Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warung ini bisa Anda temukan di Jalan KH Wahab Hasbullah, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Ada dua menu andalan di warung ini. Yakni, sambal gami dan mangut. Pengunjung bisa memilih versi pedas, sangat pedas atau sedang. ”Jadi di sini andalannya dua menu, yaitu sambal gami, dan mangut,” ujar M. Luqman Hakim, pemilik warung.
Sambal gami merupakan sambal asli dari Bontang, Kalimantan Timur. Bahan-bahan dasarnya hampir sama dengan sambal terasi ataupun sambal tomat. ”Yang berbeda, sambal gami itu semua prosesnya diracik langsung di atas tungku,” lanjutnya.
Pertama-tama, diambillah cobek dari tanah liat dan diletakkan di atas tungku api. Selanjutnya seluruh bahan-bahan sambal dimasukkan dalam cobek, mulai dari bawang, cabai, terasi dan tomat hingga minyak goreng dan dimasak sampai matang.
Salah satu yang menarik perhatian pengunjung, sesekali api menyala-nyala besar. Para juru masak di warung ini terlihat sangat terampil.
Hal serupa, juga dilakukan saat memasak sajian mangut. Mangut sendiri, merupakan kuah santan yang dicampur bumbu untuk nantinya disajikan dengan olahan ikan. ”Khasnya itu pakai kecambah ale,” ungkapnya.
Faiz, sapaan akrabnya menyebut cara memasak di atas tungku ini bukan sekadar pertunjukan saja. Dengan dibakar, menurutnya masakan yang disajikan akan lebih nikmat dan memiliki citarasa berbeda. ”Jadi dibakar itu memang khasnya sambal gami. Dengan dibakar itu, ada rasa smoky, lebih gurih juga, untuk mangut juga lebih creamy,” lontarnya.
Sementara untuk isiannya, Faiz menyediakan beberapa pilihan. Pembeli, bisa menggunakan ikan asap, ikan cakalang ataupun lele untuk sajian mangut. Sementara untuk sambal, pembeli bisa memilih tempe, telur, ayam, lele, cumi atau lobster. Pengunjung juga akan merasakan sensasi sajian sambal dalam cobek panas. ”Untuk harganya mulai Rp 10 ribu untuk tahu tempe, sampai yang paling mahal Rp 30 ribu yang lobster,” tambahnya.
Setaip hari, warung Sambal Gami Cak Man buka mulai pukul 11.00 hingga 22.00. Namun, suasana asyik di warung ini disebutnya ketika sore hingga menjelang malam. Lokasi warung yang terbuka, ditambah lampu yang temaram semakin membuat pengunjung betah. ”Kalau mau suasana yang santai dan rileks memang enaknya sore. Ini juga mau Ramadan, bisa jadi pilihan untuk menu buka puasa,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement

