26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Santri Jombang Juara 1 MTQ Nasional, Kini Bersiap Kuliah di Mesir

JOMBANG – Setelah meraih juara 1 MTQ Nasional (MTQN) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan 10-19 Oktober, kini Muhammad Za’im Muhyiddin sibuk mengurus keberangkatan ke Mesir. Juara cabang musabaqah fahmil Quran (MFQ) ini diterima di Universitas Al Azhar Kairo.

’’Sekarang masih menunggu visa untuk berangkat ke Mesir. Saya diterima di Fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir Alquran dan Hadits,’’ kata putra pasangan Sholeh dan Muhayyanah.

Za’im sudah enam tahun nyantri di Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng. Ia mulai mengikuti lomba MFQ sejak duduk di kelas 3 MTs. Lomba pertamanya tingkat provinsi di Tuban 2019. Ia dan timnya berhasil mendapatkan juara tiga.

Awal mengikuti lomba, ia tak pamit kedua orang tuanya. Sebab, kedua orang tuanya berpesan untuk fokus hafalan. ’’Setelah menyelesaikan hafalan kelas tiga MTs, saya langsung izin ikut MTQ, alhamdulillah diizinkan dan didoakan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Seluruh Anggota G20 Bekerja Sama Seimbangkan Kepentingan

Lomba keduanya pada 2021. Ia berhasil meraih juara dua MTQ Jatim di Pamekasan. Setelah menjalani serangkaian seleksi ulang, ia dan timnya ditetapkan sebagai delegasi Jatim untuk ikut MTQ nasional di Banjarmasin 10-19 Oktober 2022.

April 2022, pembinaan mulai dilakukan bersama LPTQ Jatim. Belajar materi hingga mengadakan tahajud dan istighotsah bersama setiap pembinaan. ’’Hasil tak mengkhianati usaha, alhamdulillah tim Jombang putra dan putri juara 1 MTQN,’’ ungkap pria kelahiran Sidoarjo 15 April 2004. Selain pembinaan di Jatim, dia juga rajin belajar sendiri. ’’Saya memilih waktu malam hari, pukul 23.00-24.00. Kadang sampai pukul 02.00 dini hari,’’ jelasnya.

Usai jadi juara MTQN cabang MFQ, sebetulnya ia ingin mencoba cabang hafalan (MHQ).  Ia sudah mengikuti seleksi tingkat kabupaten. Sayangnya, ia harus belajar ke Mesir. ’’Untuk menjaga hafalan, saya rutin murojaah setiap hari. Minimal satu juz dalam salat, dan tiga juz dibaca tartil,’’ terangnya.

Baca Juga :  Penerapan GCG Antarkan BRI Jadi Top 3 Asean Corporate Governance Scored Card

Ia juga meminta bantuan tes ayat acak ke orang-orang sekitar. ’’Kalau di rumah biasanya dengan orang tua dan guru, kalau di pondok ya dengan sesama teman,’’ bebernya.

Sebagai peraih juara 1 MTQN, ia mendapatkan banyak hadiah. Uang tunai dari penyelenggara dan Gubernur Jatim. Dari Pemkab Jombang mendapatkan hadiah umrah. Dari lembaga tempatnya mengenyam pendidikan TK, ia juga mendapatkan hadiah uang tunai dan piala. ’’Sebagian hadiah saya bagikan ke saudara, sebagian dijariyahkan ke pesantren. Sebagian lagi digunakan untuk haji, semoga dipermudah,’’ harapnya. (wen/jif/riz)






Reporter: Wenny Rosalina

JOMBANG – Setelah meraih juara 1 MTQ Nasional (MTQN) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan 10-19 Oktober, kini Muhammad Za’im Muhyiddin sibuk mengurus keberangkatan ke Mesir. Juara cabang musabaqah fahmil Quran (MFQ) ini diterima di Universitas Al Azhar Kairo.

’’Sekarang masih menunggu visa untuk berangkat ke Mesir. Saya diterima di Fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir Alquran dan Hadits,’’ kata putra pasangan Sholeh dan Muhayyanah.

Za’im sudah enam tahun nyantri di Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng. Ia mulai mengikuti lomba MFQ sejak duduk di kelas 3 MTs. Lomba pertamanya tingkat provinsi di Tuban 2019. Ia dan timnya berhasil mendapatkan juara tiga.

Awal mengikuti lomba, ia tak pamit kedua orang tuanya. Sebab, kedua orang tuanya berpesan untuk fokus hafalan. ’’Setelah menyelesaikan hafalan kelas tiga MTs, saya langsung izin ikut MTQ, alhamdulillah diizinkan dan didoakan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pendataan Honorer Rentan Dimainkan, Pemkab Diminta Terbuka

Lomba keduanya pada 2021. Ia berhasil meraih juara dua MTQ Jatim di Pamekasan. Setelah menjalani serangkaian seleksi ulang, ia dan timnya ditetapkan sebagai delegasi Jatim untuk ikut MTQ nasional di Banjarmasin 10-19 Oktober 2022.

April 2022, pembinaan mulai dilakukan bersama LPTQ Jatim. Belajar materi hingga mengadakan tahajud dan istighotsah bersama setiap pembinaan. ’’Hasil tak mengkhianati usaha, alhamdulillah tim Jombang putra dan putri juara 1 MTQN,’’ ungkap pria kelahiran Sidoarjo 15 April 2004. Selain pembinaan di Jatim, dia juga rajin belajar sendiri. ’’Saya memilih waktu malam hari, pukul 23.00-24.00. Kadang sampai pukul 02.00 dini hari,’’ jelasnya.

Usai jadi juara MTQN cabang MFQ, sebetulnya ia ingin mencoba cabang hafalan (MHQ).  Ia sudah mengikuti seleksi tingkat kabupaten. Sayangnya, ia harus belajar ke Mesir. ’’Untuk menjaga hafalan, saya rutin murojaah setiap hari. Minimal satu juz dalam salat, dan tiga juz dibaca tartil,’’ terangnya.

Baca Juga :  Lewat Jombang saat Liburan Nataru? Waspadai 4 Trouble Spot Ini!

Ia juga meminta bantuan tes ayat acak ke orang-orang sekitar. ’’Kalau di rumah biasanya dengan orang tua dan guru, kalau di pondok ya dengan sesama teman,’’ bebernya.

Sebagai peraih juara 1 MTQN, ia mendapatkan banyak hadiah. Uang tunai dari penyelenggara dan Gubernur Jatim. Dari Pemkab Jombang mendapatkan hadiah umrah. Dari lembaga tempatnya mengenyam pendidikan TK, ia juga mendapatkan hadiah uang tunai dan piala. ’’Sebagian hadiah saya bagikan ke saudara, sebagian dijariyahkan ke pesantren. Sebagian lagi digunakan untuk haji, semoga dipermudah,’’ harapnya. (wen/jif/riz)






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/