbeda.

Allah SWT mengajarkan, apabila ada seorang pemimpin atau penguasa yang melampaui batas atau melakukan kesalahan, maka rakyat perlu mengingatkan. Kenyataanya, memang cukup sulit bagi rakyat biasa mengingatkan seorang pemimpin atau penguasa. Jika pun ada rakyat yang hendak mengingatkan pemimpinnya, cenderung suaranya tidak didengar.

Baca Juga :  Musala ini Dibangun Bergaya Majapahitan, Ukirannya juga Penuh Makna

Tapi tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT sudah menghendaki. Seperti Nabi Musa dan Nabi Harun yang dengan kuasa Allah SWT dihantarkan menghadap Firaun, hal tersebut pun sangat mungkin terjadi pada kita.

’’Jika kesempatan tersebut Allah SWT berikan kepada kita, maka cara berkomunikasi yang baik dengan penguasa adalah dengan cara lemah lembut, bukan dengan cara sebaliknya,’’ tegasnya. Setelah itu, panjatkan doa dan harapan pada Allah SWT, agar penguasa atau pemimpin yang kita ingatkan diberikan kesadaran oleh Allah SWT. (jif/naz/riz)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/