alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Binrohtal 1.432, Surga Selamanya, Neraka Tidak

SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (17/5), Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafid, menjelaskan beda surga dan neraka. ’’Dalam Alquran, surga selalu diikuti sifat abadan atau selama-lamanya. Sedangkan neraka tidak,’’ tuturnya.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Albayinah 6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik akan masuk ke neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Serta QS Albayinah 8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

’’Penghuni neraka tidak disebut selama-lamanya karena ada yang keluar kemudian masuk surga,’’ jelasnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang pernah membaca la ilaha illallah pasti masuk surga. Walaupun dia punya banyak dosa. Di akhirat nanti, dia dimasukkan neraka. Setelah dosanya habis, baru diangkat dimasukkan surga.

Baca Juga :  Hoax Syariah...?

Orang yang terakhir masuk surga awalnya berada di kerak neraka. Dia kemudian diangkat dan dimandikan dengan air kehidupan. Dia lantas disuruh masuk surga. Karena menjadi orang terakhir yang masuk surga, dia sempat kecil hati. ’’Apa aku masih dapat tempat di surga?’’ gumamnya dalam hati.

Karena merasa tidak dapat tempat, dia pun malas-malasan berjalan masuk surga. Dia lantas melihat sebuah kota yang indah. Ke arah kanan dia melihat istana yang indah. Ke arah kiri dia melihat istana yang indah. Ke arah depan dia melihat istana yang indah. Ke arah belakang dia melihat istana yang indah.

Dia lalu bertanya; Ini surga bagian siapa? Lalu terdengar suara yang menjawab, itu surga bagianmu. Orang itupun akhirnya gembira di surga.

Baca Juga :  Student Journalism: 7 Mukjizat Kelahiran Nabi

’’Orang kafir kekal di neraka walaupun hidupnya tidak sampai seratus tahun karena seandainya dia hidup selamanya, pasti juga kafir selamanya,’’ tegasnya.

Orang Islam masuk surga selamanya walaupun ibadahnya hanya puluhan tahun karena seandainya hidup selamanya, dia juga pasti ibadah selamanya.

Ustad Yusuf menjelaskan, orang yang sudah masuk surga tak akan keluar lagi. Seperti Nabi Idris alaihissalam. Nabi Idris diajak malaikat melihat ke dalam surga. Setelah di dalam surga, Nabi Idris tak mau keluar. Karena Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan, orang yang sudah masuk surga tak akan keluar lagi.   Alhasil, Nabi Idris pun tak keluar dari surga.

Ustad Yusuf menegaskan, semua amal saleh itu seperti nutrisi. Makanya kita diajari senang salat, sedekah, zikir, salawatan, tahlilan, baca Alquran, silaturahmi dan lainnya. Semua itu membuat cahaya dalam hati kita. (jif/riz)

- Advertisement -

SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (17/5), Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafid, menjelaskan beda surga dan neraka. ’’Dalam Alquran, surga selalu diikuti sifat abadan atau selama-lamanya. Sedangkan neraka tidak,’’ tuturnya.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Albayinah 6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik akan masuk ke neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Serta QS Albayinah 8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

’’Penghuni neraka tidak disebut selama-lamanya karena ada yang keluar kemudian masuk surga,’’ jelasnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang pernah membaca la ilaha illallah pasti masuk surga. Walaupun dia punya banyak dosa. Di akhirat nanti, dia dimasukkan neraka. Setelah dosanya habis, baru diangkat dimasukkan surga.

Baca Juga :  Gaya Arsitektur Modern, Ada Jejak Jenderal Polisi (Purn) Timur Pradopo

Orang yang terakhir masuk surga awalnya berada di kerak neraka. Dia kemudian diangkat dan dimandikan dengan air kehidupan. Dia lantas disuruh masuk surga. Karena menjadi orang terakhir yang masuk surga, dia sempat kecil hati. ’’Apa aku masih dapat tempat di surga?’’ gumamnya dalam hati.

- Advertisement -

Karena merasa tidak dapat tempat, dia pun malas-malasan berjalan masuk surga. Dia lantas melihat sebuah kota yang indah. Ke arah kanan dia melihat istana yang indah. Ke arah kiri dia melihat istana yang indah. Ke arah depan dia melihat istana yang indah. Ke arah belakang dia melihat istana yang indah.

Dia lalu bertanya; Ini surga bagian siapa? Lalu terdengar suara yang menjawab, itu surga bagianmu. Orang itupun akhirnya gembira di surga.

Baca Juga :  Binrohtal 1.420, Fokus Memperbanyak Ibadah

’’Orang kafir kekal di neraka walaupun hidupnya tidak sampai seratus tahun karena seandainya dia hidup selamanya, pasti juga kafir selamanya,’’ tegasnya.

Orang Islam masuk surga selamanya walaupun ibadahnya hanya puluhan tahun karena seandainya hidup selamanya, dia juga pasti ibadah selamanya.

Ustad Yusuf menjelaskan, orang yang sudah masuk surga tak akan keluar lagi. Seperti Nabi Idris alaihissalam. Nabi Idris diajak malaikat melihat ke dalam surga. Setelah di dalam surga, Nabi Idris tak mau keluar. Karena Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan, orang yang sudah masuk surga tak akan keluar lagi.   Alhasil, Nabi Idris pun tak keluar dari surga.

Ustad Yusuf menegaskan, semua amal saleh itu seperti nutrisi. Makanya kita diajari senang salat, sedekah, zikir, salawatan, tahlilan, baca Alquran, silaturahmi dan lainnya. Semua itu membuat cahaya dalam hati kita. (jif/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/