Selasa, 25 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Manis Empuk Serabi Solo dari Bongkot

15 Januari 2022, 09: 00: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Manis Empuk Serabi Solo dari Bongkot

Share this      

JOMBANG – Anda pecinta serabi solo, tidak perlu jauh-jauh datang ke Jawa Tengah. Kudapan tradisional yang manis dan empuk ini bisa ditemukan di Dusun/Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan. Salah satu warga berhasil mengembangkan usaha kuliner dari bahan utama tepung beras ini.

”Ini serabi Solo. Bentuknya mungkin hampir sama dengan serabi yang banyak dijual di Jombang, namun resep dan penyajiannya jauh berbeda,” ungkap M Soleh saat Jawa Pos Radar Jombang mengunjungi rumahnya.

Sebelum memasuki rumah Soleh, dari depan rumah aroma khas adonan menyeruak kuat. Di bagian dapur, dua orang terlihat sibuk dengan puluhan wajan-wajan kecil di depannya.

Baca juga: Melirik Budidaya Iguana di Jombang yang Cukup Menjanjikan

Manis Empuk Serabi Solo dari Bongkot

Setiap harinya, M Soleh dibantu istrinya sibuk membuat ratusan serabi solo yang akan dijual sore harinya. Usaha kulinernya ini sudah digelutinya sekitar setahun terakhir.

Proses pembuatan serabi solo tidak terlalu sulit. Bahan utamanya adalah tepung beras yang dicampur dengan gula, dan bahan kue untuk kemudian dilarutkan bersama air. Yang juga tak boleh ketinggalan, adalah santan kental sebagai bahan tambahannya.

Proses pembuatannya, dimulai dengan menyiapkan wajan kecil sebagai cetakan sekaligus tempat memasak serabi ini. Di dapurnya ini, Soleh menyiapkan puluhan wajan kecil. Sekali masak, ia mampu mencetak hingga 30 serabi sekaligus. ”Pertama yang dituang adonan tepung beras dulu, pakai irus ini, setelah itu ditambah santan kemudian ditutup,” ungkapnya.

Setelah serabi setengah matang, barulah diberikan toping sesuai keinginan. Untuk serabinya ini, ia memiliki pilihan empat macam toping selain rasa original. ”Jadi ada pisang, nangka, cokelat atau keju,” tambahnya. Setelah ditambah toping, adonan ini kembali ditutup hingga matang dan diangkat.

Proses belum selesai, serabi yang masih hangat, kemudian ditaruh di atas potongan daun pisang dan digulung seperti lontong. Barulah serabi-serabi ini siap jual dan dikonsumsi. ”Karena ini serabi solo, khasnya memang langsung dimakan begini, tidak pakai kuah seperti serabi pertulo,” tambahnya.

Untuk pemasaran, Soleh dibantu istrinya setiap hari ke pasar Peterongan. Perlahan produk serabi solonya semakin dikenal. Pelanggannya pun terus bertambah. ”Jualnya di pasar mulai petang hingga malam hari. Kebetulan saya punya lapak di Pasar Peterongan,” terangnya. Untuk harga serabi solonya, terbilang murah. ”Per potong Rp 2 ribu untuk yang original, dan Rp 2,500 untuk yang ada topingnya,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia