alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Toriqoh 197, Dua Sumber Cahaya Hati

PENGASUH PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, mengingatkan pentingnya memikirkan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala serta mengingat mati.

’’Siapa yang ingin Allah SWT menyinari hatinya dengan sinar yang sempurna, maka perbanyaklah memikirkan keagungan Allah SWT dan mengingat mati,’’ tuturnya.

Kiai Cholil menjelaskan, orang yang hatinya bercahaya, akan bisa mengetahui yang benar itu benar serta mengikutinya. Juga bisa tahu yang salah itu salah serta menjauhinya. ’’Orang yang hatinya bercahaya akan merasa nikmat dalam melakukan ibadah,’’ terangnya.

Pertama, hal yang harus dilakukan agar hati bercahaya yakni memikirkan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imron 190-191. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah SWT sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring. Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

’’Zikir adalah lampunya hati,’’ jelasnya. Makanya warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiah dan haiah tertentu, agar zikir gampang masuk ke dalam hati. Kalau zikir sudah masuk dalam hati, maka mata melihat ingat Allah SWT. Telinga mendengar ingat Allah subhanahu wa ta’ala. Mulut berbicara ingat Allah SWT. Tangan melakukan sesuatu ingat Allah SWT. Kaki melangkah juga ingat Allah subhanahu wa ta’ala.

Agar kita gampang zikir, Kiai Cholil menyarankan agar selalu pegang tasbih. Berdiri pegang tasbih. Duduk pegang tasbih. Tidur pegang tasbih. ’’Pegang tasbihnya diniati zikir. Meskipun tasbihnya jatuh karena ketiduran, kita akan terus dicatat zikir,’’ paparnya.

Baca Juga :  Toriqoh 194: Kaya Harus Usaha

Orang yang terus zikir akan mendapatkan anugerah sangat besar dari Allah SWT. Yakni apapun   yang dilakukan akan sesuai dengan perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Dia akan bisa rida kepada Allah dan diridai Allah SWT.

Kedua, agar hati disinari cahaya yang sempurna oleh Allah SWT, kita harus sering ingat mati. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya hati itu dapat berkarat sebagaimana besi berkarat. Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam lalu ditanya; Apa yang menghilangkan karat hati? Rasul menjawab; Membaca Alquran dan mengingat kematian.

Alquran adalah zikir yang agung. Makanya kepada setiap alumni yang sowan, Kiai Cholil selalu menyarankan agar di rumah istiqamah membaca Alquran. Yang paling mudah adalah kulhu atau Surat Ikhlas.

Baca Juga :  Toriqoh 192: Teman Itu Nulari

Zaman Rasulullah ada orang yang sangat cinta kulhu. Sehingga saat salat, usai baca surat apapun pasti ditambah kulhu.M endengar itu, Nabi justru berkata; Karena cintamu kepada kulhu, maka Allah SWT juga mencintaimu.

Dalam hadis qudsi Allah berfirman; Orang yang mapan tidur miring kanan lalu baca QS Al Ikhlas 100 kali, kelak di akhirat akan diseru masuk surga melalui sisi kanan. Mengingat mati akan membuat hati bercahaya. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Qaf 22-23. Sesungguhnya saat hidup kamu berada dalam keadaan lalai. Maka saat mati Kami singkapkan tutup yang menutupi mata hatimu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.

Orang yang ingat mati, akan tahu bahwa masa depannya adalah mati. Sehingga akan bersiap menyongsong mati. Orang hendak mencuri kok ingat mati, pasti tak jadi mencuri. Orang mau zina kok ingat mati, pasti tak jadi zina.

Makanya Imam Ghozali menyarankan, jika kita merasa tak punya nikmat, pergilah ke kuburan. Lihatlah orang-orang mati. Mereka semua ingin hidup lagi untuk amal saleh. Maka kita harus bersyukur karena punya nikmat berupa hidup. Sehingga harus disyukuri dengan amal saleh.

- Advertisement -

PENGASUH PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, mengingatkan pentingnya memikirkan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala serta mengingat mati.

’’Siapa yang ingin Allah SWT menyinari hatinya dengan sinar yang sempurna, maka perbanyaklah memikirkan keagungan Allah SWT dan mengingat mati,’’ tuturnya.

Kiai Cholil menjelaskan, orang yang hatinya bercahaya, akan bisa mengetahui yang benar itu benar serta mengikutinya. Juga bisa tahu yang salah itu salah serta menjauhinya. ’’Orang yang hatinya bercahaya akan merasa nikmat dalam melakukan ibadah,’’ terangnya.

Pertama, hal yang harus dilakukan agar hati bercahaya yakni memikirkan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imron 190-191. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah SWT sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring. Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

’’Zikir adalah lampunya hati,’’ jelasnya. Makanya warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiah dan haiah tertentu, agar zikir gampang masuk ke dalam hati. Kalau zikir sudah masuk dalam hati, maka mata melihat ingat Allah SWT. Telinga mendengar ingat Allah subhanahu wa ta’ala. Mulut berbicara ingat Allah SWT. Tangan melakukan sesuatu ingat Allah SWT. Kaki melangkah juga ingat Allah subhanahu wa ta’ala.

Agar kita gampang zikir, Kiai Cholil menyarankan agar selalu pegang tasbih. Berdiri pegang tasbih. Duduk pegang tasbih. Tidur pegang tasbih. ’’Pegang tasbihnya diniati zikir. Meskipun tasbihnya jatuh karena ketiduran, kita akan terus dicatat zikir,’’ paparnya.

Baca Juga :  Toriqoh 202, Generasi Rabbani
- Advertisement -

Orang yang terus zikir akan mendapatkan anugerah sangat besar dari Allah SWT. Yakni apapun   yang dilakukan akan sesuai dengan perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Dia akan bisa rida kepada Allah dan diridai Allah SWT.

Kedua, agar hati disinari cahaya yang sempurna oleh Allah SWT, kita harus sering ingat mati. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya hati itu dapat berkarat sebagaimana besi berkarat. Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam lalu ditanya; Apa yang menghilangkan karat hati? Rasul menjawab; Membaca Alquran dan mengingat kematian.

Alquran adalah zikir yang agung. Makanya kepada setiap alumni yang sowan, Kiai Cholil selalu menyarankan agar di rumah istiqamah membaca Alquran. Yang paling mudah adalah kulhu atau Surat Ikhlas.

Baca Juga :  Binrohtal 1.397: Nyadran dan Megengan

Zaman Rasulullah ada orang yang sangat cinta kulhu. Sehingga saat salat, usai baca surat apapun pasti ditambah kulhu.M endengar itu, Nabi justru berkata; Karena cintamu kepada kulhu, maka Allah SWT juga mencintaimu.

Dalam hadis qudsi Allah berfirman; Orang yang mapan tidur miring kanan lalu baca QS Al Ikhlas 100 kali, kelak di akhirat akan diseru masuk surga melalui sisi kanan. Mengingat mati akan membuat hati bercahaya. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Qaf 22-23. Sesungguhnya saat hidup kamu berada dalam keadaan lalai. Maka saat mati Kami singkapkan tutup yang menutupi mata hatimu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.

Orang yang ingat mati, akan tahu bahwa masa depannya adalah mati. Sehingga akan bersiap menyongsong mati. Orang hendak mencuri kok ingat mati, pasti tak jadi mencuri. Orang mau zina kok ingat mati, pasti tak jadi zina.

Makanya Imam Ghozali menyarankan, jika kita merasa tak punya nikmat, pergilah ke kuburan. Lihatlah orang-orang mati. Mereka semua ingin hidup lagi untuk amal saleh. Maka kita harus bersyukur karena punya nikmat berupa hidup. Sehingga harus disyukuri dengan amal saleh.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/