alexametrics
22.8 C
Jombang
Sunday, August 7, 2022

Satu Jemaah Haji Asal Jombang Meninggal Dunia di Makkah

JOMBANG – Kabar duka datang dari kloter 35 asal Jombang yang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.  Ifrotin, warga Desa Menturo, Kecamatan Sumobito, dikabarkan meninggal dunia, Kamis (28/7) sore. Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan di RS King Faisal Makkah.

Mohammad Salim Basawad, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 35 membenarkan kabar duka ini. Ia mengatakan, Ifrotin meninggal pukul 12.00 waktu Saudi Arabia, atau pukul 16.00 WIB. ”Benar. Saat ini (kemarin) masih proses pemandian jenazah dan akan disalatkan di Masjidil Haram,’’ ujarnya melalui sambungan selulernya, kemarin (29/7).

Dari hasil koordinasi dengan TPIHI dan pemerintah Saudi Arabia, jenazah dimakamkan di pemakaman umum Soraya Makkah. Pemakaman berjarak sekitar empat kilometer dari arah Masjid Ja’ronah. ”Ya, dimakamkan di Suraiyah Makkah,’’ jelas Salim. Ditanya mengenai kondisi jemaah yang lain, ia mengatakan jika kondisi semua dalam keadaan sehat. ”Alhamdulillah sehat walafiat semua,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Temui Partai Penguasa Jepang, Airlangga Sepakati Pertukaran Pemuda Golkar-LDP

Hal senada disampaikan Saiful Bahri Ketua Kloter 35, yang menyebut Ifrotin merupakan istri dari Ali Masyhar yang juga kloter 35. Keduanya, tergabung dalam KBIH Thoriqul Jannah Jombang. Sebelum dinyatakan meninggal, Kamis (28/7) lalu, ia menjalani perawatan di RS King Faisal cukup lama. “Jadi almarhumah dirawat lumayan lama, kira-kira 25 hari-an,’’ ujar dia. Sebelumnya, almarhumah sudah memiliki riwayat penyakit jantung dan komplikasi. ”Sakit komplikasi, jantung dan diabetes,’’ bebernya.

Sementara itu, Ketua KBIH Thoriqul Jannah melalui Sekretaris Yayasan Thoriqul Jannah H Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim, menyampaikan ribuan jemaah ikut mensalati almarhum setelah salat Isya (waktu Mekkah). Salat jenazah dipimpin imam besar Syeh Mahir bin Hamid Al Mualkilli. “Kemudian jenazah dimakamkan di Suraiyah, sekitar 35 Km dari masjidil Haram,” katanya.

Baca Juga :  Buka Cabang Di Amsterdam, Ekspansi BNI dipuji DPR

Sedari awal kedatangan di Mekkah, lanjut Gus Antok, sapaan akrabnya, almarhumah memang dalam keadaan sakit. Berdasar diagnosa dokter, sakit yang diderita di antaranya tumor dan paru. Sempat ada wacana cuci darah. Sehingga pada saat ibadah wukuf di Padang Arofah juga disafarikan karena memang kondisinya berisiko tinggi. “Mohon doanya, kini, jemaah di bawah bimbingan Thoriqul Jannah berjumlah 136 orang, termasuk cadangan dari Nganjuk dan Kediri,” pungkasnya. (ang/bin/riz)






Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Kabar duka datang dari kloter 35 asal Jombang yang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.  Ifrotin, warga Desa Menturo, Kecamatan Sumobito, dikabarkan meninggal dunia, Kamis (28/7) sore. Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan di RS King Faisal Makkah.

Mohammad Salim Basawad, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 35 membenarkan kabar duka ini. Ia mengatakan, Ifrotin meninggal pukul 12.00 waktu Saudi Arabia, atau pukul 16.00 WIB. ”Benar. Saat ini (kemarin) masih proses pemandian jenazah dan akan disalatkan di Masjidil Haram,’’ ujarnya melalui sambungan selulernya, kemarin (29/7).

Dari hasil koordinasi dengan TPIHI dan pemerintah Saudi Arabia, jenazah dimakamkan di pemakaman umum Soraya Makkah. Pemakaman berjarak sekitar empat kilometer dari arah Masjid Ja’ronah. ”Ya, dimakamkan di Suraiyah Makkah,’’ jelas Salim. Ditanya mengenai kondisi jemaah yang lain, ia mengatakan jika kondisi semua dalam keadaan sehat. ”Alhamdulillah sehat walafiat semua,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Buka Cabang Di Amsterdam, Ekspansi BNI dipuji DPR

Hal senada disampaikan Saiful Bahri Ketua Kloter 35, yang menyebut Ifrotin merupakan istri dari Ali Masyhar yang juga kloter 35. Keduanya, tergabung dalam KBIH Thoriqul Jannah Jombang. Sebelum dinyatakan meninggal, Kamis (28/7) lalu, ia menjalani perawatan di RS King Faisal cukup lama. “Jadi almarhumah dirawat lumayan lama, kira-kira 25 hari-an,’’ ujar dia. Sebelumnya, almarhumah sudah memiliki riwayat penyakit jantung dan komplikasi. ”Sakit komplikasi, jantung dan diabetes,’’ bebernya.

Sementara itu, Ketua KBIH Thoriqul Jannah melalui Sekretaris Yayasan Thoriqul Jannah H Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim, menyampaikan ribuan jemaah ikut mensalati almarhum setelah salat Isya (waktu Mekkah). Salat jenazah dipimpin imam besar Syeh Mahir bin Hamid Al Mualkilli. “Kemudian jenazah dimakamkan di Suraiyah, sekitar 35 Km dari masjidil Haram,” katanya.

Baca Juga :  Petani Tembakau di Utara Brantas Keluhkan Serangan Hama Ulat

Sedari awal kedatangan di Mekkah, lanjut Gus Antok, sapaan akrabnya, almarhumah memang dalam keadaan sakit. Berdasar diagnosa dokter, sakit yang diderita di antaranya tumor dan paru. Sempat ada wacana cuci darah. Sehingga pada saat ibadah wukuf di Padang Arofah juga disafarikan karena memang kondisinya berisiko tinggi. “Mohon doanya, kini, jemaah di bawah bimbingan Thoriqul Jannah berjumlah 136 orang, termasuk cadangan dari Nganjuk dan Kediri,” pungkasnya. (ang/bin/riz)






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/