Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menengok Produksi Cobek dari Gedangan

A
Penulis: Achmad RW❯
Ismail, 50 warga Dusun Mojogeneng Desa Gedangan Kecamatan Mojowarno .menunjukkan hasil produksi cobeknya.
Ismail, 50 warga Dusun Mojogeneng Desa Gedangan Kecamatan Mojowarno .menunjukkan hasil produksi cobeknya.
JOMBANG - Desa Gedangan Kecamatan Mojowarno sudah tersohor sebagai sentra pembuatan genting dan bata merah. Di desa itu, ada juga produksi cobek dari tanah liat. Seperti ditekuni Ismail,50, warga Dusun Mojogeneng.

Ismail baru lima tahun ini membuat cobek. Sebelumnya, ia melayani pembuatan genting. Karena pembuat genting terus bermunculan, ia akhirnya beralih produk lain. ’’Cobek ini pasarnya selalu ramai dan permintaan terus bertambah,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dalam membuat cobek, Ismail mengandalkan alat bot yang ia buat sendiri. Alat itu, terbuat dari lempengan cakram motor bekas dan sebuah dinamo mesin jahit untuk memutarnya. ’’Alat ini namanya bot, untuk menghaluskan sekaligus membuat cobek,’’ jelasnya.

Membuat cobek dengan alat bot prosesnya bisa cepat.  Dalam sehari, Ismail mampu menuntaskan 300-400 cobek. ’’Pakai alat ini, satu menit bisa jadi satu cobek,’’ jelasnya.

Proses pembuatan dimulai dengan mencetak gumpalan tanah liat dengan  alat press. Setelah diangin-anginkan beberapa jam, cobek yang setengah jadi lantas dihaluskan. ’’Saya kasih taburan pasir juga agar lebih awet dan kuat,’’ tambahnya.

Meski permintaan terus bertambah, cobek buatan Ismail sejak dulu harganya tetap. Ukuran kecil mulai Rp 1.500 dan ukuran besar Rp 2.800. ’’Cobek-cobek ini saya pasarkan ke luar kota seperti Sidoarjo, Mojokerto dan lainnya,’’ terangnya.

Kualitas Cobek Tergantung Cuaca

SEMENTARA ITU, pembuatan cobek Ismail di Desa Gendangan Mojowarno juga dipengaruhi faktor cuaca. Saat cuaca terlalu panas, cobek akan mengering dan rentan pecah. Jika cuaca mendukung, misalnya tidak terlalu panas dan tidak hujan, maka kualitas cobeknya bagus. ’’Kalau sedikit mendung itu bagus,’’ jelasnya.

Dalam membuat cobek, Ismail dibantu beberapa orang yang masih anggota keluarganya. ’’Saya ini dibantu dua orang, dari keluarga sendiri,’’ ucapnya  (ang/jif/riz)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Innalillahi, Kades Latsari Mojowarno Jombang Meninggal Dunia

Innalillahi, Kades Latsari Mojowarno Jombang Meninggal Dunia

Kepala Desa (Kades) Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Muslikan, meninggal dunia pada Kamis (15/10).

Rusak Sejak Awal Tahun, Perbaikan Jembatan Latsari Jombang Diusulkan Masuk APBD 2027

Rusak Sejak Awal Tahun, Perbaikan Jembatan Latsari Jombang Diusulkan Masuk APBD 2027

Perbaikan jembatan di Dusun Kempreng, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, yang rusak sejak Februari lalu belum menemui kepastian. Setelah pengajuan ke pemerintah pusat belum mendapat kejelasan, Pemkab Jombang

Waduh! Ibu Menyusui di Mojowarno Jombang Dapat MBG Tumis Berulat

Waduh! Ibu Menyusui di Mojowarno Jombang Dapat MBG Tumis Berulat

Seorang penerima manfaat kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, menemukan ulat pada menu sayuran, Kamis (24/9).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer