Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Rel Kereta Curahmalang, Saksi Perjuangan Melawan Penjajah

21 November 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Rel Kereta Curahmalang, Saksi Perjuangan Melawan Penjajah

RUGI- Pihak Belanda menderita kerugian besar akibat aksi sabotase pejuang Indonesia (sumber foto 1949: dokumentasi picryl.com)

Share this      

JOMBANG – Rel panjang yang menjadi aset PT KAI di Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, ternyata salah satu saksi pertempuran tentara Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Rel di dekat Stasiun Curahmalang ini sempat hancur setelah disabotase pejuang.

Sebuah foto bertanggal 8 November 1949, menceritakan kejadian tersebut. Sebuah kereta api pengangkut logistik milik Hindia Belanda, tergelincir di pinggir rel milik Staats Spoorwegen (SS). Penyebabnya adalah pemasangan trekbom yang dilakukan para pejuang di rel. Kereta api jurusan Surabaya-Madiun inipun ambruk beserta lokomotifnya.

“Jika ditelisik, kejadian itu merupakan salah satu operasi yang dilakukan pejuang Jombang untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pasca agresi militer Belanda ke-2,” ucap M Fathoni Mahsun, penelusur sejarah perjuangan Indonesia di Jombang.

Baca juga: Sempat Terseok-Seok, Perlahan Mulai Bangkit

Rel Kereta Curahmalang, Saksi Perjuangan Melawan Penjajah

Dari data yang dimilikinya, ada sebuah kompi pejuang yang bertanggungjawab atas kerusakan rel. Menurut dia, yang bertanggungjawab penuh di wilayah Sumobito adalah Batalyon Mansur Solikhi. “Sedangkan untuk eksekutor pelaksana Kompi IV atau Kompi Kamas Setiadi kalau di wilayah Sumobito,” lanjutnya.

Hal itu sempat tercatat dalam laporan yang diberikan Mansur Solikhi kepada Sungkono, komandannya saat itu. Dalam serangannya di wilayah Curahmalang, kompi ini sempat merusak beberapa fasilitas dan infrastruktur milik Belanda. Hal itu dilakukan untuk mencegah Belanda kembali menduduki dan menguasai Jombang. “Jadi dalam laporan itu, anak buahnya sempat merusak enam kendaraan, ada truk, oplet, traktor sampai lokomotif,” lontarnya.

Aksi sabotase pasukan Kapten Kamas Setiadi ini, dilakukan hanya beberapa hari sebelum tercapai kesepakatan gencatan senjata pada 12 November 1949 di Jombang. Dalam perundingan itu, disepakati penghentian tembak menembak antara pasukan Belanda dengan pasukan TNI di wilayah Jombang.

“Menjelang pengakuan kedaulatan Indonesia dan penyerahan pengamanan wilayah kepada TNI,” pungkas dia.

(jo/riz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia