Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lucunya Boneka Rajutan Tali dari Kwaron

A
Penulis: Achmad RW❯
Endah Margi Utami, 56 warga Dusun Blimbing, Desa Kwaron saat membuat boneka rajut di rumahnya kemarin (17/7). (NGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)
Endah Margi Utami, 56 warga Dusun Blimbing, Desa Kwaron saat membuat boneka rajut di rumahnya kemarin (17/7). (NGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)
JOMBANG - Endah Margi Utami, 56, warga Dusun Blimbing Desa Kwaron Kecamatan Diwek ini punya produk unik. Untaian benang jahit bisa disulapnya menjadi boneka hingga baju yang ciamik. Dirumahnya, berbagai macam kreasi boneka rajut berbahan dasar benang menghiasi setiap sudut. Mulai dinding, meja, bufet hingga etalase.

Merajut merupakan hobinya sejak kecil. Kala duduk di bangku sekolah dasar, Endang sudah berlatih merajut. Secara perlahan, saat menjadi guru di madrasah swasta, bakatnya terus diasah.

Ia mulai membuat berbagai macam bentuk boneka serta baju. ’’Inspirasi bentuk-bentuk unik saya dapat dari facebook dan youtube. Disana kan banyak model-model lucu dan terbaru,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Endah menggunakan dua jenis benang. Benang poli dan benang jahit biasa. Supaya kuat dan awet, benang jahit dirangkap hingga delapan. ’’Untuk merajut, saya menggunakan hakpen (jarum rajut,Red)  dengan berbagai ukuran,’’ sambungnya.

Untuk membuat boneka, langkah pertamanya, menyiapkan bahan. Seperti menggulung benang jahit rangkap delapan, hingga mencermati pola yang akan dibuat. Supaya boneka yang dibuat benar-benar mirip aslinya, ia berulang-ulang melihat desainnya. ’’Karena merajut butuh ketelitian dan keuletan, jadi harus dicermati,’’ terangnya.

Satu kreasi boneka ukuran kecil bisa diselesaikan dalam waktu dua minggu. Sedangkan baju rajut biasanya diselesaikan satu bulan. ’’Memang lama kalau merajut, bisa berbulan-bulan, tergantung kesulitan,’’ paparnya.

Boneka rajut buatannya memiliki karakter yang unik. Paduan warna, pola rajutan dan desain yang mirip asli membuat karyanya memiliki nilai lebih. Contohnya boneka karakter squid game. ’’Ini bisa dijadikan hiasan kunci atau pajangan,’’ tandasnya.

Selama ini, tantangan dan kendala yang dia hadapi hanya pemasaran. Ia baru sebatas memasarkan ke kerabat dan teman. ’’Pemasaran getok tular atau mulut ke mulut,’’ jelasnya. Untuk mengatasi semua kendala yang ada, dia bergabung dengan komunitas rajut Jombang. ’’Disitu semua kendala kita atasi bersama-sama,’’ tandasnya.

Selanjutnya......

Uji Coba Pemasaran ke Turki

BONEKA rajut hasil kreasi Endah banyak diminati.  Saat ini, Endah bersama komunitasnya mulai merintis mengenalkan kerajinan tangannya ke luar negeri. Ia sempat mengirimkan beberapa produknya ke Turki.

’’Ada kenalan disana, kemudian kami coba kirimkan beberapa boneka. Saat ini kita menunggu tindak lanjutnya,’’ jelasnya.

Endah mengaku terkendala tenaga.  Sehingga tidak bisa memproduksi banyak dalam waktu singkat. ’’Merajut juga membutuhkan ketenangan,’’ ujarnya. Endah biasanya menyelesaikan boneka dan baju rajut saat malam hari ketika pekerjaan rumah sudah selesai. ’’Merajut bagi saya juga bisa menghilangkan stres,’’ tambahnya.

Harga hasil rajutan Endah cukup terjangkau. Mulai yang paling murah seperti gantungan kunci Rp 10–30 ribu. Untuk baju seharga Rp 500 ribu. ’’Harga tergantung tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan,’’ ungkapnya. (ang/jif/riz)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Honda Beat Tabrak Truk Dump di Diwek Jombang, Pemotor Masuk RS

Honda Beat Tabrak Truk Dump di Diwek Jombang, Pemotor Masuk RS

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat dan truk dump Mitsubishi Fuso terjadi di Jalan Raya Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, Kamis (13/8) malam.

Terungkap! Ini Identitas Dua Sejoli dalam Video Asusila yang Viral di Jombang

Terungkap! Ini Identitas Dua Sejoli dalam Video Asusila yang Viral di Jombang

Identitas dua sejoli dalam video asusila yang viral di Jombang akhirnya terungkap.  

Kalahkan Kecamatan Diwek di Final, Desa Pundong Pertahankan Gelar Juara BKAD Cup

Kalahkan Kecamatan Diwek di Final, Desa Pundong Pertahankan Gelar Juara BKAD Cup

Desa Pundong, Kecamatan Diwek, kembali berjaya di turnamen bola voli BKAD Cup 2.0. Tim yang mewakili Pemerintah Desa (Pemdes) Pundong itu sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan tim Kecamatan Diwe

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer