23.6 C
Jombang
Saturday, December 10, 2022

Oknum Jaksa Cabul Akui Ancam Korban jika Tak Mau Disodomi

JOMBANG – AH, 51, oknum jaksa Kejari Bojonegoro menjalani sidang perdana dalam kasus pencabulan di Jombang, Rabu (23/11). Dalam sidang itu, terdakwa mengakui telah melakukan sodomi kepada empat korban disertai dengan ancaman.

Sidang perdana digelar secara tertutup. Dipimpin Ketua Majelis Hakim Bambang Setyawan. Sementara tim JPU dipimpin Tengku Firdaus. Meski berlangsung tertutup, AH terlihat mengikuti sidang secara daring dari Lapas Kelas IIb Jombang. Namun, dua penasehat hukumnya, Sugiarto dan Eko Wahyudi hadir langsung di ruang sidang.

Sidang berlangsung cukup panjang. Dimulai pukul 10.30, dan baru berakhir pukul 14.20. “Agenda hari ini, pertama  pembacaan dakwaan yang dilanjut dengan pemeriksaan saksi,” terang Tengku Firdaus, ketua Tim JPU usai persidangan.

Dalam sidang kemarin, AH didakwa dengan pasal berlapis, yakni pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 juncto pasal Perpu No 1 Tahun 2016 juncto pasal 76E UU RI No 35 Tahun 2014 juncto UU RI No 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 65 ayat (1) KUHP. “Ancaman pidana minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda. Atas dakwaan itu terdakwa menerima, tidak mengajukan eksepsi,” katanya.

Baca Juga :  Ajak Dua Siswi MTs Wik-Wik, Adik Kakak Asal Wonosalam Dibui

Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. JPU menghadirkan empat saksi. “Yang dihadirkan dua saksi korban, orang tua korban dan satu petugas kepolisian yang menangkap korban di hotel,” lontar dia.

Dari pemeriksaan saksi korban, diketahui AH sudah beberapa kali melakukan sodomi kepada dua korban yang dihadirkan. Satu korban, disodomi sebanyak tiga kali, korban satu lagi disodomi satu kali. “Korban juga diancam terdakwa jika tidak menurut,” imbuh Kajari Jombang ini.

Terdakwa juga membenarkan keterangan saksi korban ini. AH disebutnya meminta maaf kepada korban dan orang tuanya. “Pada pokoknya terdakwa tidak membantah keterangan saksi korban, dan meminta maaf atas perbuatannya, dan dimaafkan,” lontarnya.

Baca Juga :  Beredar Data Penempatan PPPK Guru, Begini Penjelasan BKPSDM Jombang

Sidang bakal dilanjut Rabu (30/11) depan dengan agenda keterangan saksi tambahan. “Kita berencana akan mendatangkan tujuh saksi lagi,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Jombang menggerebek AH di kamar salah satu hotel di Jl Gus Dur, Kamis (18/8) dini hari. Oknum jaksa yang masih berdinas di Kejari Bojonegoro itu diduga menyodomi korban di bawah umur. Saat penggerebekan, polisi mendapati korban berada di kamar bersama pelaku. Sedangkan di luar kamar, ada seorang remaja yang diduga sebagai mucikari. (riz/bin/riz)

JOMBANG – AH, 51, oknum jaksa Kejari Bojonegoro menjalani sidang perdana dalam kasus pencabulan di Jombang, Rabu (23/11). Dalam sidang itu, terdakwa mengakui telah melakukan sodomi kepada empat korban disertai dengan ancaman.

Sidang perdana digelar secara tertutup. Dipimpin Ketua Majelis Hakim Bambang Setyawan. Sementara tim JPU dipimpin Tengku Firdaus. Meski berlangsung tertutup, AH terlihat mengikuti sidang secara daring dari Lapas Kelas IIb Jombang. Namun, dua penasehat hukumnya, Sugiarto dan Eko Wahyudi hadir langsung di ruang sidang.

Sidang berlangsung cukup panjang. Dimulai pukul 10.30, dan baru berakhir pukul 14.20. “Agenda hari ini, pertama  pembacaan dakwaan yang dilanjut dengan pemeriksaan saksi,” terang Tengku Firdaus, ketua Tim JPU usai persidangan.

Dalam sidang kemarin, AH didakwa dengan pasal berlapis, yakni pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 juncto pasal Perpu No 1 Tahun 2016 juncto pasal 76E UU RI No 35 Tahun 2014 juncto UU RI No 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 65 ayat (1) KUHP. “Ancaman pidana minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda. Atas dakwaan itu terdakwa menerima, tidak mengajukan eksepsi,” katanya.

Baca Juga :  KJS Dihentikan Sejak Awal 2022, Ketua DPRD: Saya Belum Tahu

Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. JPU menghadirkan empat saksi. “Yang dihadirkan dua saksi korban, orang tua korban dan satu petugas kepolisian yang menangkap korban di hotel,” lontar dia.

Dari pemeriksaan saksi korban, diketahui AH sudah beberapa kali melakukan sodomi kepada dua korban yang dihadirkan. Satu korban, disodomi sebanyak tiga kali, korban satu lagi disodomi satu kali. “Korban juga diancam terdakwa jika tidak menurut,” imbuh Kajari Jombang ini.

Terdakwa juga membenarkan keterangan saksi korban ini. AH disebutnya meminta maaf kepada korban dan orang tuanya. “Pada pokoknya terdakwa tidak membantah keterangan saksi korban, dan meminta maaf atas perbuatannya, dan dimaafkan,” lontarnya.

Baca Juga :  Sidang Kasus Penipuan Mobil Murah, Jaksa Terima Putusan Hakim

Sidang bakal dilanjut Rabu (30/11) depan dengan agenda keterangan saksi tambahan. “Kita berencana akan mendatangkan tujuh saksi lagi,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Jombang menggerebek AH di kamar salah satu hotel di Jl Gus Dur, Kamis (18/8) dini hari. Oknum jaksa yang masih berdinas di Kejari Bojonegoro itu diduga menyodomi korban di bawah umur. Saat penggerebekan, polisi mendapati korban berada di kamar bersama pelaku. Sedangkan di luar kamar, ada seorang remaja yang diduga sebagai mucikari. (riz/bin/riz)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/