alexametrics
29.3 C
Jombang
Sunday, August 7, 2022

Pendekar yang Bikin Onar di Jombang Berkonvoi sambil Hunting ‘Mangsa’

JOMBANG – Dari 48 pendekar yang diamankan petugas, tiga orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan. Ketiganya, ternyata sudah mempersiapakna aksi itu. Modusnya dengan cara hunting atau berkeliling mencari mangsa atau warga dari perguruan lain untuk memicu tawuran.

Tiga tersangka itu, adalah Yakni RN, 20 warga Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, RR, 17 seorang anak di bawah umur asal Kecamatan Ngoro dan NMA, 19, pemuda asal Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno. “Peristiwanya terjadi di wilayah hukum Polsek Jombang Kota, di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang,” terang AKP Giadi Nugraha, Kasatreskrim Polres Jombang.

Giadi menjelaskan, peristiwa pengeroyokan itu berlangsung Sabtu, (6/8) sekira pukul 01.00 dini hari. Lokasinya, di Jalan Raya Desa Plosogeneng, tepat di depan lapangan Desa Plosogeneng. Para pelaku ini, melihat ada beberapa gerombolan pemuda yang lewat. “Tanpa babibu, mereka langsung mengayunkan curit yang mereka bawa ke arah kelompok korban,” lanjutnya.

Baca Juga :  Keluar SPBU, Mobil Tua ini Terbakar hingga Tinggal Kerangka

Akibat kejadian itu, seorang korban anak berusia 17 tahun mengalami luka bacok di bagian tubuhnya. Masih tak puas, pelaku kemudian melakukan pengeroyokan juga kepada korbannya ini. “Akibat kejadian itu korban menderita luka, sempat dirawat di rumah sakit namun sudah bisa pulang,” imbuhnya.

Setelah ditangkap, ketiganya pun mengakui menggunakan modus hunting dalam aksinya. Mereka, memang sengaja mencari masalah dan mencoba mencari keberadaan pemuda atau kelompok perguruan lain. “Jadi ada beberapa kelompok mereka hunting memang, mereka berkeliling sambil mencari keributan dengan perguruan lainnya. Kalau dapat lawan dilakukan tawuran,” lanjutnya.

Karena menggunakan modus hunting, mereka pun mempersenjatai diri. Giadi menyebut dari interogasi dan pemeriksaan sejumlah handphone pelaku, diketahui jika aksi ini memang telah dipersiapkan. “Senjata tajam sudah disiapkan, dan grup juga ada provokasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Sebelum Culik Bayi di Watugaluh, Pelaku Datangi Panti Asuhan Lain di Jombang

Akibat perbuatannya, ketiganya kini harus mendekam di balik jeruji besi. Polisi, menjeratnya dengan pasal 170 KUHP ayat (1) (2) ke-2 KUHP tentang pengeroyokan dan juga pasal 2 ayat 1 UU Darurat No. 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara telah menanti mereka.

Sebuah sepeda motor Yamaha Mio nopol S 2886 ZO  dan sebilah clurit juga diamankan petugas dari para tersangka ini. “Seluruhnya ditahan di rutan Mapolsek Jombang Kota, karena penyidikannya ada di sana,” pungkasnya.

48 pendekar dari sejumlah perguruan silat dibekuk petugas dari sejumlah lokasi di Kabupaten Jombang. Mereka, ditangkap lantaran menggelar konvoi hingga membuat onar. Mulai melakukan tabrak lari, pembacokan hingga tertangkap tengah membawa senjata tajam. (riz)

- Advertisement -

JOMBANG – Dari 48 pendekar yang diamankan petugas, tiga orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan. Ketiganya, ternyata sudah mempersiapakna aksi itu. Modusnya dengan cara hunting atau berkeliling mencari mangsa atau warga dari perguruan lain untuk memicu tawuran.

Tiga tersangka itu, adalah Yakni RN, 20 warga Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, RR, 17 seorang anak di bawah umur asal Kecamatan Ngoro dan NMA, 19, pemuda asal Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno. “Peristiwanya terjadi di wilayah hukum Polsek Jombang Kota, di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang,” terang AKP Giadi Nugraha, Kasatreskrim Polres Jombang.

Giadi menjelaskan, peristiwa pengeroyokan itu berlangsung Sabtu, (6/8) sekira pukul 01.00 dini hari. Lokasinya, di Jalan Raya Desa Plosogeneng, tepat di depan lapangan Desa Plosogeneng. Para pelaku ini, melihat ada beberapa gerombolan pemuda yang lewat. “Tanpa babibu, mereka langsung mengayunkan curit yang mereka bawa ke arah kelompok korban,” lanjutnya.

Baca Juga :  Tolong! Bayi di Panti Asuhan ini Diculik Wanita Tak Dikenal

Akibat kejadian itu, seorang korban anak berusia 17 tahun mengalami luka bacok di bagian tubuhnya. Masih tak puas, pelaku kemudian melakukan pengeroyokan juga kepada korbannya ini. “Akibat kejadian itu korban menderita luka, sempat dirawat di rumah sakit namun sudah bisa pulang,” imbuhnya.

Setelah ditangkap, ketiganya pun mengakui menggunakan modus hunting dalam aksinya. Mereka, memang sengaja mencari masalah dan mencoba mencari keberadaan pemuda atau kelompok perguruan lain. “Jadi ada beberapa kelompok mereka hunting memang, mereka berkeliling sambil mencari keributan dengan perguruan lainnya. Kalau dapat lawan dilakukan tawuran,” lanjutnya.

Karena menggunakan modus hunting, mereka pun mempersenjatai diri. Giadi menyebut dari interogasi dan pemeriksaan sejumlah handphone pelaku, diketahui jika aksi ini memang telah dipersiapkan. “Senjata tajam sudah disiapkan, dan grup juga ada provokasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Andal Kelola Aset dan Keuangan, BRI Terus Perkuat Bisnis Treasury
- Advertisement -

Akibat perbuatannya, ketiganya kini harus mendekam di balik jeruji besi. Polisi, menjeratnya dengan pasal 170 KUHP ayat (1) (2) ke-2 KUHP tentang pengeroyokan dan juga pasal 2 ayat 1 UU Darurat No. 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara telah menanti mereka.

Sebuah sepeda motor Yamaha Mio nopol S 2886 ZO  dan sebilah clurit juga diamankan petugas dari para tersangka ini. “Seluruhnya ditahan di rutan Mapolsek Jombang Kota, karena penyidikannya ada di sana,” pungkasnya.

48 pendekar dari sejumlah perguruan silat dibekuk petugas dari sejumlah lokasi di Kabupaten Jombang. Mereka, ditangkap lantaran menggelar konvoi hingga membuat onar. Mulai melakukan tabrak lari, pembacokan hingga tertangkap tengah membawa senjata tajam. (riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/