23.1 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Renungan Minggu 115, Jangan Pernah Kecewa

JOMBANG – Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya tidak memendam kecewa.

’Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku,’’ tuturnya mengutip  Yohanes 16:1. Kecewa terhadap sesama manusia adalah hal yang biasa terjadi karena manusia mudah sekali berubah.  Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, kita kecewa;  ketika orang lain ingkar janji, kita kecewa.

Banyak hal seringkali membuat kita kecewa.  Itulah manusia, mudah sekali kecewa dan mengecewakan!  Yang tidak sepatutnya adalah kecewa kepada Tuhan!  Namun kecewa kepada Tuhan seringkali dilakukan oleh banyak orang percaya.

Pernahkah Tuhan mengecewakan kita?  Tak sekalipun Tuhan mengecewakan kita:  kasih-Nya, kuasa-Nya, cinta-Nya dan perkataan-Nya tak pernah berubah.  Sebaliknya, coba hitung berapa kali kita mengecewakan Tuhan?  Sungguh, tiada terhitung banyaknya kita mengecewakan Tuhan.  Ketika doa-doa kita belum dijawab, ketika dihadapkan pada masalah atau situasi yang berat kita pun langsung kecewa kepada Tuhan.

Baca Juga :  Student Journalism: Sedekah Pasti Diganti

Ketika diperintahkan Tuhan Yesus untuk menjual seluruh hartanya dan membagi-bagikannya kepada orang miskin, seorang muda yang kaya  “…menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.”  (Markus 10:22).  Begitu pula ketika Tuhan Yesus pulang ke kampung halaman-Nya di Nazaret bukannya disambut dengan antusias, tetapi  “…mereka kecewa dan menolak Dia.”  (Markus 6:3).

Ketika berada di penjara dan dalam tekanan berat rasa kecewa sempat timbul dalam hati Yohanes Pembaptis.  Apa sebabnya?  Mungkin karena Tuhan Yesus tidak secara terus terang menyatakan diri bahwa Ia adalah Mesias yang sedang dinanti-nantikan oleh umat, sehingga Yohanes pun menyuruh murid-muridnya untuk bertanya langsung:  “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”  (Matius 11:3).

Baca Juga :  Mengapa Kita Berpuasa di Bulan Ramadan?

Kata kecewa dalam bahasa Yunani skandalisthe  (bentuk pasif dari skandalizo)  yang artinya tersinggung, terlukai perasaannya, tersandung oleh seseorang atau sesuatu.  Namun dalam perkembangannya Yohanes Pembaptis menyadari dan memahami siapa sesungguhnya Tuhan Yesus.

Dalam keadaan apa pun jangan pernah kecewa kepada Tuhan Yesus.  “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Tetaplah setia dan percaya, DIA Allah yang setia dan tak pernah mengecewakan. ’’Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/riz)

 

JOMBANG – Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya tidak memendam kecewa.

’Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku,’’ tuturnya mengutip  Yohanes 16:1. Kecewa terhadap sesama manusia adalah hal yang biasa terjadi karena manusia mudah sekali berubah.  Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, kita kecewa;  ketika orang lain ingkar janji, kita kecewa.

Banyak hal seringkali membuat kita kecewa.  Itulah manusia, mudah sekali kecewa dan mengecewakan!  Yang tidak sepatutnya adalah kecewa kepada Tuhan!  Namun kecewa kepada Tuhan seringkali dilakukan oleh banyak orang percaya.

Pernahkah Tuhan mengecewakan kita?  Tak sekalipun Tuhan mengecewakan kita:  kasih-Nya, kuasa-Nya, cinta-Nya dan perkataan-Nya tak pernah berubah.  Sebaliknya, coba hitung berapa kali kita mengecewakan Tuhan?  Sungguh, tiada terhitung banyaknya kita mengecewakan Tuhan.  Ketika doa-doa kita belum dijawab, ketika dihadapkan pada masalah atau situasi yang berat kita pun langsung kecewa kepada Tuhan.

Baca Juga :  HM Syarif Hidayatullah ST MMT: Blusukan Masjid Musala

Ketika diperintahkan Tuhan Yesus untuk menjual seluruh hartanya dan membagi-bagikannya kepada orang miskin, seorang muda yang kaya  “…menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.”  (Markus 10:22).  Begitu pula ketika Tuhan Yesus pulang ke kampung halaman-Nya di Nazaret bukannya disambut dengan antusias, tetapi  “…mereka kecewa dan menolak Dia.”  (Markus 6:3).

Ketika berada di penjara dan dalam tekanan berat rasa kecewa sempat timbul dalam hati Yohanes Pembaptis.  Apa sebabnya?  Mungkin karena Tuhan Yesus tidak secara terus terang menyatakan diri bahwa Ia adalah Mesias yang sedang dinanti-nantikan oleh umat, sehingga Yohanes pun menyuruh murid-muridnya untuk bertanya langsung:  “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”  (Matius 11:3).

Baca Juga :  Renungan Minggu 97, Kekuatanku dari Tuhan

Kata kecewa dalam bahasa Yunani skandalisthe  (bentuk pasif dari skandalizo)  yang artinya tersinggung, terlukai perasaannya, tersandung oleh seseorang atau sesuatu.  Namun dalam perkembangannya Yohanes Pembaptis menyadari dan memahami siapa sesungguhnya Tuhan Yesus.

Dalam keadaan apa pun jangan pernah kecewa kepada Tuhan Yesus.  “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Tetaplah setia dan percaya, DIA Allah yang setia dan tak pernah mengecewakan. ’’Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/riz)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/