Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Tunik Modifikasi, Gaun Cantik Menjuntai Tren Fashion Terkini

21 November 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Tunik Modifikasi, Gaun Cantik Menjuntai Tren Fashion Terkini

Share this      

JOMBANG – Semakin hari, perkembangan fashion semakin beragam. Saat ini, trend gaun untuk pesta pernikahan dan batik tunik lagi banyak digandrungi ibu-ibu pejabat. Selain santai, tunik modifikasi juga bisa digunakan sebagai baju kerja modern.

”Sekarang musim rewang lebih heboh daripada manten, jadi banyak bridesmaid yang jahit model gaun,” ucap Umi Masytha, penjahit butik asal Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno.

Jika dulu ia selalu menyediakan katalog agar pelanggannya tak kesulitan mencari model. Saat ini pelanggan lebih cermat, membawa model sendiri karena sudah bisa mengakses dengan mudah di google. Sehingga ia tak lagi menyediakan katalog.  

Baca juga: Cocok untuk Souvenir, Pesanan Tembus Luar Jawa

Menurutnya, konveksi dan butik tidak sama. Jika konveksi bisa memproduksi baju 10 potong per orang per hari, di butik maksimal hanya satu setel atau dua atasan. ”Itu sudah sangat maksimal dengan model standar,” jelasnya.

Menurutnya, pengerjaan baju di butik lebih halus. Finishingnya juga lebih bagus. Tidak hanya sekedar jahit dan obras. Tapi juga menggunakan teknik pressing. ”Apalagi untuk baju ala-ala tunik yang membutuhkan banyak sambungan. Bisa sehari tidak selesai,” sambungnya.

Pelanggannya datang dari berbagai kalangan. Ada guru, pejabat, pegawai perbankan, hingga istri-istri politisi. Selain membawa model gambar, pelanggan akan konsultasi dulu dengan dirinya. Apa yang perlu ditambah atau dikurangi, cocok atau tidak dengan postur tubuhnya.

Saat ini model yang banyak digandrungi adalah gaun pesta karena sedang musim nikahan. Sedangkan untuk para pekerja lebih suka model tunik besar dengan motif yang tertata. Menurutnya, yang lebih bagus menggunakan lapisan furing agar lebih tegak dan rapi. Apalagi jas, membutuhkan tiga lapis kain, yaitu kain utama, cover dan furing.

”Cover itu letaknya ditengah tertutup, tapi justru itu yang bikin bagus, sekarang juga sedang musim trikot untuk daleman jas,” ungkap Alumnus SMKN 2 Jombang tahun 1999 ini. Mengenai tarif, ia tak bisa memastikan, karena harus disesuaikan dengan model yang diminta, juga tambahan yang diperlukan.

Paling murah adalah Rp 100 ribu untuk satu potong rok hingga Rp 2 juta untuk baju yang membutuhkan banyak tambahan payet spesial. Biasanya manik-manik yang ia gunakan jenis swarovski dari Jepang. Manik-manik ini dibeli dengan harga per biji. ”Itu hanya ongkosnya belum dengan kain. Kadang ada yang menggunakan kain dari sini, boleh juga jika kain bawa sendiri,” katanya.

Untuk mengikuti perkembangan jaman, ia rajin buka google dan melihat trend fashion masa kini. Ia juga menerima banyak masukan dari pelanggan. Karena pelangganya tidak hanya dari kalangan emak-emak, tapi juga remaja usia belasan tahun.

”Saya perhatikan jika pelanggan minta model ini itu, berarti model yang banyak digemari sekarang,” sambung ibu empat anak ini. Ia juga membagikan tips untuk merawat kain jika pelanggan bertanya. Jika batik tulis, ia menyarankan agar tidak dicuci dengan mesin dan tidak dijemur dibawah sinar matahari langsung.

Jika kain tenun, sebelum dijahit harus direndam dulu, dicuci, disetrika baru dipotong. Sedangkan untuk kain sutra ia menyarankan agar menggunakan trikot agar hasilnya lebih rapi.

(jo/wen/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia