alexametrics
29.3 C
Jombang
Sunday, August 7, 2022

Ada Masjid Unik di Jombang, Bangunannya di Atas Bukit, Dikelilingi Galian C

JOMBANG – Masjid Mbah Buyut Sona, Grobokan, Karangpakis, Kabuh belum genap dua tahun dibangun. Namun sudah viral sehingga kerap dikunjungi jamaah dari mana-mana. Bahkan dari luar Jombang.

“Dari Pasuruan, Gresik, Lamongan dan daerah-daerah lainnya banyak yang kesini,’’ kata Suyono,69, takmir Masjid Mbah Buyut Sona. Para jamaah biasanya sekalian ziarah di makam Mbah Buyut Sona yang tepat berada di depan masjid. ’’Mbah Buyut Sona ini bendaharanya para wali, hidupnya pada masa kerajaan Majapahit,’’ terang Suyono yang juga juri kunci makam.

Lokasi makam dan masjid berada diatas bukit dengan ketinggian sekitar 50 meter. Untuk sampai di makam dan masjid, harus menaiki anak tangga sebanyak 52. Seperti naik ke makam Sunan Giri di Gresik.

Lokasi makam berada di tengah lokasi galian C aktif. Kanan kirinya dulu juga bukit batu, namun sudah habis digali. Dulu digali dengan harapan, setelah batunya habis, bisa menjadi tanah subur untuk ditanami. Namun sampai bawah tetap berupa tanah tandus.

Baca Juga :  Binrohtal 1.422, Indahnya Bersedekah

Tanah galian sekaligus makam dan masjid milik Sugeng. Makamnya dulu tidak terawat. Suatu ketika, ada orang tua menemui Sugeng. Orang ini berpesan; Jika ingin mulia, maka rawatlah makam Mbah Buyut Sona.

Sejak itu, Sugeng mulai merawat makam tersebut. Makam dibuatkan cungkup yang bagus. Pesan orang tua itu ternyata benar. ’’Setelah merawat makam, rezekinya Pak Sugeng semakin lancar,’’ kata Ansori Syafii, tokoh agama setempat. Akhirnya, Sugeng juga membangun masjid tepat di depan makam. Semuanya dibangun dengan dana pribadi.

Luas masjid 10X10 meter. Lantainya kayu jati. Dindingnya kayu jati. Atapnya kayu jati dengan genting semen dari Sidoarjo. Sekelilingnya dibangun pagar dengan batu bata dari Blora. Untuk mempercantik dinding masjid, didatangtkan tiga pengukir dari Jepara. Dinding dipenuhi ukiran asmaul husna dan kalimat toyibah.

Baca Juga :  Masjid Al Karomah, Musala Kayu yang Kini Jadi Masjid Indah

’’Saya sudah tiga bulan kerja disini,’’ kata Kasmidi, salah satu pengukir dari Jepara. Dia dibantu Roni dan Saiful yang sama-sama dari Jepara. Sebulan sekali mereka pulang ke Jepara.

’’Makam dan masjid kita jadikan wasilah mendekat kepada Allah SWT,’’ kata Ansori Khudlori, tokoh setempat. Setiap Kamis malam Jumat, di masjid diadakan pembacaan Yasin tahlil. Jumat malam Sabtu diisi istighotsah dan salawat. Setiap Jumat Wage bakda Jumatan, ada santunan yatim dan terapi pengobatan alternatif. (jif/naz/riz)

 

- Advertisement -

JOMBANG – Masjid Mbah Buyut Sona, Grobokan, Karangpakis, Kabuh belum genap dua tahun dibangun. Namun sudah viral sehingga kerap dikunjungi jamaah dari mana-mana. Bahkan dari luar Jombang.

“Dari Pasuruan, Gresik, Lamongan dan daerah-daerah lainnya banyak yang kesini,’’ kata Suyono,69, takmir Masjid Mbah Buyut Sona. Para jamaah biasanya sekalian ziarah di makam Mbah Buyut Sona yang tepat berada di depan masjid. ’’Mbah Buyut Sona ini bendaharanya para wali, hidupnya pada masa kerajaan Majapahit,’’ terang Suyono yang juga juri kunci makam.

Lokasi makam dan masjid berada diatas bukit dengan ketinggian sekitar 50 meter. Untuk sampai di makam dan masjid, harus menaiki anak tangga sebanyak 52. Seperti naik ke makam Sunan Giri di Gresik.

Lokasi makam berada di tengah lokasi galian C aktif. Kanan kirinya dulu juga bukit batu, namun sudah habis digali. Dulu digali dengan harapan, setelah batunya habis, bisa menjadi tanah subur untuk ditanami. Namun sampai bawah tetap berupa tanah tandus.

Baca Juga :  MPLS SMKN Gudo, Bikin Siswa Baru Makin Percaya Diri

Tanah galian sekaligus makam dan masjid milik Sugeng. Makamnya dulu tidak terawat. Suatu ketika, ada orang tua menemui Sugeng. Orang ini berpesan; Jika ingin mulia, maka rawatlah makam Mbah Buyut Sona.

Sejak itu, Sugeng mulai merawat makam tersebut. Makam dibuatkan cungkup yang bagus. Pesan orang tua itu ternyata benar. ’’Setelah merawat makam, rezekinya Pak Sugeng semakin lancar,’’ kata Ansori Syafii, tokoh agama setempat. Akhirnya, Sugeng juga membangun masjid tepat di depan makam. Semuanya dibangun dengan dana pribadi.

- Advertisement -

Luas masjid 10X10 meter. Lantainya kayu jati. Dindingnya kayu jati. Atapnya kayu jati dengan genting semen dari Sidoarjo. Sekelilingnya dibangun pagar dengan batu bata dari Blora. Untuk mempercantik dinding masjid, didatangtkan tiga pengukir dari Jepara. Dinding dipenuhi ukiran asmaul husna dan kalimat toyibah.

Baca Juga :  Binrohtal 1.422, Indahnya Bersedekah

’’Saya sudah tiga bulan kerja disini,’’ kata Kasmidi, salah satu pengukir dari Jepara. Dia dibantu Roni dan Saiful yang sama-sama dari Jepara. Sebulan sekali mereka pulang ke Jepara.

’’Makam dan masjid kita jadikan wasilah mendekat kepada Allah SWT,’’ kata Ansori Khudlori, tokoh setempat. Setiap Kamis malam Jumat, di masjid diadakan pembacaan Yasin tahlil. Jumat malam Sabtu diisi istighotsah dan salawat. Setiap Jumat Wage bakda Jumatan, ada santunan yatim dan terapi pengobatan alternatif. (jif/naz/riz)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/