alexametrics
29.2 C
Jombang
Monday, September 26, 2022

Binrohtal 1.526, Ikhtiar di Rabu Wekasan

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (19/9), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan Rabu wekasan. Itu adalah salah satu hari dalam setahun yang diyakini sebagai hari di mana Allah menurunkan ratusan balak.

’’Rabu terakhir bulan Safar biasa disebut Rabu wekasan. Tahun ini jatuh Rabu (21/9),’’ tuturnya. Dalam QS Yunus 64 ditegaskan, para wali yang beriman dan bertakwa diberi Allah SWT berita gembira di dalam kehidupan dunia dan dalam kehidupan akhirat.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menjelaskan, berita gembira di dunia itu berupa mimpi yang benar yang dilihat oleh seorang wali Allah. Atau mimpi yang benar itu diperlihatkan kepadanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Nah, ada sebagian ulama ahli mukasyafah yang diperlihatkan oleh Allah SWT, setiap hari Rabu wekasan Allah SWT menurunkan 360 ribu balak atau malapetaka. Dan barangsiapa melakukan salat sunah hajat maka akan dijauhkan dari malapetaka tersebut.

Baca Juga :  Binrohtal 1.343: Mung Mampir Ngombe

Salat hajat dilakukan dengan cara dua kali salam. Setiap rakaatnya setelah surat Alfatihah, membaca surat Al Kautsar 17 kali, Al Ikhlas lima kali dan Muawwidzatain (Alfalaq dan Annas) masing masing satu kali. ’’Terkait dengan amalan Rabu wekasan ini, ada dua pendapat dari para ulama,’’ terangnya.

Pertama, ada yang menganjurkan. ’’Karena berdoa merupakan bagian dari ikhtiar secara batin, agar dijauhkan dan dihindarkan dari segala macam malapetaka,’’ tuturnya. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Hanya doa yang dapat mengubah ketentuan Allah SWT.

Kedua, ada yang tidak memerintah dan tidak melarang. Tidak memerintah melakukan amalan Rabu wekasan, karena berdoa agar terhindar dari malapetaka itu sebaiknya dilakukan tiap hari, tiap waktu, tiap saat. Tidak dibatasi pada waktu tertentu saja. Karena malapetaka itu setiap hari diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, setiap hari ada kesialan maka tolaklah kesialan itu dengan sedekah. ’’Jadi kita diperintah supaya berikhtiar setiap hari bahkan setiap waktu agar terhindar dari malapetaka, bisa dengan sedekah atau berdoa,’’ paparnya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.425, Memaafkan dan Silaturahmi

Rasulullah menjelaskan, ketika balak turun dari langit kepada seseorang. Lalu orang itu berdoa tolak balak dan sedekah, maka balaknya tadi terkatung-katung antara langit dan bumi. Tidak jadi mengenai orang yang awalnya hendak kena balak. ’’Ulama tidak melarang melakukan amalan Rabu wekasan, karena semua amalan Rabu wekasan itu baik. Tidak ada yang melanggar syariat,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)

 

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (19/9), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan Rabu wekasan. Itu adalah salah satu hari dalam setahun yang diyakini sebagai hari di mana Allah menurunkan ratusan balak.

’’Rabu terakhir bulan Safar biasa disebut Rabu wekasan. Tahun ini jatuh Rabu (21/9),’’ tuturnya. Dalam QS Yunus 64 ditegaskan, para wali yang beriman dan bertakwa diberi Allah SWT berita gembira di dalam kehidupan dunia dan dalam kehidupan akhirat.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menjelaskan, berita gembira di dunia itu berupa mimpi yang benar yang dilihat oleh seorang wali Allah. Atau mimpi yang benar itu diperlihatkan kepadanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Nah, ada sebagian ulama ahli mukasyafah yang diperlihatkan oleh Allah SWT, setiap hari Rabu wekasan Allah SWT menurunkan 360 ribu balak atau malapetaka. Dan barangsiapa melakukan salat sunah hajat maka akan dijauhkan dari malapetaka tersebut.

Baca Juga :  Binrohtal 1.508, Malu kepada Allah

Salat hajat dilakukan dengan cara dua kali salam. Setiap rakaatnya setelah surat Alfatihah, membaca surat Al Kautsar 17 kali, Al Ikhlas lima kali dan Muawwidzatain (Alfalaq dan Annas) masing masing satu kali. ’’Terkait dengan amalan Rabu wekasan ini, ada dua pendapat dari para ulama,’’ terangnya.

Pertama, ada yang menganjurkan. ’’Karena berdoa merupakan bagian dari ikhtiar secara batin, agar dijauhkan dan dihindarkan dari segala macam malapetaka,’’ tuturnya. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Hanya doa yang dapat mengubah ketentuan Allah SWT.

Kedua, ada yang tidak memerintah dan tidak melarang. Tidak memerintah melakukan amalan Rabu wekasan, karena berdoa agar terhindar dari malapetaka itu sebaiknya dilakukan tiap hari, tiap waktu, tiap saat. Tidak dibatasi pada waktu tertentu saja. Karena malapetaka itu setiap hari diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, setiap hari ada kesialan maka tolaklah kesialan itu dengan sedekah. ’’Jadi kita diperintah supaya berikhtiar setiap hari bahkan setiap waktu agar terhindar dari malapetaka, bisa dengan sedekah atau berdoa,’’ paparnya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.522, Kemuliaan Orang Tobat

Rasulullah menjelaskan, ketika balak turun dari langit kepada seseorang. Lalu orang itu berdoa tolak balak dan sedekah, maka balaknya tadi terkatung-katung antara langit dan bumi. Tidak jadi mengenai orang yang awalnya hendak kena balak. ’’Ulama tidak melarang melakukan amalan Rabu wekasan, karena semua amalan Rabu wekasan itu baik. Tidak ada yang melanggar syariat,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/