23.6 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Binrohtal 1565, Pentingnya Memanfaatkan Waktu

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (17/11), Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya memanfaatkan waktu.

’’Sejatinya, hidup kita itu hanya tiga hari,’’ tuturnya. Gus Fahmi lalu menjelaskan dawuh Hasan Al Bashri rahimahullah. ’’Dunia itu hanya tiga hari. Kemarin, yang tak kan terulang. Besok, yang belum tentu menemuinya. Hari ini, tempat menabung amalan kita,’’ terangnya.

Makanya dalam Alquran, kita banyak diingatkan tentang pentingnya waktu. Sampai-sampai, waktu dipakai sumpah oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Seperti wal asri, demi waktu Asar. Wal fajri, demi waktu fajar. Wallaili demi waktu malam. Wannahari, demi waktu malam.

’’Semua waktu harus kita manfaatkan untuk ibadah, tanpa menunda-nunda,’’ tegasnya. Sebab tugas manusia adalah ibadah. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Addzariyat 56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.

Baca Juga :  Ramadan akan Mengubah Hidupmu

Gus Fahmi menjelaskan, kemarin adalah hal yang tak dapat kita ulang kembali. Dengan begitu banyaknya aktivitas dan berbagai kejadian yang telah terjadi di hari kemarin, baik suka maupun duka, senang maupun sedih. Semua patut kita ambil hikmahnya dan menjadikan diri kita untuk lebih mensyukuri apa yang telah kita alami dan apa yang telah kita lakukan, bagaimanapun bentuk dan hasilnya.

Sedangkan hari esok, belum tentu kita dapat berjumpa dengannya. Apakah bisa menjamin, bahwa kita masih berada di dunia ini esok hari? Tidak ada seorang pun dari kita yang mengetahuinya, hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Mengetahui.

Hal ini dapat menjadi pengingat kepada diri kita pada satu hal yang teramat penting: Lakukanlah segala perbuatan baik yang disukai oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya dengan sebaik-baiknya. Karena kita tidak akan pernah tahu apakah kita akan dapat berjumpa kembali dengan hari esok untuk melakukan segala bentuk ibadah kepada-Nya. Bisa jadi, inilah hari terakhir kita bisa melakukan kebaikan itu.

Baca Juga :  Binrohtal 1.453, Larangan Melaknat

Hari ini merupakan hari dimana kita menabung dan memperbanyak amal kebaikan. Hari dimana kesempatan emas untuk kita mengisinya dengan berbagai bentuk amal ibadah kepada-Nya.

Baik ibadah yang diwajibkan maupun yang disunahkan untuk kita kerjakan. Pastikan bahwa tidak ada yang yang terlewat dari tiap detiknya kita lalui dengan ibadah kepada Nya. Karena kita tidak akan pernah tahu amalan dan ibadah yang manakah yang telah kita kerjakan yang dapat membawa kita menuju surga-Nya.

Jangan pernah sia-siakan waktu kita untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Selagi tubuh ini masih diberikan nikmat sehat dari-Nya, sempurnakanlah amalan dan ibadah kita hanya kepada Allah SWT.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang. (jif/naz/riz)

 

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (17/11), Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya memanfaatkan waktu.

’’Sejatinya, hidup kita itu hanya tiga hari,’’ tuturnya. Gus Fahmi lalu menjelaskan dawuh Hasan Al Bashri rahimahullah. ’’Dunia itu hanya tiga hari. Kemarin, yang tak kan terulang. Besok, yang belum tentu menemuinya. Hari ini, tempat menabung amalan kita,’’ terangnya.

Makanya dalam Alquran, kita banyak diingatkan tentang pentingnya waktu. Sampai-sampai, waktu dipakai sumpah oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Seperti wal asri, demi waktu Asar. Wal fajri, demi waktu fajar. Wallaili demi waktu malam. Wannahari, demi waktu malam.

’’Semua waktu harus kita manfaatkan untuk ibadah, tanpa menunda-nunda,’’ tegasnya. Sebab tugas manusia adalah ibadah. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Addzariyat 56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.

Baca Juga :  Binrohtal 1.423, Kiat Kembali Tanpa Dosa

Gus Fahmi menjelaskan, kemarin adalah hal yang tak dapat kita ulang kembali. Dengan begitu banyaknya aktivitas dan berbagai kejadian yang telah terjadi di hari kemarin, baik suka maupun duka, senang maupun sedih. Semua patut kita ambil hikmahnya dan menjadikan diri kita untuk lebih mensyukuri apa yang telah kita alami dan apa yang telah kita lakukan, bagaimanapun bentuk dan hasilnya.

Sedangkan hari esok, belum tentu kita dapat berjumpa dengannya. Apakah bisa menjamin, bahwa kita masih berada di dunia ini esok hari? Tidak ada seorang pun dari kita yang mengetahuinya, hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Mengetahui.

Hal ini dapat menjadi pengingat kepada diri kita pada satu hal yang teramat penting: Lakukanlah segala perbuatan baik yang disukai oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya dengan sebaik-baiknya. Karena kita tidak akan pernah tahu apakah kita akan dapat berjumpa kembali dengan hari esok untuk melakukan segala bentuk ibadah kepada-Nya. Bisa jadi, inilah hari terakhir kita bisa melakukan kebaikan itu.

Baca Juga :  Binrohtal 1.574, Tiga Bentuk Syukur

Hari ini merupakan hari dimana kita menabung dan memperbanyak amal kebaikan. Hari dimana kesempatan emas untuk kita mengisinya dengan berbagai bentuk amal ibadah kepada-Nya.

Baik ibadah yang diwajibkan maupun yang disunahkan untuk kita kerjakan. Pastikan bahwa tidak ada yang yang terlewat dari tiap detiknya kita lalui dengan ibadah kepada Nya. Karena kita tidak akan pernah tahu amalan dan ibadah yang manakah yang telah kita kerjakan yang dapat membawa kita menuju surga-Nya.

Jangan pernah sia-siakan waktu kita untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Selagi tubuh ini masih diberikan nikmat sehat dari-Nya, sempurnakanlah amalan dan ibadah kita hanya kepada Allah SWT.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang. (jif/naz/riz)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/