alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Student Journalism: Ujian Bukan Azab

Selasa (4/1) di Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Jombang, saya membaca nasehat Syekh Abdul Qodir Aljilani. Yang tertulis dalam majelis kesembilan kitab Fathur Rabbani Wa Faidur Rahmani. Syekh Abdul Qodir mengutip hadis Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.  ’’Sesungguhnya Allah SWT tidak mengazab kekasih-Nya, tetapi Allah mengujinya.’’

Ketika ada orang muslim rajin ibadah, rajin ngaji, rajin jamaah, terus kena musibah ataupun bencana, maka itu bukan azab. Melainkan ujian dari Allah SWT.

Persis yang disampaikan DR KH Ahmad Mustain Syafi’i kala ngaji tafsir Jalalain di Pesantren Tebuireng Rabu (8/12). Kiai Tain menjelaskan, suatu daerah yang ditimpa bencana, biasanya disitu ada kemaksiatan.

Baca Juga :  HM Syarif Hidayatullah ST MMT: Aspirasi Wali Murid

Seperti di Aceh waktu tsunami. Sebelum tsunami terjadi, ternyata marak pesta seks di salah satu pantainya. Lalu lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo. Ternyata sebelum bencana itu terjadi, ada perkampungan yang mayoritas warganya menggeluti usaha miras.

Meski musibah turun karena ada kemaksiatan, Kiai Tain memastikan, orang mukmin yang ikut menjadi korban musibah itu tetap mati syahid. ’’Karena dalam kondisi apapun, orang saleh pasti ingat Allah,’’ tegasnya.

Saat tenggelam, sebelum mati, orang saleh pasti ingat Allah, sehingga mati syahid. Saat tertimpa longsor, sebelum mati, orang saleh pasti ingat Allah, sehingga syahid.

 

Baca Juga :  Pejabat Baru di Jombang Belum Terima SPMT
MicrosoftInternetExplorer4

- Advertisement -

Selasa (4/1) di Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Jombang, saya membaca nasehat Syekh Abdul Qodir Aljilani. Yang tertulis dalam majelis kesembilan kitab Fathur Rabbani Wa Faidur Rahmani. Syekh Abdul Qodir mengutip hadis Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.  ’’Sesungguhnya Allah SWT tidak mengazab kekasih-Nya, tetapi Allah mengujinya.’’

Ketika ada orang muslim rajin ibadah, rajin ngaji, rajin jamaah, terus kena musibah ataupun bencana, maka itu bukan azab. Melainkan ujian dari Allah SWT.

Persis yang disampaikan DR KH Ahmad Mustain Syafi’i kala ngaji tafsir Jalalain di Pesantren Tebuireng Rabu (8/12). Kiai Tain menjelaskan, suatu daerah yang ditimpa bencana, biasanya disitu ada kemaksiatan.

Baca Juga :  Vaksinasi Anak di Jombang, Orang Tua Harus Mendampingi

Seperti di Aceh waktu tsunami. Sebelum tsunami terjadi, ternyata marak pesta seks di salah satu pantainya. Lalu lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo. Ternyata sebelum bencana itu terjadi, ada perkampungan yang mayoritas warganya menggeluti usaha miras.

Meski musibah turun karena ada kemaksiatan, Kiai Tain memastikan, orang mukmin yang ikut menjadi korban musibah itu tetap mati syahid. ’’Karena dalam kondisi apapun, orang saleh pasti ingat Allah,’’ tegasnya.

Saat tenggelam, sebelum mati, orang saleh pasti ingat Allah, sehingga mati syahid. Saat tertimpa longsor, sebelum mati, orang saleh pasti ingat Allah, sehingga syahid.

- Advertisement -

 

Baca Juga :  Polisi Segera Serahkan Tersangka ke Kejaksaan
MicrosoftInternetExplorer4

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/