Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget
Gurih Empuk Sate Uritan Sapi

Dipadukan Bumbu Pecel, Legendaris di Jombang Sejak 1937

03 Januari 2022, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Dipadukan Bumbu Pecel, Legendaris di Jombang Sejak 1937

Share this      

JOMBANG – Bagi Anda pecinta kuliner, belum lengkap rasanya jika belum mencicipi sensasi gurih sate uritan sapi. Dengan tambahan bumbu pecel dan serundeng siap menggoyang lidah.

”Dikatakan sate uritan karena bahan yang digunakan memanfaatkan bagian tempat calon bayi sapi atau kandungan (rahim, Red) sapi,” terang Khasanah, 72, saat ditemui di warungnya, Kamis (23/12).

Khasanah menerangkan, sate uritan menjadi menu andalan warungnya sejak dulu. Usaha sate uritan sudah dirintis neneknya sekitar 1937. ”Sejak 1967 saya yang meneruskan,” bebernya.

Baca juga: Modifikasi Ninja RR Gaya Racing

Dipadukan Bumbu Pecel, Legendaris di Jombang Sejak 1937

Sebelumnya, warungnya berdiri di kawasan Pasar Citra Niaga Jombang atau pasar Legi. Setelah proses renovasi, dia pun memboyong warungnya ke rumahnya yang terletak di jalan KH Mimbar gang 2, Dusun Sambongduran, Desa/Kecamatan Jombang. ”Kalau dulu jualan di pasar. Sejak renovasi pasar tahun 1990-an akhirnya pindah ke rumah sini,” ungkap Khasanah.

Dia menerangkan, ada perbedaan mencolok sate uritan dengan sate pada umumnya. Salah satu ciri khas sate uritan, yakni dagingnya lebih lembut ketimbang sate daging pada umumnya. ”Jadi teksturnya lebih lembut. Rasanya enak, kayak jerohan begitu,” lanjutnya.

Proses pembuatannya pun tidak jauh berbeda. Setelah melalui proses pembersihan, daging uritan dipotong sesuai ukuran dan dicincang dengan tusuk sate yang sudah disiapkan.

Untuk rasa, sate uritan sapi olahan Khasanah tak mau kalah dengan menu sate pada umumnya. Salah satunya, bumbu warisan yang dia dapat dari neneknya dulu. ”Saya pake resep khusus, warisan dari nenek dulu,” bebernya.

Dalam satu tusuk sate, biasanya akan berisi tiga irisan uritan sapi dan disadur dengan gajih (lemak) sapi.

Selain dagingnya yang unik, cara penyajiannya juga terhitung tak biasa. Sate di warungnya ini, tidak disajikan dengan gulai ataupun bumbu kecap. Khasanah, memadukannya dengan nasi dan bumbu pecel, lengkap dengan serundeng dan kecambah. ”Resepnya dari dulu yang gini. Pakai pecel, serundeng dan sayurnya cambah. Ini warisan dari nenek saya, sejak 1937 dulu tetap saya pertahankan,” ungkapnya.

Untuk menikmati seporsi nasi pecel dan lima tusuk sate uritan sapi ini, cukup membayar Rp 15.000 saja. Sedangkan untuk membeli 10 tusuk sate tanpa nasi, dibandrol dengan harga Rp 20.000.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00-11.00. ”Buka cuma pagi saja, pokoknya habis ya tutup,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia