alexametrics
31.5 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Dulu Bangunan Gedek, Kini Megah

JOMBANG – Masjid Nuruddin terletak di tengah permukiman di Dusun Banggle, Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang. Belum ada dokumen resmi terkait kepastian berdirinya masjid. Hanya saja, masjid tersebut dipercaya salah satu masjid tertua di Jombang karena diperkirakan usianya sudah seabad lebih.

”Dulu bangunannya tidak seperti ini. Hanya bentuk persegi dan hanya dari gedek,” ujar Moh. Fathur Rohman, pengurus Masjid Nurddin saat dikonfirmasi kemarin.

Diceritakannya, masjid ini sudah tiga kali renovasi. Yang terakhir sekitar tahun 2000-an, dan yang terbaru renovasi mendirikan menara.”Masjid ini dulu juga ada menara untuk azan. Karena masjid jawa biasanya kalau azan itu tidak pakai speaker tapi di atas menara. Sekarang sudah tidak ada menara(untuk azan) lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dua Eksekutor Pengedar Sabu-Sabu asal Jombang Divonis Seumur Hidup

Sekarang menara kembali dibangun. Bedanya menara masjid berukuran kurang lebih 15 meter yang sekarang itu digunakan untuk menaruh speaker. ”Kalau sekarang dipasang speaker agar suaranya juga lebih jelas,” terangnya.

Bangunan masjid mengalami perubahan total, dari yang terbuat gedek kini menjadi sangat megah. Dari luar, tanpak bangunan masjid begitu terlihat megah dan modern. Akan tetapi, nuansa masjid Jawa masih terasa kental, terlihat dari atap yang berbentuk tumpang tiga. ”Dari dulu memang atapnya berbentuk tumpang tiga. Untuk Kubah yang berbentuk bulat ini hasil renovasi kemarin,” katanya.

Tidak hanya tampilan luar saja, bangunan nuansa Jawa juga terasa saat masuk ke dalam masjid. ”Ada beberapa barang juga tetap terpasang dari peninggalan masjid dulu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.285: Keutamaan Membangun Masjid

Seperti di atas atap ada guci kecil. Dari awal membangun hingga sekarang masih dipertahankan. ”Itu gucinya masih terpasang sampai sekarang,” pungkas Fathur Rohman.

- Advertisement -

JOMBANG – Masjid Nuruddin terletak di tengah permukiman di Dusun Banggle, Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang. Belum ada dokumen resmi terkait kepastian berdirinya masjid. Hanya saja, masjid tersebut dipercaya salah satu masjid tertua di Jombang karena diperkirakan usianya sudah seabad lebih.

”Dulu bangunannya tidak seperti ini. Hanya bentuk persegi dan hanya dari gedek,” ujar Moh. Fathur Rohman, pengurus Masjid Nurddin saat dikonfirmasi kemarin.

Diceritakannya, masjid ini sudah tiga kali renovasi. Yang terakhir sekitar tahun 2000-an, dan yang terbaru renovasi mendirikan menara.”Masjid ini dulu juga ada menara untuk azan. Karena masjid jawa biasanya kalau azan itu tidak pakai speaker tapi di atas menara. Sekarang sudah tidak ada menara(untuk azan) lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Binrohtal 1.371: Akhlak Ibadah

Sekarang menara kembali dibangun. Bedanya menara masjid berukuran kurang lebih 15 meter yang sekarang itu digunakan untuk menaruh speaker. ”Kalau sekarang dipasang speaker agar suaranya juga lebih jelas,” terangnya.

Bangunan masjid mengalami perubahan total, dari yang terbuat gedek kini menjadi sangat megah. Dari luar, tanpak bangunan masjid begitu terlihat megah dan modern. Akan tetapi, nuansa masjid Jawa masih terasa kental, terlihat dari atap yang berbentuk tumpang tiga. ”Dari dulu memang atapnya berbentuk tumpang tiga. Untuk Kubah yang berbentuk bulat ini hasil renovasi kemarin,” katanya.

Tidak hanya tampilan luar saja, bangunan nuansa Jawa juga terasa saat masuk ke dalam masjid. ”Ada beberapa barang juga tetap terpasang dari peninggalan masjid dulu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Liburan, Madrasah di Jombang Tetap Masuk
- Advertisement -

Seperti di atas atap ada guci kecil. Dari awal membangun hingga sekarang masih dipertahankan. ”Itu gucinya masih terpasang sampai sekarang,” pungkas Fathur Rohman.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/