Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Melirik Budidaya Iguana di Jombang yang Cukup Menjanjikan

Setahun 90 Telur, Raup Ratusan Juta Rupiah

05 Januari 2022, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Melirik Budidaya Iguana di Jombang yang Cukup Menjanjikan

Share this      

Dari kegemaran memelihara Iguana, Tomi Lestoroputro, 29, warga Kelurahan Jelakombo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, meraup untung ratusan juta per tahun.

Bagi Tomi, pengalamannya beternak hewan melata, berawal dari hobi 2012 lalu. Saat itu, ia mendapat seekor iguana dari sang paman. Pemberian pamannya dirawat baik-baik. Tak hanya memberi makan, tapi juga merawat tempat dengan sirkulasi udara dalam kandang.

Lambat laun, ia merasa nyaman beternak iguana. Tak berselang lama, kemudian dia membeli sendiri satu ekor lagi sebagai pasangan. Pasangan hewan melata itupun ternyata bertelur dan berkembang. Sekali dijual, ternyata nilai yang didapatkan cukup tinggi. Saat itu juga ide bisnisnya muncul seketika.

Baca juga: Suasana Natal di GKI Jombang

Tomi mulai terpikir untuk beternak iguana sendiri di pekarangan rumahnya. Dari kandang berukuran 3×2 meter, ia akhirnya berhasil mengembangbiakkan yang semula hanya dua ekor, sekarang menjadi 30 ekor iguana.  “Awalnya diberi paman satu ekor dan beli satu ekor, kemudian bertelur. Akhirnya kepikiran ternak iguana,” ungkapnya.

Meski begitu, di awal perjalanan bisnis iguana tak berjalan mulus. Tanpa diketahui penyebabnya, deretan telur iguana ternyata gagal menetas. Namun semangat Tomi untuk belajar menjadi beternak iguana tak pernah luntur. Bertahun-tahun ia belajar menekuni cara beternak iguana. Hingga akhirnya proses kawin, pembuahan, bertelur hingga menetas berhasil dikembangbiakkan.

“Awalnya sulit sekali cara agar telur iguana menetas. Pertama kali, semua telur nggak ada yang netas. Sekarang 90 persen menetas semua,” ujarnya. Proses yang paling sulit menurutnya, penentuan suhu penangkaran telur dalam inkubator.

Ia menyebut, dalam satu tahun satu ekor iguana bisa menghasilkan 90 telur. Namun tidak semua telur berhasil menetas. Proses penetasan hingga bertelur, memakan waktu sekitar lima bulan. Karena di kandungan terhitung dua bulan, dan pengeraman tiga bulan.

Tak heran kalau kemudian harga jual hewan ini cukup bervariasi. Dari mulai Rp 200 ribu hingga juta rupiah per ekor, tergantung ukuran dan keunikan iguana. Jenis yang dia koleksi di antaranya, iguana elsa dan Peru Colombia. Setahun, Tomi bisa menjual 200 ekor iguana.

Untuk pemasaran, Tomi lebih memilih jalur media sosial. Dari jejaring melalui facebook, tawaran dari berbagai daerah di Jawa terus mengalir. “Sekarang kirim paling banyak ke Banyuwangi sejumlah 200 ekor per tahun. Ada permintaan juga dari Jakarta 500 ekor. Saya masih belum bisa memenuhi,” pungkasnya.

(jo/yan/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia