Selasa, 25 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Binrohtal 1.338: Lima sebelum Lima

15 Januari 2022, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Binrohtal 1.338: Lima sebelum Lima

KH Syamsul Anam Alhafid

Share this      

Saat khutbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (14/1), KH Syamsul Anam Alhafid menjelaskan pentingnya introspeksi diri. Terutama terhadap umur kita. ’’Setiap bertambahnya umur, sejatinya jatah hidup kita semakin berkurang. Kita semakin dekat dengan kematian,’’ tuturnya.

Dia lantas mengajak merenungi pesan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. Pertama, waktu mudamu sebelum datang masa tuamu. Kedua, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Ketiga, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu. Keempat, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Kelima, hidupmu sebelum datang matimu.

Gus Anam juga menyampaikan nasehat Imam Ghozali. Suatu hari, Imam Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu dia mengajukan enam pertanyaan. Pertama, apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini? Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. 

Baca juga: MAN 6 Jombang Konsisten Lahirkan Generasi Siswa Berprestasi

Imam Ghazali menjelaskan, yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Sebab kematian adalah janji Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imron 185. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.

Pertanyaan kedua, apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini? Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Imam Ghazali menjelaskan, yang paling jauh adalah masa lalu. Siapa pun kita, bagaimana pun kita, dan betapa kayanya kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. ’’Kembali ke lima menit yang lalu pun kita tak bisa,’’ tegas Kiai Syamsul Anam.

Makanya kita harus betul-betul memanfaatkan waktu untuk ibadah dan menyiapkan bekal akhirat.  

Pertanyaan ketiga, apa yang paling besar di dunia ini? Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Imam Ghazali menyatakan, yang paling besar sebenarnya adalah nafsu. Karena dengan nafsunya, manusia bisa menelan bumi seisinya. 

Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsu. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu. Kita harus bisa mengendalikan nafsu agar selamat di dunia dan akhirat.

Pertanyaan keempat, apa yang paling berat di dunia ini? Diantara muridnya ada yang menjawab baja, besi, dan gajah.  Imam Ghazali menjelaskan, yang paling berat adalah memegang amanah. Banyak orang yang tidak mampu menjalankan amanah.

 Pertanyaan kelima, apa yang paling ringan di dunia ini? Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Imam Ghazali mengatakan, yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan salat. Padahal sekali orang meninggalkan salat, dijidatnya tertulis; Calon penghuni neraka.

Pertanyaan keenam, apakah yang paling tajam di dunia ini? Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang.

 Imam Ghazali menjelaskan, yang paling tajam adalah lidah manusia. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya bisa menyakiti hati dan melukai perasaan orang lain sendiri.

(jo/jif/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia