alexametrics
31.5 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

AS Darurat Cacar Monyet, Warga Mulai Khawatir Tertular

RADAR JOMBANG –  Penularan penyakit cacar monyet di Amerika Serikat terus meluas. Kini sudah ada lebih dari 6 ribu kasus. Diperkirakan, 1 dari 5 orang di AS khawatir bakal tertular cacar monyet.

Dikutip dari Jawapos.com, hal ini berdasarkan temuan survei. 20 persen atau 1 dari 5 orang Amerika khawatir akan terinfeksi virus monkeypox, sementara 48 persen tidak tahu apakah monkeypox lebih menular daripada Covid-19, dan 66 persen tidak percaya ada vaksin monkeypox.

Direktur Pusat Kebijakan Publik Annenberg, Kathleen Hall Jamieson, menekankan sangat penting bagi publik untuk mengkalibrasi kekhawatirannya tentang wabah yang sedang berlangsung dan bertindak dengan tepat. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa banyak orang Amerika kekurangan informasi tentang virus cacar monyet dan bagaimana menjaga diri mereka tetap aman darinya.

Baca Juga :  [VIDEO] Keseruan Grand Final Lomba Puisi dan Parikan Virtual di Jombang

“Sekitar 69 persen mengatakan bahwa mereka tahu virus cacar monyet menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, tetapi 26 persen tidak yakin apakah ini benar,” katanya.

Sementara itu, sekitar 14 persen percaya bahwa virus cacar monyet sama menularnya dengan Covid-19 dan hanya 36 persen yang benar mengatakan bahwa virus itu kurang menular. Menurut Study Finds, 67 persen responden juga berpendapat bahwa mendapatkan vaksin Covid-19 membuat mereka kebal dari tertular virus monkeypox, sementara 28 persen tidak yakin.

Namun, para peneliti mengatakan tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa vaksin Covid-19 memberikan kekebalan terhadap cacar monyet. Sekitar sepertiga dari mereka yang kontak erat dengan hewan mengatakan tidak ada peluang, 9 persen optimis, dan 57 persen tidak yakin.

Baca Juga :  Sering Rusak, Running Text Simpang Tiga Akhirnya Dilepas

Pertanyaan lain dalam survei menanyakan responden apakah mereka percaya bahwa pria yang berhubungan seks dengan pria lain memiliki peluang lebih tinggi untuk tertular virus atau tidak. Sekitar 33 persen percaya begitu, sementara 66 persen terbagi di antara mereka yang merasa itu salah atau tidak yakin. (jpg/riz)

- Advertisement -

RADAR JOMBANG –  Penularan penyakit cacar monyet di Amerika Serikat terus meluas. Kini sudah ada lebih dari 6 ribu kasus. Diperkirakan, 1 dari 5 orang di AS khawatir bakal tertular cacar monyet.

Dikutip dari Jawapos.com, hal ini berdasarkan temuan survei. 20 persen atau 1 dari 5 orang Amerika khawatir akan terinfeksi virus monkeypox, sementara 48 persen tidak tahu apakah monkeypox lebih menular daripada Covid-19, dan 66 persen tidak percaya ada vaksin monkeypox.

Direktur Pusat Kebijakan Publik Annenberg, Kathleen Hall Jamieson, menekankan sangat penting bagi publik untuk mengkalibrasi kekhawatirannya tentang wabah yang sedang berlangsung dan bertindak dengan tepat. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa banyak orang Amerika kekurangan informasi tentang virus cacar monyet dan bagaimana menjaga diri mereka tetap aman darinya.

Baca Juga :  Gelapkan Motor Teman Sendiri, Pemuda Pulo Lor Dibekuk Polisi

“Sekitar 69 persen mengatakan bahwa mereka tahu virus cacar monyet menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, tetapi 26 persen tidak yakin apakah ini benar,” katanya.

Sementara itu, sekitar 14 persen percaya bahwa virus cacar monyet sama menularnya dengan Covid-19 dan hanya 36 persen yang benar mengatakan bahwa virus itu kurang menular. Menurut Study Finds, 67 persen responden juga berpendapat bahwa mendapatkan vaksin Covid-19 membuat mereka kebal dari tertular virus monkeypox, sementara 28 persen tidak yakin.

Namun, para peneliti mengatakan tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa vaksin Covid-19 memberikan kekebalan terhadap cacar monyet. Sekitar sepertiga dari mereka yang kontak erat dengan hewan mengatakan tidak ada peluang, 9 persen optimis, dan 57 persen tidak yakin.

Baca Juga :  Buka Cabang Di Amsterdam, Ekspansi BNI dipuji DPR
- Advertisement -

Pertanyaan lain dalam survei menanyakan responden apakah mereka percaya bahwa pria yang berhubungan seks dengan pria lain memiliki peluang lebih tinggi untuk tertular virus atau tidak. Sekitar 33 persen percaya begitu, sementara 66 persen terbagi di antara mereka yang merasa itu salah atau tidak yakin. (jpg/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/