23.1 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Dua Pendekar Pengeroyok Warga Disebut Sudah Ditangkap

JOMBANG – Pelaku pengeroyokan kepada empat warga di Desa Kauman, Kecamatan Kabuh jumlahnya puluhan. Namun, beberapa diantaranya bukan orang asing untuk warga Kauman, bahkan dua diantaranya disebut telah ditangkap polisi.

“Kalau jumlah pastinya tidak tahu, namun jumlahnya lebih dari 10 orang pelakunya,” terang Rianto, Kepala Desa Kauman.

Dari informasi yang didapatnya, pengeroyok Slamet saja, jumlahnya ada 6 orang. Hal itu adalah keterangan saksi mata yang ada di lokasi. Sementara Hengki, dikeroyok sekitar 8-10 orang hingga mengalami luka di kepala. “Belum lagi yang melempar batu ke anaknya pak Slamet dan memukul istrinya,” ungkapnya.

Para pelaku ini, juga disebut Rianto bukan orang jauh. Mereka, adalah rombongan salah satu perguruan pencak silat lokal dari Kecamatan Kabuh. Gerombolan ini juga berasal dari beberapa desa tak jauh dari kampungnya. “Beberapa ada yang saya kenal, bahkan punya ibu di Desa Kauman, tapi tinggalnya di desa lain,” lontarnya.

Baca Juga :  Kasus Tower Ilegal di Sidowarek, Polisi Segera Periksa Pihak Terkait

Dari informasi yang didapatnya, dua pelaku pengeroyokan kepada warganya bahkan telah ditangkap aparat kepolisian. “Sudah ditangkap Polres Jombang, dua orang, satu rumahnya jarak satu kilometer dri desa, satunya lagi jarak dua kilometer dari desa,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang belum memberi keterangan panjang terkait penangkapan pelaku. Meski pihaknya juga tak membantah info itu. “(Penangkapan) masih dalam proses, nanti akan dirilis ya,” singkatnya. (riz)

JOMBANG – Pelaku pengeroyokan kepada empat warga di Desa Kauman, Kecamatan Kabuh jumlahnya puluhan. Namun, beberapa diantaranya bukan orang asing untuk warga Kauman, bahkan dua diantaranya disebut telah ditangkap polisi.

“Kalau jumlah pastinya tidak tahu, namun jumlahnya lebih dari 10 orang pelakunya,” terang Rianto, Kepala Desa Kauman.

Dari informasi yang didapatnya, pengeroyok Slamet saja, jumlahnya ada 6 orang. Hal itu adalah keterangan saksi mata yang ada di lokasi. Sementara Hengki, dikeroyok sekitar 8-10 orang hingga mengalami luka di kepala. “Belum lagi yang melempar batu ke anaknya pak Slamet dan memukul istrinya,” ungkapnya.

Para pelaku ini, juga disebut Rianto bukan orang jauh. Mereka, adalah rombongan salah satu perguruan pencak silat lokal dari Kecamatan Kabuh. Gerombolan ini juga berasal dari beberapa desa tak jauh dari kampungnya. “Beberapa ada yang saya kenal, bahkan punya ibu di Desa Kauman, tapi tinggalnya di desa lain,” lontarnya.

Baca Juga :  Desa Tinggar dan Karangdagangan Bandarkedungmulyo Terancam Limbah B3

Dari informasi yang didapatnya, dua pelaku pengeroyokan kepada warganya bahkan telah ditangkap aparat kepolisian. “Sudah ditangkap Polres Jombang, dua orang, satu rumahnya jarak satu kilometer dri desa, satunya lagi jarak dua kilometer dari desa,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang belum memberi keterangan panjang terkait penangkapan pelaku. Meski pihaknya juga tak membantah info itu. “(Penangkapan) masih dalam proses, nanti akan dirilis ya,” singkatnya. (riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/