alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Binrohtal 1.302: Keutamaan Zikir Usai Salat

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (30/11), Pengasuh Pesantren Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafid, menjelaskan keutamaan zikir usai salat fardu. ’’Rasulullah  Muhammad sallallahu alaihi wa sallam selalu zikir tiap usai salat, jadi zikir usai salat termasuk sunah muakkad,’’ tuturnya.

Sahabat Tsauban berkata: Biasanya apabila Rasulullah SAW telah selesai menunaikan salat, beliau mengucapkan: astagfirullah tiga kali. Kemudian mengucapkan: Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta ya dzal jalali wal ikram.

Uqbah bin Amir berkata: Rasulullah SAW memerintah supaya membaca Al-Muawidzat. Yakni Qulhuwallahu Ahad, Qul a’udzu bi rabbil falaq dan  Qul a’udzu bi rabbinnas di belakang setiap salat fardu.

Abi Umamah berkisah, Nabi Muhammad SAW bersabda: Barangsiapa membaca ayat kursi di belakang setiap salat fardu, niscaya tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga kecuali kalau dia tidak mati. Maksudnya, orang yang selalu membaca ayat kursi usai salat, pasti akan masuk surga setelah mati. Jarak antara dirinya dengan surga hanya dipisahkan kematian.

Baca Juga :  Ajarkan Santri Cilik Melek Literasi Teladani Akhlak Rasullullah SAW

Kaab bin ‘Ujrah menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW; Orang yang mengucapkan beberapa kalimat ini usai salat wajib tidak akan pernah rugi dunia akhirat. Yakni 33 kali tasbih (subhanallah), 33 kali tahmid (alhamdulillah), dan 34 kali takbir (Allahu Akbar).

Abi Hurairah ra meriwayatkan dawuh Nabi Muhammad SAW; Barangsiapa bertasbih atau menyucikan Allah dengan membaca subhanallah setelah salat fardu sebanyak 33 kali. Lalu bertahmid memuji Allah dengan membaca alhamdulillah 33 kali. Kemudian bertakbir membaca Allahu Akbar 33 kali. Sehingga jumlahnya menjadi 99 kali. Lalu dia mengucapkan 1 kali Lailaha illallah wahdahu la syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa a’la kulli syai’in qadir. Niscaya diampuni kesalahan-kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan.

Suatu kali, Rasulullah SAW melihat Abu Dujanah tergesa-gesa meninggalkan masjid usai salat Subuh, tanpa zikir. Hari berikutnya, Nabi bertanya kepada Abu Dujanah, kenapa tidak ikut zikir hingga nabi berdoa? Ini menunjukkan, betapa zikir usai salat itu menjadi perhatian nabi.

Abu Dujanah menjelaskan, rumahnya bersebelahan dengan tetangga yang punya tanaman kurma. Dahannya menjulang, masuk ke halaman rumah Abu Dujanah. Sehingga buahnya banyak yang jatuh ke pekarangannya. Sementara keluarganya hidup seadanya. Kadang anak-anaknya tidur dalam keadaan lapar. Sehingga jika pagi mendapati buah kurma tetangga jatuh, di halamannya, anak-anaknya lantas memakannya. Padahal itu haram. Suatu hari anaknya pernah memakan kurma itu. Abu Dujanah pun memaksa si anak agar memuntahkannya. Karena khawatir siksa akhirat.

Baca Juga :  Kolom Gus Zuem: Dunia Kampus & Gairah

Dia langsung pulang usai salat Subuh, agar bisa mengumpulkan kurma yang jatuh di pekarangannya untuk dikembalikan ke pekarangan tetangga. Agar tidak ketahuan anak-anaknya.

Singkat cerita, Abu Bakar lantas membeli pohon kurma itu untuk diberikan Abu Dujanah. Namun si tetangga rupanya orang munafik. Dia berniat curang. Walaupun sudah menerima uang, dia akan tetap mengambil buah kurmanya. Dan tidak memberikan buahnya pada Abu Dujanah. Karena pohonnya tetap berada di pekarangannya.

Namun esok paginya, pohonnya ternyata pindah ke pekarangan Abu Dujanah. Sehingga niat busuk si tetangga gagal dan Abu Dujanah beserta anak-anaknya bisa menikmati buah kurmanya.

- Advertisement -

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (30/11), Pengasuh Pesantren Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafid, menjelaskan keutamaan zikir usai salat fardu. ’’Rasulullah  Muhammad sallallahu alaihi wa sallam selalu zikir tiap usai salat, jadi zikir usai salat termasuk sunah muakkad,’’ tuturnya.

Sahabat Tsauban berkata: Biasanya apabila Rasulullah SAW telah selesai menunaikan salat, beliau mengucapkan: astagfirullah tiga kali. Kemudian mengucapkan: Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta ya dzal jalali wal ikram.

Uqbah bin Amir berkata: Rasulullah SAW memerintah supaya membaca Al-Muawidzat. Yakni Qulhuwallahu Ahad, Qul a’udzu bi rabbil falaq dan  Qul a’udzu bi rabbinnas di belakang setiap salat fardu.

Abi Umamah berkisah, Nabi Muhammad SAW bersabda: Barangsiapa membaca ayat kursi di belakang setiap salat fardu, niscaya tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga kecuali kalau dia tidak mati. Maksudnya, orang yang selalu membaca ayat kursi usai salat, pasti akan masuk surga setelah mati. Jarak antara dirinya dengan surga hanya dipisahkan kematian.

Baca Juga :  Student Journalism: Istiqamah Menuntut Ilmu

Kaab bin ‘Ujrah menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW; Orang yang mengucapkan beberapa kalimat ini usai salat wajib tidak akan pernah rugi dunia akhirat. Yakni 33 kali tasbih (subhanallah), 33 kali tahmid (alhamdulillah), dan 34 kali takbir (Allahu Akbar).

Abi Hurairah ra meriwayatkan dawuh Nabi Muhammad SAW; Barangsiapa bertasbih atau menyucikan Allah dengan membaca subhanallah setelah salat fardu sebanyak 33 kali. Lalu bertahmid memuji Allah dengan membaca alhamdulillah 33 kali. Kemudian bertakbir membaca Allahu Akbar 33 kali. Sehingga jumlahnya menjadi 99 kali. Lalu dia mengucapkan 1 kali Lailaha illallah wahdahu la syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa a’la kulli syai’in qadir. Niscaya diampuni kesalahan-kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan.

- Advertisement -

Suatu kali, Rasulullah SAW melihat Abu Dujanah tergesa-gesa meninggalkan masjid usai salat Subuh, tanpa zikir. Hari berikutnya, Nabi bertanya kepada Abu Dujanah, kenapa tidak ikut zikir hingga nabi berdoa? Ini menunjukkan, betapa zikir usai salat itu menjadi perhatian nabi.

Abu Dujanah menjelaskan, rumahnya bersebelahan dengan tetangga yang punya tanaman kurma. Dahannya menjulang, masuk ke halaman rumah Abu Dujanah. Sehingga buahnya banyak yang jatuh ke pekarangannya. Sementara keluarganya hidup seadanya. Kadang anak-anaknya tidur dalam keadaan lapar. Sehingga jika pagi mendapati buah kurma tetangga jatuh, di halamannya, anak-anaknya lantas memakannya. Padahal itu haram. Suatu hari anaknya pernah memakan kurma itu. Abu Dujanah pun memaksa si anak agar memuntahkannya. Karena khawatir siksa akhirat.

Baca Juga :  Tingkatkan Pendapatan Kampung KB Melalui Jahe Merah Instan

Dia langsung pulang usai salat Subuh, agar bisa mengumpulkan kurma yang jatuh di pekarangannya untuk dikembalikan ke pekarangan tetangga. Agar tidak ketahuan anak-anaknya.

Singkat cerita, Abu Bakar lantas membeli pohon kurma itu untuk diberikan Abu Dujanah. Namun si tetangga rupanya orang munafik. Dia berniat curang. Walaupun sudah menerima uang, dia akan tetap mengambil buah kurmanya. Dan tidak memberikan buahnya pada Abu Dujanah. Karena pohonnya tetap berada di pekarangannya.

Namun esok paginya, pohonnya ternyata pindah ke pekarangan Abu Dujanah. Sehingga niat busuk si tetangga gagal dan Abu Dujanah beserta anak-anaknya bisa menikmati buah kurmanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/