alexametrics
24.1 C
Jombang
Sunday, August 7, 2022

Binrohtal 1.496, Meneladani Hijrah Nabi

JOMBANG – Saat ngaji dalam Peringatan tahun baru 1 Muharram 1444 H di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (4/8), Pengasuh PP Al Amanah Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdul Kholiq Hasan, menjelaskan pentingnya meneladani Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam kala hijrah.

’’Begitu tiba di Madinah, yang pertama dilakukan Rasulullah adalah membangun masjid,’’ tuturnya.Masjid pertama yang dibangun Nabi di Madinah yakni Masjid Quba. ’’Masjid menjadi pusat ibadah sekaligus pelayanan masyarakat,’’ tegasnya.

Ini seperti dilakukan Polres Jombang. Masjidnya dibangun bagus sehingga nyaman untuk ibadah. Setiap usai salat Duhur digelar pengajian pembinaan mental. Masjid menjadi tempat anggota Polres Jombang nge-charge spirit dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Hal kedua yang dilakukan Nabi di Madinah yakni mempersaudarakan sahabat Muhajirin dari Makkah dan Ansor yang asli Madinah. ’’Ini harus kita teladani dengan selalu menjaga persatuan dan persaudaraan,’’ kata Gus Kholiq. Abu Tolhah yang muhajirin dipersaudarakan dengan Abu Sa’id yang asli Madinah.

Baca Juga :  Tak Unggah Foto Rumah, Ribuan Calon Siswa SMP Terancam Gagal Lolos

Saking hebatnya rasa persaudaraan Abu Sa’id, dia sampai rela memberikan satu rumahnya kepada Abu Tolhah. Dia juga rela menceraikan satu istrinya agar bisa dinikahi Abu Tolhah. Abu Said juga memberikan separo hartanya kepada Abu Tolhah. Namun Abu Tolhah tidak mau menerimanya. Abu Tolhah ingin mandiri. Dia lantas minta ditunjukkan pasar, sehingga bisa berdagang.

’’Tugas polisi sangat mulia. Bahkan lebih mulia dari kiai,’’ tegas Gus Kholiq. Kiai mencegah kemungkaran dengan lisan. Sedangkan polisi mencegah kemungkaran dengan tangan. ’’Ada perjudian didatangi polisi, belum tentu bubar. Tapi kalau yang datang polisi, pasti langsung bubar,’’ bebernya.

Orang yang terbaik, kata Gus Kholiq, adalah yang  menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan. ’’Menyantuni yatim dan memberi beasiswa seperti tadi, itu menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan bagi penerimanya,’’ tegasnya. Pada kegiatan kemarin, Polres Jombang memang memberikan santunan yatim piatu. Serta beasiswa kepada anak anggota Polres Jombang yang berprestasi di sekolah.

Baca Juga :  Apresiasi Lomba Puisi dan Parikan, KKM MAN : Ini Wujud Pelestarian Budaya

Ketika Nabi tiba di Madinah, semua orang ingin rumahnya ditinggali Nabi. Namun Nabi tidak mau memilih sendiri. Nabi menyerahkan kepada untanya. Di depan rumah siapa unta itu berhenti, maka disitulah Nabi akan tinggal. Unta Nabi ternyata berhenti di depan rumah Abu Ayub Al Ansori. Padahal rumahnya sederhana. Banyak rumah orang lain yang lebih bagus. ’’Allah SWT memilihkan rumah Abu Ayub Al Ansori karena dia paling ikhlas,’’ ucap Gus Kholiq. Inilah sebabnya, dalam menjalankan tugas, kita harus selalu ikhlas. (jif/naz/riz) 

- Advertisement -

JOMBANG – Saat ngaji dalam Peringatan tahun baru 1 Muharram 1444 H di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (4/8), Pengasuh PP Al Amanah Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdul Kholiq Hasan, menjelaskan pentingnya meneladani Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam kala hijrah.

’’Begitu tiba di Madinah, yang pertama dilakukan Rasulullah adalah membangun masjid,’’ tuturnya.Masjid pertama yang dibangun Nabi di Madinah yakni Masjid Quba. ’’Masjid menjadi pusat ibadah sekaligus pelayanan masyarakat,’’ tegasnya.

Ini seperti dilakukan Polres Jombang. Masjidnya dibangun bagus sehingga nyaman untuk ibadah. Setiap usai salat Duhur digelar pengajian pembinaan mental. Masjid menjadi tempat anggota Polres Jombang nge-charge spirit dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Hal kedua yang dilakukan Nabi di Madinah yakni mempersaudarakan sahabat Muhajirin dari Makkah dan Ansor yang asli Madinah. ’’Ini harus kita teladani dengan selalu menjaga persatuan dan persaudaraan,’’ kata Gus Kholiq. Abu Tolhah yang muhajirin dipersaudarakan dengan Abu Sa’id yang asli Madinah.

Baca Juga :  Binrohtal 1.485, Level Muttaqin

Saking hebatnya rasa persaudaraan Abu Sa’id, dia sampai rela memberikan satu rumahnya kepada Abu Tolhah. Dia juga rela menceraikan satu istrinya agar bisa dinikahi Abu Tolhah. Abu Said juga memberikan separo hartanya kepada Abu Tolhah. Namun Abu Tolhah tidak mau menerimanya. Abu Tolhah ingin mandiri. Dia lantas minta ditunjukkan pasar, sehingga bisa berdagang.

’’Tugas polisi sangat mulia. Bahkan lebih mulia dari kiai,’’ tegas Gus Kholiq. Kiai mencegah kemungkaran dengan lisan. Sedangkan polisi mencegah kemungkaran dengan tangan. ’’Ada perjudian didatangi polisi, belum tentu bubar. Tapi kalau yang datang polisi, pasti langsung bubar,’’ bebernya.

- Advertisement -

Orang yang terbaik, kata Gus Kholiq, adalah yang  menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan. ’’Menyantuni yatim dan memberi beasiswa seperti tadi, itu menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan bagi penerimanya,’’ tegasnya. Pada kegiatan kemarin, Polres Jombang memang memberikan santunan yatim piatu. Serta beasiswa kepada anak anggota Polres Jombang yang berprestasi di sekolah.

Baca Juga :  Dalami Dugaan Penyelewengan Bantuan, Kajari: Saya Perintahkan Tim Turun

Ketika Nabi tiba di Madinah, semua orang ingin rumahnya ditinggali Nabi. Namun Nabi tidak mau memilih sendiri. Nabi menyerahkan kepada untanya. Di depan rumah siapa unta itu berhenti, maka disitulah Nabi akan tinggal. Unta Nabi ternyata berhenti di depan rumah Abu Ayub Al Ansori. Padahal rumahnya sederhana. Banyak rumah orang lain yang lebih bagus. ’’Allah SWT memilihkan rumah Abu Ayub Al Ansori karena dia paling ikhlas,’’ ucap Gus Kholiq. Inilah sebabnya, dalam menjalankan tugas, kita harus selalu ikhlas. (jif/naz/riz) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/