RadarJombang.id – Kasus pengadangan Bus harapan jaya oleh dua pemuda mabuk di Jalan provinsi Jombang-Kediri Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Jombang akhirnya berakhir damai.
Setelah keduanya dibawa ke Mapolres Jombang, polisi menyebut tak melanjutkan penyelidikannya.
“Jadi kemarin dibawa ke Mapolres, dan emosi dua orang ini memang belum terkendali, karena kondisinya memang dalam pengaruh alkohol,” terang Ipda Satria Ramadan, Kanit Pidum Satreskrim Polres Jombang (12/7).
Namun, salam proses itu, pihaknya menyebut keduanya akhirnya bersepakat untuk berdamai.
“Keduanya sepakat saling memaafkan, yang melakukan pemukulan ke bus itu kan juga masih anak di bawah umur, di bawah 18 tahun umurnya,” ungkapnya.
Sayangnya, pihaknya tak berkenan membeber identitas para pelaku penghadangan bus itu karena tak ada laporan.
Hal senada, juga disampaikan Kasatreskrim Polres Jombang AKP Sukaca saat dikonfirmasi.
Sukaca menyebut, tak ada laporan yang dibuat polisi lantaran kedua belah pihak bersepakat damai.
“Gakda lprn mas, Mrk bersepakat damai, Jd tdk ada lprn ya,” tulis Sukaca dalam pesan singkat yang dikirim ke nomor wartawan.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua pemuda mabuk mengendarai Yamaha NMax nekat berbuat onar dengan menghadang sebuah bus Harapan Jaya yang tengah penuh penumpang.
Aksi itu, berlangsung di Jalur Provinsi Jombang-Kediri Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Jombang pada Kamis (11/7).
Dua pemuda mabuk itu, akhirnya bonyok setelah dimassa warga, kru bus dan penumpang bus yang diserangnya itu.
Aksi itu akhirnya berhenti setelah kedua pelaku juga sopir bus dibawa dan diamankan ke Mapolres Jombang. (riz)
Editor : Achmad RW