alexametrics
33.9 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Siang Gagal Disergap, Malamnya Pondok MSA Dikepung Petugas

JOMBANG – Gagalnya penyergapan polisi kepada MSA pada Minggu (3/7) siang, berlanjut hingga  Minggu malam. Ratusan petugas dari Polres Jombang juga Polda Jatim terpantau mengepung pesantren MSA di Kecamatan Ploso. Kendati demikian, ia kembali tak berhasil ditangkap.

Penutupan jalur menuju areal pondok MSA, sudah dilakukan petugas sejak Minggu (4/7) petang. pintu masuk ke arah pondok melalui jembatan Ploso juga jalur bawah jembatan seluruhnya ditutup. Penyekatan, juga ditambah di simpang tiga pasar Ploso. Kondisi serupa juga terpantau di sisi utara pondok. Kendaraan yang tak berkepentingan juga dialihkan menuju sejumlah jalur alternatif. Sementara di sekitar pondok, ratusan anggota polisi disiagakan. Mobil water cannon milik Polres Jombang juga terlihat sempat digerakkan menuju dekat pondok MSA.

Baca Juga :  Empat Tebing di Wonosalam Longsor, Ini Sebaran Titiknya

“Untuk yang tadi malam, kita merespon kejadian siang harinya. Karena ada perlawanan dan senjata, Polda Jatim menganggap ini momen upaya paksa, sehingga pasukan disiagakan,” terang AKP M Nurhidayat, Kapolres Jombang (4/7).

Hal itu, dikuatkan pula dengan hasil pemeriksaan saksi yang sebelumnya diamankan polisi. Pada handphone tiga orang rombongan MSA, ada informasi jika MSA dan rombongannya mengarah masuk menuju pondok. “Teridentifikasi awalnya masuk pondok, ada mobilisasi massa juga setelah itu, jadi kita bergerak,” lanjutnya.

Namun, upaya jemput paksa itu kembali gagal dilakukan. Kapolres, sempat masuk ke dalam pondok dan bertemu dengan ayah MSA yang juga kiai juga pengasuh pondok itu. “Saya masuk sebagai negosiator, Saya juga menyampaikan kepada pak kiai (ayah MSA) agar DPO ini kooperatif dengan penyidik Polda Jatim,” sambungnya.

Baca Juga :  Penasehat Hukum MSA Protes Sidang Online juga Sebut Dakwaan JPU Sumir

Namun, upaya itu kembali gagal dilaksanakan, hingga pukul 23.00, seluruh personel ditarik kembali menuju markas. Polisi bergeser dari pondok MSA. “Kegiatan tidak jadi dilakukan karena  tidak ada yang bisa memastikan keberadaannya (MSA). Kondisi juga sudah gelap kita juga pertimbangkan kondisi kamtibmas, sangat berisiko,” imbuh Kapolres.

Setelah upaya penjemputan yang gagal itu, Hidayat menyebut telah melaporkannya kepada pihak Polda Jatim. “Untuk rencana tindak lanjut setelahnya kita menunggu instruksi dari Polda tentunya,” pungkasnya. (riz)

- Advertisement -

JOMBANG – Gagalnya penyergapan polisi kepada MSA pada Minggu (3/7) siang, berlanjut hingga  Minggu malam. Ratusan petugas dari Polres Jombang juga Polda Jatim terpantau mengepung pesantren MSA di Kecamatan Ploso. Kendati demikian, ia kembali tak berhasil ditangkap.

Penutupan jalur menuju areal pondok MSA, sudah dilakukan petugas sejak Minggu (4/7) petang. pintu masuk ke arah pondok melalui jembatan Ploso juga jalur bawah jembatan seluruhnya ditutup. Penyekatan, juga ditambah di simpang tiga pasar Ploso. Kondisi serupa juga terpantau di sisi utara pondok. Kendaraan yang tak berkepentingan juga dialihkan menuju sejumlah jalur alternatif. Sementara di sekitar pondok, ratusan anggota polisi disiagakan. Mobil water cannon milik Polres Jombang juga terlihat sempat digerakkan menuju dekat pondok MSA.

Baca Juga :  Dipaksa Lahiran Normal hingga Bayi Meninggal di RSUD Jombang, Pasien Meradang

“Untuk yang tadi malam, kita merespon kejadian siang harinya. Karena ada perlawanan dan senjata, Polda Jatim menganggap ini momen upaya paksa, sehingga pasukan disiagakan,” terang AKP M Nurhidayat, Kapolres Jombang (4/7).

Hal itu, dikuatkan pula dengan hasil pemeriksaan saksi yang sebelumnya diamankan polisi. Pada handphone tiga orang rombongan MSA, ada informasi jika MSA dan rombongannya mengarah masuk menuju pondok. “Teridentifikasi awalnya masuk pondok, ada mobilisasi massa juga setelah itu, jadi kita bergerak,” lanjutnya.

Namun, upaya jemput paksa itu kembali gagal dilakukan. Kapolres, sempat masuk ke dalam pondok dan bertemu dengan ayah MSA yang juga kiai juga pengasuh pondok itu. “Saya masuk sebagai negosiator, Saya juga menyampaikan kepada pak kiai (ayah MSA) agar DPO ini kooperatif dengan penyidik Polda Jatim,” sambungnya.

Baca Juga :  Izin Pondoknya Dicabut, Ini Jawaban Pengurus Shiddiqiyyah

Namun, upaya itu kembali gagal dilaksanakan, hingga pukul 23.00, seluruh personel ditarik kembali menuju markas. Polisi bergeser dari pondok MSA. “Kegiatan tidak jadi dilakukan karena  tidak ada yang bisa memastikan keberadaannya (MSA). Kondisi juga sudah gelap kita juga pertimbangkan kondisi kamtibmas, sangat berisiko,” imbuh Kapolres.

- Advertisement -

Setelah upaya penjemputan yang gagal itu, Hidayat menyebut telah melaporkannya kepada pihak Polda Jatim. “Untuk rencana tindak lanjut setelahnya kita menunggu instruksi dari Polda tentunya,” pungkasnya. (riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/