alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Toriqoh 181: Hanya Minta Tolong Allah

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, mengingatkan pentingnya kita hanya menyandarkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Serta hanya minta tolong kepada Allah subhanahu wa ta’ala. ’’Ahli ilmu hikmah berkata; Orang yang menyangka ada kekasih yang bisa menolong selain Allah subhanahu wa ta’ala, berarti orang itu belum mengenal Allah subhanahu wa ta’ala,’’ tuturnya.

Satu-satunya yang pantas kita jadikan kekasih dan penolong hanyalah Allah subhanahu wa ta’ala. Karena hanya Allah yang bisa menolong kita di dunia dan akhirat. Saat Nabi Ibrahim alaihissalam dibakar oleh Raja Namrud, malaikat penjaga air menawari. Ibrahim, apakah kamu ingin api ini aku padamkan dengan air?

Malaikat penjaga angin juga datang menawari. Ibrahim, apakah kamu ingin api ini diterbangkan dengan angin?

Ibrahim menjawab tegas, tidak butuh dengan bantuan malaikat. Nabi Ibrahim menyatakan; Cukuplah Allah sebagai penolong. Allah lantas memerintahkan api agar dingin. Sebagaimana diabadikan dalam QS Al Anbiya 69. Kami berfirman: ’’Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.’’

Orang tua, anak, saudara, tetangga, teman bahkan pengawal, tidak mungkin bisa selalu menolong kita di dunia. Apalagi di akhirat nanti. Mereka jelas tak akan bisa menolong. Hanya Allah yang bisa selalu menolong kita. Allah menyatakan; Akan selalu menolong kita ketika kita taat kepadaNya. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Albaqarah 152. Dalam hadis qudsi Allah juga menyatakan; Jika kita mendekat kepada Allah dengan berjalan, niscaya Allah akan mendekati kita dengan berlari.

Baca Juga :  Hantam Brio, Pikap Terjun ke Sawah

’’Dakwah kita hanya bisa diterima jika ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala,’’ tegas Kiai Cholil. Bahkan dakwah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam juga demikian. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Ahzab 46. Kami mengutus Muhammad untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya.

Makanya Nabi Muhammad SAW tidak bisa membuat pamannya yakni Abu Jahal dan Abu Lahab beriman. Meskipun nabi sangat ingin keduanya beriman. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alqasas 56. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.

’’Inilah sebabnya, kalau ke makam wali, jangan minta tolong kepada kuburannya wali. Minta tolongnya tetap kepada Allah SWT,’’ saran Kiai Cholil. Kita ke makam tujuannya adalah mendoakan para wali. Karena ketika kita mendoakan orang lain, malaikat akan mendoakan kita. Sehingga apapun yang kita minta kepada Allah akan mudah dikabulkan.

Baca Juga :  Binrohtal 1.287: Didekatkan Allah

Para wali senantiasa menerima rahmat dan anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ali Imron 169.

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

Rezeki itu diantaranya berupa doa-doa dari kita yang masih hidup. Sebaliknya, orang kafir ketika mati akan langsung disiksa. Sehingga menderita di kuburnya.

Agar bisa gampang menjadikan Allah sebagai kekasih dan penolong, warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu. Sehingga zikir gampang masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka semua organ akan diwarnai zikir. Melihat apapun ingat Allah. Mendengar apapun ingat Allah. Mengucapkan apapun ingat Allah. Melakukan apapun ingat Allah.

- Advertisement -

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, mengingatkan pentingnya kita hanya menyandarkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Serta hanya minta tolong kepada Allah subhanahu wa ta’ala. ’’Ahli ilmu hikmah berkata; Orang yang menyangka ada kekasih yang bisa menolong selain Allah subhanahu wa ta’ala, berarti orang itu belum mengenal Allah subhanahu wa ta’ala,’’ tuturnya.

Satu-satunya yang pantas kita jadikan kekasih dan penolong hanyalah Allah subhanahu wa ta’ala. Karena hanya Allah yang bisa menolong kita di dunia dan akhirat. Saat Nabi Ibrahim alaihissalam dibakar oleh Raja Namrud, malaikat penjaga air menawari. Ibrahim, apakah kamu ingin api ini aku padamkan dengan air?

Malaikat penjaga angin juga datang menawari. Ibrahim, apakah kamu ingin api ini diterbangkan dengan angin?

Ibrahim menjawab tegas, tidak butuh dengan bantuan malaikat. Nabi Ibrahim menyatakan; Cukuplah Allah sebagai penolong. Allah lantas memerintahkan api agar dingin. Sebagaimana diabadikan dalam QS Al Anbiya 69. Kami berfirman: ’’Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.’’

Orang tua, anak, saudara, tetangga, teman bahkan pengawal, tidak mungkin bisa selalu menolong kita di dunia. Apalagi di akhirat nanti. Mereka jelas tak akan bisa menolong. Hanya Allah yang bisa selalu menolong kita. Allah menyatakan; Akan selalu menolong kita ketika kita taat kepadaNya. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Albaqarah 152. Dalam hadis qudsi Allah juga menyatakan; Jika kita mendekat kepada Allah dengan berjalan, niscaya Allah akan mendekati kita dengan berlari.

Baca Juga :  Student Journalism: Guru Harus Keren

’’Dakwah kita hanya bisa diterima jika ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala,’’ tegas Kiai Cholil. Bahkan dakwah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam juga demikian. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Ahzab 46. Kami mengutus Muhammad untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya.

- Advertisement -

Makanya Nabi Muhammad SAW tidak bisa membuat pamannya yakni Abu Jahal dan Abu Lahab beriman. Meskipun nabi sangat ingin keduanya beriman. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alqasas 56. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.

’’Inilah sebabnya, kalau ke makam wali, jangan minta tolong kepada kuburannya wali. Minta tolongnya tetap kepada Allah SWT,’’ saran Kiai Cholil. Kita ke makam tujuannya adalah mendoakan para wali. Karena ketika kita mendoakan orang lain, malaikat akan mendoakan kita. Sehingga apapun yang kita minta kepada Allah akan mudah dikabulkan.

Baca Juga :  Toriqoh 196, Kesembuhan dari Allah

Para wali senantiasa menerima rahmat dan anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ali Imron 169.

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

Rezeki itu diantaranya berupa doa-doa dari kita yang masih hidup. Sebaliknya, orang kafir ketika mati akan langsung disiksa. Sehingga menderita di kuburnya.

Agar bisa gampang menjadikan Allah sebagai kekasih dan penolong, warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu. Sehingga zikir gampang masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka semua organ akan diwarnai zikir. Melihat apapun ingat Allah. Mendengar apapun ingat Allah. Mengucapkan apapun ingat Allah. Melakukan apapun ingat Allah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/