Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Kota Santri
icon featured
Kota Santri
Masjid Baitul Mu’min Mangirejo Wonosalam

Dibangun 1970, Dulunya Rumah Pendatang

14 Januari 2022, 08: 00: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Dibangun 1970, Dulunya Rumah Pendatang

Share this      

BAGIAN belakang Masjid Baitul Mu’min Dusun Mangirejo, Desa/Kecamatan Wonosalam sampai sekarang masih nyambung dengan bagian depan rumah yang tepat berada di belakangnya. Ini karena masjid itu dulunya adalah rumah. ’’Rumah milik Pak H Munandar,’’ kata Sarmin, 80, salah satu jamaah masjid.

Almarhum H Munandar merupakan seorang pengusaha asal Surabaya. Dia memiliki rumah dan kebun yang luas di Mangirejo. Sesekali dia menyambangi rumah dan kebunnya. Karena saat itu di kampung tersebut belum ada masjid, akhirnya dia merelakan sebagian rumahnya dijadikan masjid. Agar saat waktu salat, dia bisa berjamaah bersama warga. ’’H Munandar ikrar bagian depan rumahnya diwakafkan untuk masjid,’’ ucap Sarmin.

Itu sekitar tahun 1970. Saat itu, ukuran bangunan masjid hanya 7X8 meter. Rumahnya sendiri digeser ke belakang. Sehingga posisi rumah sekarang ini berada tepat di belakang masjid. ’’Sekitar  tahun 1980, oleh H Munandar masjidnya direhab menjadi lebih luas,’’ urai Sarmin. Ukurannya menjadi 13X15 meter. ’’Dana rehabnya dari H Munandar, pengerjaannya dibantu warga,’’ terang Sarmin.

Baca juga: MAN 6 Jombang Konsisten Lahirkan Generasi Siswa Berprestasi

Bangunan awal masjid itu masih berupa kayu. Namun setelah direhab, semuanya diganti cor. ’’Bangunan masjid itu sangat kuat. Karena semuanya cor beton,’’ ucap Sarmin.

Pada 2017, H Munandar meninggal dunia. Saat ini, rumah di belakang masjid ditempati keponakan H Munandar. Pengelolaan masjid sepenuhnya diserahkan warga sekitar.

Belakangan, warga secara swadaya menambah atap pada tempat parkir. Sehingga masjid lebih teduh. Saat jamaah meluber, tempat parkir juga dipakai. Saat salat Idul Fitri dan Idul Adha, jamaahnya meluber sampai ke parkiran.

Masjid Baitul Mu’min sangat nyaman. Lantai dan separo dindingnya keramik. Udara Wonosalam yang sejuk membuat kita merasa nyaman di dalamnya meskipun tanpa AC.

(jo/jif/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia