Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bidan Desa Tipu Warga, Kades Sudimoro: Bukan Kejadian Pertama

Achmad RW • Jumat, 16 September 2022 | 02:49 WIB
Kondisi rumah dinas Bidan Desa yang kini sepi dan kosong usai seluruh penghuninya kabur.
Kondisi rumah dinas Bidan Desa yang kini sepi dan kosong usai seluruh penghuninya kabur.
JOMBANG - Roni Fatawi, Kades Sudimoro akhirnya buka suara soal kasus dugaan penipuan yang menyangkut bidan desanya itu. Ia menyebut, kasus ini bahkan bukan kasus yang pertama dilakukan LY di desanya.

“Ada juga pernah dulu, mungkin kasusnya juga serupa, tapi waktu saya belum jadi kades. Dia kan sempat tinggal di Dusun/Desa Sudimoro, mungkin karena masalah itu, dia kemudian pindah ke Polindes, di rumah dinas,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang (15/9).

Roni menjelaskan, LY sendiri memang sudah lama jadi bidan di desanya. LY, sudah menjadi bidan desa Sudimoro lebih dari 10 tahun lamanya. “Sudah tiga periode kades termasuk saya ini, sudah lama sekali memang, aslinya dia dari Kecamatan Plandaan, tapi sudah pindah domisili Sudimoro,” lontarnya.

Roni juga menjelaskan, hingga kemarin ada setidaknya 5-6 warga yang melapor kepadanya soal kasus dugaan penipuan itu. Beberapa warga luar desa, melapor karena ditipu dengan modus arisan online bodong. “Yang arisan online itu dari Dusun Beweh dan Dusun Pulodadi, Desa Ngogri, sama dari Desa Mojokrapak, besarannya kalau ndak salah Rp 95 juta sama Rp 65 juta,” lontarnya.

Sementara untuk warga dari Desa Sudimoro, pihaknya menyebut jumlahnya yang telah melapor ke desa ada tiga hingga empat orang. Masing-masing, tersebar di Dusun Paritan dan Dusun Sudimoro sendiri. “Kalau yang warga sini, modusnya pakai nama untuk hutang, ada yang perhiasannya dipinjam tidak dikembalikan, ada juga yang digadaikan BPKBnya untuk beli motor yang dia pakai, juga ada yang dokumennya dipakai untuk berhutang di bank,” rincinya.

Hingga kini, LY disebutnya juga masih bersembunyi dan tak diketahui rimbanya. Sejak Rabu (7/9) lalu, LY tak terlihat lagi pulang ke rumah dinasnya. “Terakhir terlihat itu Selasa (6/9), ada kegiatan posyandu, Rabu sudah tidak ada lagi, handphonenya juga mati sampai sekarang,” tambahnya.

Meski masih sempat pulang ke rumah dinas hingga Jumat malam, suami LY juga disebut Roni akhirnya ikut kabur. Bahkan, Minggu (11/9) lalu, seluruh barang pribadi milik keluarga ini juga diangkutnya menggunakan truk. “Kabarnya sekitar pukul 02.00 pergi sama barangnya dibawa, sampai sekarang juga sudah tidak bisa lagi dihubungi,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW
#sudimoro #kabur #arisan online #Jombang #penipuan #bidan desa #Megaluh #hutang