Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Gerbang Torii di Alun alun Jombang 1943

09 Januari 2022, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Gerbang Torii di Alun alun Jombang 1943

Share this      

TAK hanya jejak kolonial Belanda, Kabupaten Jombang juga punya kenang-kenangan masa pendudukan Jepang. Salah satunya, gambaran kondisi jalan alun alun saat kunjungan dari Gunseikan atau kepala pemerintahan militer.

Foto ini didapat Jawa Pos Radar Jombang dari laman milik perpustakaan nasional. Sebuah  foto koran Asia Raya tanggal 2 Februari 2603 dalam kalender Jepang, atau 2 Februari 1943 dalam kalender masehi, memperlihatkan suasana di sisi selatan jalan alun alun.

Dalam koran itu diceritakan perjalanan mengunjungi sejumlah wilayah di Jawa Timur, mulai 24 Januari 2603 atau 1943, sampai 29 Januari 2603 atau 1943. Gunseikan Mayjen Seizaburo Okazaki beserta Kolonel Nakayama dan para pejabat Jepang berangkat dari Jakarta Minggu, 24 Januari 1943 pukul 21.00. Kemudian tiba di Stasiun Jombang Senin, 25 Januari 1943 pukul 10.30 pagi.

Baca juga: Pertahankan Original Jeep Willys 1952, Tua Semakin Dicari

Gerbang Torii di Alun alun Jombang 1943

Dari Stasiun Kereta Api Jombang, mereka naik mobil menuju Pendopo Kabupaten Jombang dari jalur selatan. Setelah menuju Jombang, rombongan kemudian bergeser ke sejumlah kota lain, seperti Mojoketo, Surabaya. Sehari setelahnya, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Bojonegoro, Lamongan dan beberapa kota lain di Jawa Timur.

Dalam foto itu, kedatangan rombongan Gunseikan disambut barisan anak yang berjajar membawa bendera. Sebuah gerbang tori, atau gerbang suci ala Jepang, dipasang di pintu masuk jalan alun alun sisi utara.

Lokasi foto ini diambil juga bisa diidentifikasi alun alun karena keberadaan aniem serta air sirine di sisi kanan jalan. Bagunan ini masih tak berubah hingga sekarang. Dalam gambar itu, terlihat kondisi Alun alun Jombang masih dalam bentuk lapangan, belum berpagar. Belum ada bangunan gapura serta taman yang mengelilingi.

“Kalau dilihat kondisi jalan itu adalah jalan di depan pendopo kabupaten sisi selatan, lebarnya masih sempit, belum selebar sekarang,” terang Bayu Pancoroadi, Kepala Dinas PUPR Jombang.

Jalan yang membujur utara-selatan itu bernama Jalan alun alun. Hal itu menjelaskan kenapa alamat Pendopo Kabupaten Jombang juga rumah dinas bupati beralamat di Jalan Alun alun Nomor 1. Jalan itu sempat mengalami perubahan, utamanya pelebaran luas. “Dulu kecil memang, sekitar lebar 5 meter, kalau sekarang sudah 6-7 meter, lebih lebar,” tambahnya.

Namun fungsinya dari dulu hingga kini tak berubah. Bayu menjelaskan, jalan itu memang dibuat untuk jalan VIP. Artinya jalan yang basa dipakai untuk lewat tamu besar dan tamu kenegaraan ketika mengunjungi Jombang. “Jadi untuk menghindari Jl Wahid Hasyim, biasanya rute akan lewat Jl Gatot Subroto, ke Jl Basuki Rahmad kemudian belok kanan langsung menuju pendopo kabupaten,” pungkas dia.

(jo/riz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia