23.6 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Dibutuhkan di Jepang, JAC Tangkap CoE Konstruksi UMM

MALANG, JP Radar Jombang – Demi melahirkan lulusan yang siap menghadapi kompetisi kerja, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus melebarkan kerjasama internasional. Terbaru, Vokasi UMM menggaet Japan Association for Construction (JAC) Jepang, Rabu (5/10). Tujuannya, untuk memberikan jalan para lulusan agar bisa bekerja di negeri sakura.

JAC juga tertarik dengan adanya Center for Excellent (CoE) yang dikembangkan oleh Kampus Putih. Karena dinilai sebagai inovasi yang strategis di aspek sumber daya manusia (SDM).

General Manager Project Department JAC, Yasuhito Morishima, menjelaskan, kedatangannya ke UMM untuk mencari SDM yang siap didatangkan dan berkarya di Jepang. Ia menilai, Kampus Putih dapat menyediakan SDM mumpuni, salah satunya melalui CoE yang ada. Yakni program-program terkait dengan konstruksi.

Ada 46 asosiasi yang berada di bawah naungan JAC. Mereka merupakan asosiasi yang terdaftar di sektor infrastruktur, transportasi, concrete pump dan lainnya. Bahkan, JAC satu-satunya perusahaan Jepang di bidang konstruksi yang bisa mendatangkan tenaga luar negeri.

Baca Juga :  Airlangga: Hilirisasi Komoditas Perkebunan Topang Peningkatan Ekonomi

’’Di Jepang, ada 33 sub bidang pekerjaan konstruksi. Kami juga akan terus mencari mitra-mitra yang mampu mencetak lulusan siap kerja. Dan saya rasa, UMM adalah salah satunya. Nanti, para lulusan akan mengikuti proses belajar Jepang terlebih dulu. Kemudian juga keterampilan teknis kontruksi sehingga aspek komunikasi dan skill sama-sama terasah,’’ kata Morishima.

Menariknya, UMM dan JAC tidak hanya melatih dan mengasah skill. Ada ribuan lowongan pekerjaan di Jepang yang bisa diisi oleh SDM Indonesia. Demikian dengan Kampus Putih.

Total ada lebih dari 3.800 kursi yang diperebutkan dan disiapkan bagi SDM Indonesia yang penuh talenta. ’’Saya pikir, etos kerja yang dimiliki orang-orang Indonesia sangat tinggi. Apalagi jika dibarengi dengan kemampuan bahasa Jepang yang baik serta kinerja yang apik. Tentu akan memberikan hasil yang menarik,’’ imbuhnya.

Kedatangan perwakilan JAC ke Indonesia bertujuan hanya untuk mengunjungi UMM. Hal itu tidak lepas dari keberhasilan training center yang menampung ratusan peserta. Bahkan secara konsisten memberangkatkan SDM ke Jepang yang bekerja di berbagai bidang.

Baca Juga :  Madrasah Juara, Setahun Sabet Dua Juara Internasional

Terpisah, Rektor UMM Dr Fauzan MPd, menilai, program kerjasama terkait konstruksi ini sangat relevan dengan CoE yang dimiliki Kampus Putih. CoE bertujuan memastikan mahasiswa memiliki kepakaran dan keahlian spesifik.

Maka menurutnya, ini akan menjadi kerjasama yang saling mengisi. Satu pihak mampu mencetak lulusan dengan kemampuan yang sesuai. Sementara pihak lainnnya beruntung karena mendapatkan SDM bagus untuk perusahaannya.

’’Kami memiliki lahan seluas lima belas hektar yang kini dikembangkan sebagai pusat CoE. Ada lebih dari 40 CoE yang sudah berjalan, dirintis, bahkan baru dilaunching. Saya rasa kerjasama kami dengan JAC bisa memberikan hasil yang maksimal dan kemajuan bagi pengembangan CoE,’’ kata rektor asal Kediri ini. (fid/jif/riz)

 






Reporter: Ainul Hafidz

MALANG, JP Radar Jombang – Demi melahirkan lulusan yang siap menghadapi kompetisi kerja, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus melebarkan kerjasama internasional. Terbaru, Vokasi UMM menggaet Japan Association for Construction (JAC) Jepang, Rabu (5/10). Tujuannya, untuk memberikan jalan para lulusan agar bisa bekerja di negeri sakura.

JAC juga tertarik dengan adanya Center for Excellent (CoE) yang dikembangkan oleh Kampus Putih. Karena dinilai sebagai inovasi yang strategis di aspek sumber daya manusia (SDM).

General Manager Project Department JAC, Yasuhito Morishima, menjelaskan, kedatangannya ke UMM untuk mencari SDM yang siap didatangkan dan berkarya di Jepang. Ia menilai, Kampus Putih dapat menyediakan SDM mumpuni, salah satunya melalui CoE yang ada. Yakni program-program terkait dengan konstruksi.

Ada 46 asosiasi yang berada di bawah naungan JAC. Mereka merupakan asosiasi yang terdaftar di sektor infrastruktur, transportasi, concrete pump dan lainnya. Bahkan, JAC satu-satunya perusahaan Jepang di bidang konstruksi yang bisa mendatangkan tenaga luar negeri.

Baca Juga :  Buka Cabang Di Amsterdam, Ekspansi BNI dipuji DPR

’’Di Jepang, ada 33 sub bidang pekerjaan konstruksi. Kami juga akan terus mencari mitra-mitra yang mampu mencetak lulusan siap kerja. Dan saya rasa, UMM adalah salah satunya. Nanti, para lulusan akan mengikuti proses belajar Jepang terlebih dulu. Kemudian juga keterampilan teknis kontruksi sehingga aspek komunikasi dan skill sama-sama terasah,’’ kata Morishima.

Menariknya, UMM dan JAC tidak hanya melatih dan mengasah skill. Ada ribuan lowongan pekerjaan di Jepang yang bisa diisi oleh SDM Indonesia. Demikian dengan Kampus Putih.

Total ada lebih dari 3.800 kursi yang diperebutkan dan disiapkan bagi SDM Indonesia yang penuh talenta. ’’Saya pikir, etos kerja yang dimiliki orang-orang Indonesia sangat tinggi. Apalagi jika dibarengi dengan kemampuan bahasa Jepang yang baik serta kinerja yang apik. Tentu akan memberikan hasil yang menarik,’’ imbuhnya.

Kedatangan perwakilan JAC ke Indonesia bertujuan hanya untuk mengunjungi UMM. Hal itu tidak lepas dari keberhasilan training center yang menampung ratusan peserta. Bahkan secara konsisten memberangkatkan SDM ke Jepang yang bekerja di berbagai bidang.

Baca Juga :  UMM Bentuk Satgas PMK, Pastikan Kesehatan Hewan Kurban

Terpisah, Rektor UMM Dr Fauzan MPd, menilai, program kerjasama terkait konstruksi ini sangat relevan dengan CoE yang dimiliki Kampus Putih. CoE bertujuan memastikan mahasiswa memiliki kepakaran dan keahlian spesifik.

Maka menurutnya, ini akan menjadi kerjasama yang saling mengisi. Satu pihak mampu mencetak lulusan dengan kemampuan yang sesuai. Sementara pihak lainnnya beruntung karena mendapatkan SDM bagus untuk perusahaannya.

’’Kami memiliki lahan seluas lima belas hektar yang kini dikembangkan sebagai pusat CoE. Ada lebih dari 40 CoE yang sudah berjalan, dirintis, bahkan baru dilaunching. Saya rasa kerjasama kami dengan JAC bisa memberikan hasil yang maksimal dan kemajuan bagi pengembangan CoE,’’ kata rektor asal Kediri ini. (fid/jif/riz)

 






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/