alexametrics
24.1 C
Jombang
Sunday, August 7, 2022

Menko Airlangga: Seluruh Anggota G20 Bekerja Sama Seimbangkan Kepentingan

SINGAPURA – Presidensi G20 Indonesia tahun ini bertujuan memberi pemulihan ekonomi global yang dimiliki bersama oleh semua. Agenda G20 untuk Bali Summit akan dipandu semangat Recover Together, Recover Stronger. Untuk bisa pulih bersama, Indonesia meminta anggota G20 memperkuat multilateralisme dan membangun kemitraan global yang lebih efektif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Sesi Dialog 3G (Global Governance Group) dengan tema Presentasi Prioritas Kepresidenan G20 Indonesia di Kementerian Luar Negeri Singapura, Selasa (31/5), menuturkan, kaitannya dengan kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20, untuk mewujudkan pemulihan ekonomi bersama dan lebih kuat, Presidensi G20 Indonesia akan fokus pada tiga bidang prioritas global dan nasional. Yakni memperkuat arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan mempercepat transisi energi.

Baca Juga :  Ganja Legal Ditanam dan Dikonsumsi di Thailand, Tapi Tak Boleh Diisap

“Sebagai forum berbasis konsensus, kami mendorong anggota G20 bekerja sama untuk menyeimbangkan kepentingan di seluruh keanggotaan yang beragam, dan memastikan tidak ada yang tertinggal,” tegas Menko Airlangga.

Pada Presidensi G20 kali ini, Indonesia terbuka terhadap dukungan mitra untuk menghasilkan proyek percontohan atau mercusuar dan kerjasama ekonomi. Terutama di bidang transisi energi, pengembangan skema pembiayaan yang ramah pasar dengan praktik terbaik internasional. Menyediakan pendanaan untuk mengembangkan teknologi yang tersedia dan terjangkau untuk mendukung transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbaru.

Lebih lanjut tentang percepatan transisi energi, ia menyebut ada tiga  prioritas di bawah G20 untuk mencapai Net Zero Emisison secara global pada pertengahan abad ini. Yakni mengamankan aksesibilitas energi, meningkatkan teknologi cerdas dan bersih, serta memajukan pembiayaan energi.

Baca Juga :  Wow…Ikut Olimpiade Matematika Internasional

”Mengingat sektor energi merupakan sumber dari sekitar tiga perempat emisi gas rumah kaca, kerangka kerja G20 untuk memandu transisi negara-negara ekonomi utama, akan menjadi langkah maju yang besar dan penting secara sistemik bagi ekonomi global,” katanya. Termasuk didalamnya memperkuat koordinasi dan koherensi dengan agenda jalur keuangan G20. Kolaborasi dengan jalur keuangan bertujuan untuk memberikan kerangka kerja keuangan dan investasi transisi. “Penting juga untuk meningkatkan tindakan transisi di seluruh jalur Sherpa,” tambah Airlangga.

Sesi dialog dihadiri lebih dari 20 Duta Besar sebagai perwakilan anggota 3G. Dimoderasi Menteri Luar Negeri Singapura DR Vivian Balakrishnan. Sebagai narasumber lain adalah perwakilan Troika G20 dari India dan Italia. (fid/bin/riz)

 






Reporter: Ainul Hafidz
- Advertisement -

SINGAPURA – Presidensi G20 Indonesia tahun ini bertujuan memberi pemulihan ekonomi global yang dimiliki bersama oleh semua. Agenda G20 untuk Bali Summit akan dipandu semangat Recover Together, Recover Stronger. Untuk bisa pulih bersama, Indonesia meminta anggota G20 memperkuat multilateralisme dan membangun kemitraan global yang lebih efektif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Sesi Dialog 3G (Global Governance Group) dengan tema Presentasi Prioritas Kepresidenan G20 Indonesia di Kementerian Luar Negeri Singapura, Selasa (31/5), menuturkan, kaitannya dengan kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20, untuk mewujudkan pemulihan ekonomi bersama dan lebih kuat, Presidensi G20 Indonesia akan fokus pada tiga bidang prioritas global dan nasional. Yakni memperkuat arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan mempercepat transisi energi.

Baca Juga :  Kunjungan Airlangga di Jerman Berpeluang Tarik Banyak Investor ke Indonesia

“Sebagai forum berbasis konsensus, kami mendorong anggota G20 bekerja sama untuk menyeimbangkan kepentingan di seluruh keanggotaan yang beragam, dan memastikan tidak ada yang tertinggal,” tegas Menko Airlangga.

Pada Presidensi G20 kali ini, Indonesia terbuka terhadap dukungan mitra untuk menghasilkan proyek percontohan atau mercusuar dan kerjasama ekonomi. Terutama di bidang transisi energi, pengembangan skema pembiayaan yang ramah pasar dengan praktik terbaik internasional. Menyediakan pendanaan untuk mengembangkan teknologi yang tersedia dan terjangkau untuk mendukung transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbaru.

Lebih lanjut tentang percepatan transisi energi, ia menyebut ada tiga  prioritas di bawah G20 untuk mencapai Net Zero Emisison secara global pada pertengahan abad ini. Yakni mengamankan aksesibilitas energi, meningkatkan teknologi cerdas dan bersih, serta memajukan pembiayaan energi.

Baca Juga :  Airlangga: Green Energy Peluang Indonesia Selamat dari Krisis Energi Dunia

”Mengingat sektor energi merupakan sumber dari sekitar tiga perempat emisi gas rumah kaca, kerangka kerja G20 untuk memandu transisi negara-negara ekonomi utama, akan menjadi langkah maju yang besar dan penting secara sistemik bagi ekonomi global,” katanya. Termasuk didalamnya memperkuat koordinasi dan koherensi dengan agenda jalur keuangan G20. Kolaborasi dengan jalur keuangan bertujuan untuk memberikan kerangka kerja keuangan dan investasi transisi. “Penting juga untuk meningkatkan tindakan transisi di seluruh jalur Sherpa,” tambah Airlangga.

- Advertisement -

Sesi dialog dihadiri lebih dari 20 Duta Besar sebagai perwakilan anggota 3G. Dimoderasi Menteri Luar Negeri Singapura DR Vivian Balakrishnan. Sebagai narasumber lain adalah perwakilan Troika G20 dari India dan Italia. (fid/bin/riz)

 






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/