23.6 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Banjir, Rendam Tiga Kecamatan di Jombang, Jalan Kabupaten Ikut Lumpuh

JOMBANG – Banjir kembali melanda sejumlah kecamatan di wilayah Jombang Kamis (24/11). Selain menggenangi permukiman warga, banjir juga melumpuhkan Jl KH Romly Tamim bahkan air juga mulai naik ke permukaan jalan nasional di sekitar flyover Peterongan.

Sejumlah kecamatan yang terdampak banjir di antaranya, Kecamatan Peterongan, Mojoagung dan Jogoroto. Di Kecamatan Peterongan, banjir menggenangi permukiman warga di Desa Peterongan dan Desa Mancar.

Banjir di dua desa ini dipicu meluapnya saluran sekunder Rejoagung II yang melintasi desa ini. ”Di Peterongan luapan sungai yang dominan. Di beberapa titik bahkan sudah mulai menggenangi jalan hingga tak bisa dilintasi. Ketinggian air mulai 30 sentimeter sampai yang tertinggi mencapai 60 sentimeter,” terang Bambang Dwijo Pranowo, Kalaksa BPBD melalui Stevy Maria, Supervisor BPBD Jombang.

Baca Juga :  HP Karyawan Minimarket Dicuri, Aksi Pelakunya Terekam CCTV

Pepy menjelaskan, tidak hanya menggenangi jalan kabupaten, air bahkan naik ke Jalan Raya Surabaya-Madiun tepatnya di timur flyover Peterongan. ”Jalan nasional sedikit terganggu, namun yang parah yang di Jl Romly Tamim, atau dari flyover yang mengarah ke PPDU itu, sudah tidak bisa dilintasi kendaraan,” ungkapnya.

Banjir juga terpantau menggenangi wilayah Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung. Di titik ini, Pepy menjelaskan penyebabnya ada dua, yakni sekunder di dusun setempat yang sudah penuh hingga membuat air dari permukiman tak bisa mengalir ke saluran. ”Akhirnya air menumpuk dan menggenangi permukiman warga di Desa Tejo. Genangan paling parah berada di Dusun Tejo Selatan, sampai 150 sentimeter tingginya,” lontarnya.

Baca Juga :  Saluran Kalibening Mojoagung Memerah Lagi, Penyebabnya Belum Diketahui

Namun, yang paling parah banjir yang menggenangi Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Pantauan hingga pukul 23.00, ketinggian air di desa ini telah mencapai lebih dari 150 sentimeter. ”Kalau di Kademangan paling parah memang, di sana tiga sungai, yakni Kali Pancir, Kali Gunting dan Catak Banteng, semuanya debit tinggi dan meluap,” ungkapnya.

Tim BPBD Jombang, disebutnya juga mulai bergerak ke lokasi dan menyiapkan perahu karet bagi warga. Jika kondisi terus memburuk, warga akan diungsikan sementara ke balai desa setempat. ”Tim sudah standby di Mojoagung, jaga-jaga kondisi terburuk nanti,” pungkasnya. (riz/naz/riz)

JOMBANG – Banjir kembali melanda sejumlah kecamatan di wilayah Jombang Kamis (24/11). Selain menggenangi permukiman warga, banjir juga melumpuhkan Jl KH Romly Tamim bahkan air juga mulai naik ke permukaan jalan nasional di sekitar flyover Peterongan.

Sejumlah kecamatan yang terdampak banjir di antaranya, Kecamatan Peterongan, Mojoagung dan Jogoroto. Di Kecamatan Peterongan, banjir menggenangi permukiman warga di Desa Peterongan dan Desa Mancar.

Banjir di dua desa ini dipicu meluapnya saluran sekunder Rejoagung II yang melintasi desa ini. ”Di Peterongan luapan sungai yang dominan. Di beberapa titik bahkan sudah mulai menggenangi jalan hingga tak bisa dilintasi. Ketinggian air mulai 30 sentimeter sampai yang tertinggi mencapai 60 sentimeter,” terang Bambang Dwijo Pranowo, Kalaksa BPBD melalui Stevy Maria, Supervisor BPBD Jombang.

Baca Juga :  Kejaksaan Terus Lacak Aset Masykur hingga ke Blitar

Pepy menjelaskan, tidak hanya menggenangi jalan kabupaten, air bahkan naik ke Jalan Raya Surabaya-Madiun tepatnya di timur flyover Peterongan. ”Jalan nasional sedikit terganggu, namun yang parah yang di Jl Romly Tamim, atau dari flyover yang mengarah ke PPDU itu, sudah tidak bisa dilintasi kendaraan,” ungkapnya.

Banjir juga terpantau menggenangi wilayah Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung. Di titik ini, Pepy menjelaskan penyebabnya ada dua, yakni sekunder di dusun setempat yang sudah penuh hingga membuat air dari permukiman tak bisa mengalir ke saluran. ”Akhirnya air menumpuk dan menggenangi permukiman warga di Desa Tejo. Genangan paling parah berada di Dusun Tejo Selatan, sampai 150 sentimeter tingginya,” lontarnya.

Baca Juga :  Tergelincir Saat Nyalip Truk, Pemuda Sumbermulyo Tewas Terlindas Truk

Namun, yang paling parah banjir yang menggenangi Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Pantauan hingga pukul 23.00, ketinggian air di desa ini telah mencapai lebih dari 150 sentimeter. ”Kalau di Kademangan paling parah memang, di sana tiga sungai, yakni Kali Pancir, Kali Gunting dan Catak Banteng, semuanya debit tinggi dan meluap,” ungkapnya.

Tim BPBD Jombang, disebutnya juga mulai bergerak ke lokasi dan menyiapkan perahu karet bagi warga. Jika kondisi terus memburuk, warga akan diungsikan sementara ke balai desa setempat. ”Tim sudah standby di Mojoagung, jaga-jaga kondisi terburuk nanti,” pungkasnya. (riz/naz/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/