alexametrics
31.5 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Binrohtal 1.493, Saat Usia 40 Tahun

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (1/8), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan pentingnya mensyukuri tahun baru 1444 H. Utamanya dengan meningkatkan amal saleh dan amal ibadah.

’’Dengan pergantian tahun ini tanpa terasa umur kita juga bertambah, maka ibadah juga harus ditambah,’’ tuturnya. Terlebih bagi kita yang sudah berusia 40 tahun. Usia 40 tahun istimewa karena disebut dalam Alquran.

Tepatnya dalam QS Al Ahqaf 15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya tiga puluh bulan.

Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridai. Berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Baca Juga :  Binrohtal 1.447, Bekal Ilmu dan Adab

Gus Anam menjelaskan, ada nasehat yang sangat berharga dari Imam Al Ghozali. ’’Barangsiapa yang usianya telah mencapai 40 tahun, tetapi amal kebaikannya belum mengungguli keburukannya, maka hendaklah dia bersiap-siap memesan tempat di neraka,’’ tegasnya.

Ini adalah peringatan bagi kita terutama yang usianya sudah berkepala empat ke atas. ’’Agar memperbanyak amal kebaikan, karena usia tersebut saatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala,’’ pesannya.

Sebagaimana yang disebut dalam QS Al Ahqaf 15, ada empat kebaikan yang mestinya dilakukan setelah usia 40 tahun.

Pertama, bersyukur atas limpahan nikmat. Orang yang usianya sudah 40 tahun, biasanya telah banyak mendapat nikmat. Pendidikan sudah tinggi. Sudah punya pekerjaan mapan. Sudah punya rumah. Sudah punya istri dan anak. Orang tuanya jika masih hidup juga mulai berusia tua.

’’Semua nikmat Allah SWT yang telah kita peroleh harus sering kita angen-angen agar semakin bersyukur kepada Allah SWT,’’ tegasnya. Bersyukur orang tua masih hidup, maka kita harus berbakti kepada mereka. Bersyukur punya anak istri, maka kita harus mendidik mereka. Bersyukur punya pekerjaan mapan, maka kita harus profesional dan amanah. Bersyukur punya rezeki maka harus mau sedekah dan zakat. Dengan rasa syukur yang tinggi, kita akan makin ringan untuk beribadah.

Baca Juga :  Binrohtal 1.494 Prasangka Membawa Tobat

Kedua, beramal saleh yang diridai Allah SWT. Orang yang berusia 40 tahun biasanya mulai berpikir untuk meningkat kualitas spiritualnya. Jika sebelumnya tidak salat, mulai tergerak salat. Mulai serius memperbaiki kualitas ibadahnya. Jika bacaan Qurannya buruk, tergerak untuk memperbaiki. Mulai mau mendatangi majelis-majelis taklim.

Ketiga, berbuat baik pada keluarga. Orang yang sudah berusia 40 tahun, anak-anaknya mulai beranjak remaja. Sehingga harus membimbing anak-anaknya. Selalu mendoakan agar anak cucunya dan semua keturunannya saleh salehah.

Keempat bertobat. Orang yang berusia 40 tahun kepalanya mulai ditumbuhi uban alias rambut putih. Ini mengingatkan bahwa tak lama lagi wayahe mulih. Kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala alias meninggal dunia. Makanya harus tobat. Maksiat yang dulu dilakukan harus dihentikan. Ibadah wajib yang dulu ditinggal harus diganti atau diqodo. Ibadah sunah yang dulu tidak dilakukan kini harus mulai dilaksanakan. (jif/riz)

 

- Advertisement -

JOMBANG – Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (1/8), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan pentingnya mensyukuri tahun baru 1444 H. Utamanya dengan meningkatkan amal saleh dan amal ibadah.

’’Dengan pergantian tahun ini tanpa terasa umur kita juga bertambah, maka ibadah juga harus ditambah,’’ tuturnya. Terlebih bagi kita yang sudah berusia 40 tahun. Usia 40 tahun istimewa karena disebut dalam Alquran.

Tepatnya dalam QS Al Ahqaf 15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya tiga puluh bulan.

Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridai. Berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Baca Juga :  Binrohtal 1.479, Menghindari Sombong

Gus Anam menjelaskan, ada nasehat yang sangat berharga dari Imam Al Ghozali. ’’Barangsiapa yang usianya telah mencapai 40 tahun, tetapi amal kebaikannya belum mengungguli keburukannya, maka hendaklah dia bersiap-siap memesan tempat di neraka,’’ tegasnya.

Ini adalah peringatan bagi kita terutama yang usianya sudah berkepala empat ke atas. ’’Agar memperbanyak amal kebaikan, karena usia tersebut saatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala,’’ pesannya.

- Advertisement -

Sebagaimana yang disebut dalam QS Al Ahqaf 15, ada empat kebaikan yang mestinya dilakukan setelah usia 40 tahun.

Pertama, bersyukur atas limpahan nikmat. Orang yang usianya sudah 40 tahun, biasanya telah banyak mendapat nikmat. Pendidikan sudah tinggi. Sudah punya pekerjaan mapan. Sudah punya rumah. Sudah punya istri dan anak. Orang tuanya jika masih hidup juga mulai berusia tua.

’’Semua nikmat Allah SWT yang telah kita peroleh harus sering kita angen-angen agar semakin bersyukur kepada Allah SWT,’’ tegasnya. Bersyukur orang tua masih hidup, maka kita harus berbakti kepada mereka. Bersyukur punya anak istri, maka kita harus mendidik mereka. Bersyukur punya pekerjaan mapan, maka kita harus profesional dan amanah. Bersyukur punya rezeki maka harus mau sedekah dan zakat. Dengan rasa syukur yang tinggi, kita akan makin ringan untuk beribadah.

Baca Juga :  Toriqoh 178: Ilmu karena Allah

Kedua, beramal saleh yang diridai Allah SWT. Orang yang berusia 40 tahun biasanya mulai berpikir untuk meningkat kualitas spiritualnya. Jika sebelumnya tidak salat, mulai tergerak salat. Mulai serius memperbaiki kualitas ibadahnya. Jika bacaan Qurannya buruk, tergerak untuk memperbaiki. Mulai mau mendatangi majelis-majelis taklim.

Ketiga, berbuat baik pada keluarga. Orang yang sudah berusia 40 tahun, anak-anaknya mulai beranjak remaja. Sehingga harus membimbing anak-anaknya. Selalu mendoakan agar anak cucunya dan semua keturunannya saleh salehah.

Keempat bertobat. Orang yang berusia 40 tahun kepalanya mulai ditumbuhi uban alias rambut putih. Ini mengingatkan bahwa tak lama lagi wayahe mulih. Kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala alias meninggal dunia. Makanya harus tobat. Maksiat yang dulu dilakukan harus dihentikan. Ibadah wajib yang dulu ditinggal harus diganti atau diqodo. Ibadah sunah yang dulu tidak dilakukan kini harus mulai dilaksanakan. (jif/riz)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/